Malam ini, Taehyung sedang membereskan perlengkapan KKN nya. Sambil ditemani Jungkook via video call. Jungkook bercerita jika Bromo sangatlah indah dan sejuk. Taehyung pasti menyesali keputusannya untuk tidak ikut dengannya kali ini. Tentu saja hal itu membuat Taehyung kesal, merengut sepanjang Jungkook menjelaskan keseruan tripnya kali ini.
"Kak gue gak mau denger lagi cerita lo, udahan aja deh. Kesel"
"Ahahaha, jangan gitu dong. Seru tauu cerita gue"
"Gak seru, ceritanya jelek" ketus Taehyung yang tentu saja semakin membuat Jungkook tertawa terbahak - bahak
"Diem gak? Gue kesel beneraaaaan" Taehyung merengek. Sungguh, ingin rasanya ia memukul siapapun yang membuat jadwal KKN nya ini
"Yaudaah iya, gue diem ini. Btw gimana KKN nya cil?"
"Yaa so far so good lah kak. Nggak banyak orang yang rese. Tapi kayaknya ada deh, satu orang. Di ruangan sebelah. Anak magang juga, anaknya males - malesan terus. Gue jadi kesel kalo ada perlu sama dia. Mana ketus lagi. Aneh"
"Cil tau gak? Satu hal yang nggak gue temuin di kota indah ini?"
"Apaan kak?"
"Ocehan lo haha"
"Ih gue lagi curhat malah diledekin!!"
"Tuh kan hahaha lucu tau gak?"
"Gak. Gak mau tau, bodo amat"
Setelahnya, terdengar suara Jungkook bersin - bersin. Taehyung seketika mengerutkan dahinya, kemudian bertanya
"Kak, lo kedinginan?"
"Sedikit, perbedaan cuacanya extreme bgt. Pas awal banget sampe, gue langsung meriang"
"Kok gak bilang gue siih?"
"Ya ngapain juga bilang, cil. Orang lagi jauhan"
"Sekarang udah mendingan kan kak?"
"Udah, ini gue udah bisa jail sama lo. Berarti gue sehat kan? Haha"
"Ah tau deh malesss!"
"Ngambek terus lo. Lanjut coba gimana KKN nya? Ada yang caper gak sama lo?"
"Dih, pertanyaannya jelek. Skip aja"
"Ututu haha. Seru nggak naik KRL?"
"Apanya yang seru, rebutan terus gue kak. Jarang kebagian duduk tau"
"Yah, belom ahli berarti lo"
"Emang lo ahli kak? Kan kemana - mana mobilan terus?"
"Dih siapa bilang. Gue pas jaman kuliah sering KRL-an kemana mana. Sama temen - temen gue juga, termasuk si Mingyu"
"Agak sulit gue terima ya kak omongan lo ini, tapi okelah. Tapi kak, gue pernah kejepit orang tauu" Nah, ekspresi andalan Taehyung keluar lagi. Merajuk sambil mempoutkan bibirnya.
"Kenapa? Rebutan masuknya ya? Lo nggak hati - hati kali cil"
"Gue padahal udah tertib kak. Ya dasar lah orang kan beda - beda ya, gue kedorong sampe ke dalem gerbong masa. Trus gue nggak bisa pegangan juga karena emang se penuh itu"
"Tapi lo gak kenapa - napa kan?"
"Nggak sih, cuman baliknya gue minta pijitin Kak Seokjin. Abis pegel bangeeet"
Jungkook jadi teringat cerita kakak tertua di kostannya itu. Cerita Taehyung yang pertama kali mencoba naik KRL. Ia bercerita sumpah ya gue kasian tapi ngakak juga denger itu anak. Dia bingung, mau nanya petugas tapi saking banyaknya orang jadi susah. Akhirnya dia naik kereta yang lewat di depan dia. Ternyata dia salah peron. Jadi ya bisa lo simpulin sendiri haha dia nyasar. Nangis - nangis nelpon gue, bilang kak gue gak tau ada dimana ini tolong. Ya akhirnya gue jemput aja dia. Pas gue nyampe, mata dia udah sembab. Terus baju nya udah kusut, rambutnya apalagi. Tapi buat gue malah jadi lucu, haha gemes. Pas udah sampe kosan, dia langsung masuk kamarnya. Ada kali 2 jam setelahnya, dia ngetok kamar gue, minta dipijitin. Ada kayak lebam lebam gitu, pegel kali ya dia berdiri terus.
