31

6K 271 1
                                        

"C-Cyella."

Pelan, Malvino mengeret tubuhnya agar lebih dekat dengan Cyella yang sedang duduk dengan menyilangkan kaki. Tangannya dengan gemetar meraih tangan Cyella lalu memegangnya seerat mungkin.

"Abang, abang harus nglakuin apa lagi buat  Cyella supaya bisa maafin abang?." setetes air mata dari Malvino turun membasahi pipinya, dari lubuk hati sesungguhnya, Malvino sudah benar-benar sadar dan menyesal atas perbuatan bodohnya.

"Naif!." senyum sinis Cyella berikan, kemudian tangannya terangkat pelan dan langsung mencekik leher Malvino kuat.

"Ukh!." mata Malvino melotot terkejut dengan nafas yang tersenggal-senggal dan bagian leher yang terasa amat sakit. Jika bisa membuat Cyella memaafkan dirinya dengan mencekik dirinya, ia rela sangat rela, sekali pun Cyella mencekiknya setiap hari pun ia tetap rela.

Malvino tersenyum sembari menatap Cyella yang menatapnya benci.

"Sekali pun lo bener-bener tobat, gue ga akan pernah maafin lo." ucap Cyella begitu dingin dan menusuk. Malvino menunduk, meremat tangannya.

Ini teguran untuk orang bajingan seperti Malvino, berpikir apa yang dilakukan dengan membuat diri sendiri menderita dan meminta maaf dan langsung dimaafkan?. Tak tahukah perbuatan lamanya lebih menyakiti hati ketimbang fisik.

Cyella yang dulu sakit hati karena perbuatan abang angkatnya, dia sudah bertekad untuk tidak memaafkan mereka seumur hidup.

Cyella berdiri tegak, dirinya sudah bosan melihat drama di depannya, dia sudah ingin bersiap-siap untuk mengakhirinya. Cyella melangkah cepat dan menarik rambut Charka dan melemparkanya hingga kepala Charka menghantam kepala Malvino.

"Aghh!." jerit kesakitan keduanya, Charka dengan menahan sakit dikepala. Tangan Cyella menggapai linggis yang ada dimeja, ditatapnya linggis itu dari atas sampai bawah.

Wushh

"Ukh!." Cyella tertahan, tubuhnya seperti dirasuki oleh sesuatu yang gaib sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya-sendiri. Perlahan sesuatu itu mengangkat linggis lalu dengan brutalnya memukul-mukul Malvino.

"Ha, hahaha." tawa jahat dari Cyella yang ternyata dirasuki oleh Cyella asli.

"Gue Cyella bener-bener benci sama kalian semua!." tunjuk Cyella dengan mata memerah, dadanya yang telah lama memendam kebencian akhirnya bisa ia balas kepada mereka yang menghinanya, hari ini.

"Lo tau gak?! Gue udah banyak berkorban buat lo semua! Tapi apa...? Tapi apa, hah?!!. Gue bener-bener benci, benci, benci! Lo semua yang harusnya percaya sama adek kalian tapi kalian lebih milih orang yang baru dikenal, apa nggak salah? Kita kenal bukan 1 atau 2 bulan tapi lebih bahkan bertahun-tahun! Gue bilang lebih!." tangis Cyella pecah.

Savero dan Kaivand yang melihatnya terenyut, hatinya langsung sakit mendengarnya dan teringat masa lalu itu yang mana menyebabkan rasa bersalah muncul.

Keduanya mulai berpikir, minta maafpun tidak akan berguna jadi kelak keduanya akan dengan tulus menjaga, melindungi, menyayangi, mempercayai Cyella lebih tulus.

Cyella mengusap air matanya, tak berguna juga jika ia menangis lebih baik cepat balas dendam!.

"Gue pikir setelah kita semua beranjak dewasa, kita masih bisa bahagia bareng, ngelakuin semuanya sama-sama, ngelakuin selayaknya kakak-adik, ngelakuin apapun yang kita mau. Tapi, gue yang terlalu naif, gue yang nggak ngerti apa-apa dan gue yang terlalu percaya sama jalang itu!." tunjuknya kepada Kiera.

"Dan sekarang, gue ucapin banyak-banyak terimakasih karena benci sama gue!." Cyella mengangkat linggisnya tinggi-tinggi dengan kedua tangan lalu mengayunkannya dan mulai memukul-mukul Charka.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

"Aghh! Cy! Sakit Cy!." rintih Charka kesakitan.

"Lo bilang sakit?! Segini lo bilang sakit?! Lebih sakit mana gue atau lo?! Lo mikir pake otak!!." rasa marah yang menggebu-nggebu, ditambah rasa tak percaya akan ucapan Charka.

Rasa sakit seperti ini, bagi Cyella hanya seperti ditusuk satu jarum saja tapi kalau rasa sakit hati akan terpendam dan sangat sulit dihilangkan, yang ada hanya akan menjadi stres berkepanjangan dan bunuh diri. Betapa berbahayanya jika menyangkut masalah hati.

"Gu-gue tau Cy, maafin gue hiks." Charka menangis memohon belas kasihan.

"Cuih!." Cyella meludah ke arah Charka.

"Gue ga sudi permintaan maaf lo! Gue jijik sama lo! Gue benci sama lo! Gue pengen lo semua mati!." kata-katanya seolah menginterupsi detak jantung untuk berhenti berdetak dan tangan gaib yang meremat jantung hingga pecah berkeping-keping.

Deg!

Savero, Kaivand dan Charka tertegun dengan apa yang dikatakan Cyella, jantung mereka berhenti berdetak kala mendengar ucapan tegas dan tidak ragu-ragu dari seorang Cyella.

"Ha." seringai tipis Cyella berikan.

Cyella asli memegang erat linggisnya dan mulai memukul-mukul Charka. "Gue pengen lo mati!."

Bugh!

Satu pukulan langsung membuat Charka tak sadarkan. Cyella asli yang melihatnya mendecih tak suka.

"Lemah." Cyella memiringkan jari jempolnya di depan wajah Charka yang pingsan dan dengan keji menendang wajah Charka lalu menginjak kepala Charka kemudian naik ke punggung Charka dengan senyum mengembang sembari melihat ke semua orang yang tergeletak dilantai.

"Ini baru permulaan!." ucapnya keras.

"Uhh!." Cyella (Clazora) memegangi kepalanya yang sakit, matanya menatap ke bawah.

"Bangsat!." Cyella asli mengambil alih tubuh membuatnya tertahan dalam satu tubuh dan tidak bisa apa-apa dan sekarang Cyella asli pun mengambil mangsa terakhirnya.

"Cih." Cyella berdecih kemudian menjentikan jarinya dan muncul beberapa bodyguard yang berderet rapi di depannya.

"Ya, nona?." kompak para bodyguard.

"Bawa mereka ke gudang pendingin." ucap dingin Cyella sembari berjalan keluar tanpa menghiraukan tatapan dari Savero dan Kaivand.

_________

By:NVL.EL

Transmigrasi Psychopath Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang