"Tuan, mau dibuatkan kopi?." tanya Syana sopan pada papa yang tengah bekerja di ruang kerja, hari ini papa sedang malas ke kantor alhasil ia bekerja di rumah saja.
"Boleh." papa melirik Syana yang mengangguk sopan dan segera pergi dengan bokong yang digeal-geolkan, seperti mencoba menggoda.
'Napa tuh bokong geal-geol? Bisulen kah?.' tanya papa dalam batinan.
Tak berpikir panjang, papa kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan, disisi Syana-wanita itu mengepalkan tangan dengan kesal karena majikannya tidak bereaksi pada bokong montoknya ini.
Segera, Syana menuju dapur dan membuat kopi. Ia merogoh-rogoh saku celananya hingga menemukan botol kaca kecil yang berisi obat perangsang.
"Hari ini, gue pastiin Tuan bakal jadi milik gue." seringaian kecil terlihat pada bibir Syana, ia melihat obat perangsang itu dan mencampurkannya pada minuman kopi yang dibuatnya.
"Heh, akhirnya gue bisa jadi nyonya orang kaya." Syana terkekeh senang dengan haluannya.
Segera, Syana membawa minuman kopi itu dengan nampan coklat. Syana meletakkan kopi itu di meja kerja papa.
"Ini Tuan kopinya, hati-hati masih panas." ucap lembut Syana.
"Hm, terimakasih." ucap papa.
"Kenapa kamu masih disini?." papa merasa agak risih ditatap intens oleh Syana.
"Barangkali Tuan capek dan butuh rileks sedikit, kebetulan saya bisa memijit." usulnya sembari merapihkan rambutnya.
"Tidak." tolak papa membuat Syana mendesah kecewa. Tangan papa terangkat mengambil kopi hitam itu.
Diam-diam Syana tersenyum miring, di dalam hati bahkan sudah bersorak-sorak gembira bahwa rencananya hampir berhasil.
'Iya, iya, ayo minum, kali ini gue pasti jadi nyonya kaya raya, haha.' batin Syana tertawa.
"Tiba-tiba perut saya kembung, kamu saja yang mewakilkan minum." ucap papa sembari menyerahkan gelas kopinya yang mana membuat wajah Syana mendadak pucat pasi.
"A-apa, ta-tapi Tuan." Syana jadi panik sendiri.
'Sialan! Kalo gue minum ni kopi pasti bakal ketahuan rencana gue kalo gue mau ngegoda dia! Aduh gimana nih.' batin Syana kalang kabut.
"Kenapa? Tidak mau?." pancing papa.
"Ba-baik Tuan sa-saya minum." Syana mengambil kopi itu dan meminumnya.
"Pa-panashh, ah hah Tuan panashh, to-tolonghh Tuan, tolongghh enghh saya." ucap Syana disertai desahan dengan badan yang meliuk-liuk karena kepanasan, sudah seperti cacing kermi saja.
"Hiihh." papa bergidig ngeri melihatnya.
"Tuanhh, ah hah hah." dengan napas tersenggal-senggal Syana menghampiri papa dan memeluk kaki papa dan mengesek-ngesek payudaranya. Bukannya yang tegak di bawah sana tapi yang tegak adalah bulu halus milik papa.
Benar-benar membuat orang merinding.
"Hieee." terkejut papa saat tangan Syana merangkak naik namun berhasil ditepis oleh papa.
"Ah hah Tuan hah hah, ce-cepat Tuan to-tolong sa-saya, panas, panas sekali. Sya-Syana ga kuathh, o-ohhh hahh."
"O-ohhh, hahhhh."
"Huwaaa putri papa yang cantik, tolongin papa sayang!." dengan segera papa langsung menendang Syana membuat Syana terjungkal dengan tak estetiknya.
_______
"Dari semua yang gue selidiki ini, rekaman yang di rekam Moeza dan Ziava bener semua." ucap Cyella yang saat ini sudah ada dikamar bahkan belum berganti baju, karena begitu memikirkan masalah ini. Cyella itu sedang bolos, papa pun tau kalau Cyella bolos sekolah.
"Dia punya ayah tapi ayahnya udah cerai sama ibunya, tapi ayahnya masih aja ngambil uang ke ibunya." ucap Cyella membaca informasi tersebut.
"Ayahnya juga yang ngerekomendasiin buat Keira dan Syana jadi jalang." ucapnya sembari mengetuk-ngetuk meja belajarnya.
"Ayahnya dulunya gigolo, sekarang pecandu alkohol dan narkoba." ucap Cyella.
"Mereka menikah, karena ayah Syana memilihkan jodoh untuk Syana, dikabarkan juga ayah dan ibu Syana mati saat Keira lahir."
"Dulunya Lala dan Keira adalah teman masa kecil namun terpisah saat beranjak SMP. Oh begitu rupanya, menarik." Cyella terkekeh saat membaca bahwa Lala dan Keira ada hubungan.
Bruk
"Putri papa yang cantik tolongin papa! Papa mau kehilangan ke dudaan papa, tolongin papa sayang!." histeris papa yang langsung mendobrak pintu kamar Cyella dan menutup rapat pintu kamar Cyella.
Wajah ketakutan papa mampu mengundang Cyella untuk terkekeh.
"Hih! Kamu malah ketawa lagi." kesal papa.
"Kenapa?." tanya Cyella memutar kursinya menghadap papa yang duduk di pinggir ranjang.
"Tadi, papa gak nyangka kalau Syana yang papa pungut itu bakal ngasih obat perangsang ke kopi yang dia bikin, untungnya, perut papa tiba-tiba kembung jadinya papa gak minum tuh kopi tapi yang minum tuh si Syana pungut!." jelas papa panjang lebar dan Cyella hanya menyimak saja.
"Trus?."
"Trus ya, tuh Syana pungut jadi kaya cacing kepanasan atau cacing kermi yah? Ah ga tau, pokoknya mah kaya mau ngegoda papa gitu." ucap papa. Cyella mangut-mangut mendengarnya kemudian berdiri dari duduknya.
"Sekarang, dia dimana?." tanya Cyella.
"Di ruang kerja papa, eh kamu mau ngapain?." tanya papa langsung ikut berdiri.
"Menyadarkan hama dari kenyataan." ucap Cyella.
_______
By:NVL.EL
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Psychopath
FantasySiapa yang tidak tau psychopath? Apalagi ini adalah seorang perempuan yang ramah serta murah senyum kepada semua orang tapi nyatanya dia adalah psychopath kejam nan dingin yang sesungguhnya. Dia bahkan bertransmigrasi menjadi antagonist bodoh dan ta...