Mendengar cerita Seokjin pun, Jungkook tak bisa membayangkan. Ia kasihan pada Taehyung. Namun, ia sedang jauh saat ini. Tak apa, Taehyung pun harus belajar mandiri bukan?
"Kak?"
"Eh ya Tae?"
"Kok lo ngelamun?"
"Hah? Nggak kok. Barusan abis kepikiran, ternyata gue ada deadline. Materi rapat sama direktur belom gue garap. Tae, baik - baik ya. Gue lagi jauh sama lo soalnya, nggak bisa langsung nyamperin kalo lo kenapa - napa"
"Kak Jung juga ya, Bromo kan dingin banget. Aku tau loh kakak alergi dingin? Ya kan?"
"So tau banget huu, emang info darimana itu?"
"Yaa ada lah, informan terpercaya"
"Jangan kira gue gak tau ya, lo juga gak bisa kepanasan wlek" Jungkook menjulurkan lidahnya, mengejek Taehyung
"Tau darimanaaaa?"
"Ya pokoknya semua hal tentang lo, gue tau"
"Tapi kak, gue ada program lapangan. Seharian full, gue juga udah ajuin cuti. Soalnya hari Jumat"
"Lapangan gimana?" Jungkook bertanya heran
"Ya pokoknya lapangan deh kak, katanya sih mirip - mirip family gathering gitu. Outdoor. Biar solid katanya."
"Terus? Lo ada ngomong punya alergi?"
"Belum sih, nanti ajaa"
"Bilang ya, jangan maksain. Kalo udah nggak kuat bilang panitia nya. Oke cil?"
"Iya kaaaak"
.
Hari Jumatnya, Jungkook mendapat kabar Taehyung pingsan di pertengahan acara. Ruam merah pun sudah mulai nampak pada kulit sawo matangnya. Seokjin menelpon beberapa kali. Sempat tak terjawab, karena Jungkook sedang prepare untuk pulang. Ketika mendengar hal itu, tanpa pikir panjang ia dengan segera mencari flight paling cepat untuk sampai ke Jakarta. Ia tentu harus melewati beberapa jam perjalanan darat, sebelum akhirnya sampai di Bandara Abdurrahman Saleh Malang.
Dalam perjalanan daratnya, ia beberapa kali menelpon Seokjin. Menanyakan kabar adiknya itu. Ini mungkin sudah ke lima kalinya ia bertukar kabar dengan Seokjin.
"Dia gak apa - apa Jung, pingsan biasa ini. Lo jangan buru - buru banget. Gue malah khawatir"
"Nggak bang, ini gue udah sampe bandara. Taehyung jadi rawat inap?" Ucap Jungkook seraya terengah. Langkahnya ia pacu secepat mungkin agar bisa segera sampai di lobby bandara.
"Nggak, anaknya gak mau. Paling abis infusan mau pulang. Ini dianya juga lagi tidur"
"Tapi dia udah makan kan?"
"Belom deh kayaknya. Terakhir makan mungkin tadi pas sarapan bareng gue di dapur"
Menghela nafas sejenak, kemudian Jungkook berucap, "Bang, gue titip dulu ya sebentar. Nanti gue langsung kesitu"
"Lo nggak capek? Baru banget sampe loh nanti"
"Nggak bang. Gue oke kok. Sekali lagi, gue titip ya bang. Cuma lo yang gue andelin"
"Tenang Jung, ada gue. Lo hati - hati di jalannya"
Menarik bukan? Mereka ini saling melengkapi. Ada yang tak tahan dingin, dan sebaliknya ada yang tak bisa bertahan terlalu lama dalam suhu yang panas. Pun saling melengkapi kekosongan satu sama lain. That's what other people say 'destiny'.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEST GIFT
Historia CortaTaehyung yang bekerja diluar kota demi melanjutkan pendidikannya, bertemu dengan seorang lelaki bernama Jungkook. Yang mengejutkan, Taehyung pernah memimpikan lelaki ini, jauh sebelum mereka bertemu. Takdir kah?
