24

10.1K 511 30
                                        

"Ini mbak handphonenya." ucap Rain menyerahkan handphone setelah selesai mem-video empat orang berbeda gender itu. Jorgas-cowok itu baru saja sampai karena Rain meninggalkannya begitu saja.

"Bagus, no rekening?."

"Eh oh, ini mbak." Rain dengan semangat memberikan handphonenya kepada Cyella. Akhirnya ia dapat cuan.

"Udah."

"Makasih, makasih mbak!." Cyella mengangguk pelan namun matanya nampak melirik Jorgas yang sedari tadi diam dan lebih seperti melamun.

"Jiwa terguncang?." tebak Cyella.

"Iya, gue ga nyangka Keira dan ibunya bakal ngelakuin hal kek gitu. Mulai sekarang gue ga bakalan percaya sama orang lain lagi tapi gue bakalan percaya sama lo doang, Cyella." Jorgas mengepalkan tangannya dengan tekad kuat yang membara.

"Heh." Cyella yang mendengarnya hanya bisa terkekeh.

"Lagi cari kerjaan?." tanya Cyella ketika baru saja mendapati pakaian yang dikenakan Rain nampak rapih.

"Eh iya mbak." angguk Rain.

"Kebetulan saya ada. Kalo mau." ucap Cyella.

"Mau mbak, mau, saya juga lagi butuh uang." ucap Rain.

"Mudah, kamu cuman jadi penguntit anjing yang ingin menjadi manusia." Cyella tersenyum tipis kala mendapati raut kebingungan dari Rain dan Jorgas.

Maksudnya, siluman anjing kah?.

_______

"Wuahh, akhirnya kita bisa berbelanja." ucap Syana dengan riang setelah keluar dari mall.

"Haha iya bu, uhh aku jadi ga sabar mau cobain baju-baju ini deh." ucap Keira yang menenteng beberapa paper bag ditangannya. Uang yang mereka hasilkan dari hasil nge-lonthe, bahkan security di kediaman papa saja jadi incaran dua lonthe ini.

"Ohh, lagi banyak duit nih? Bagi-bagi dong." seorang pria tiba-tiba saja datang tanpa diundang membuat Syana dan Keira melototkan matanya terkejut.

"E-enggak kok." ucap keduanya yang langsung menyembunyikan beberapa paper bag ke belakang pungung.

"Udah berani ngelawan rupanya. Sini ga duitnya, cepet!." pria itu atau bisa disebut ayahnya Keira dan mantan suami Syana yang bernama Rudiawan mencoba merebut paksa uang sisa belanjaan keduanya.

"Enggak bakalan gue kasih, minggir ga lo!." Syana dan Rudiawan saling berebut tanpa mau mengalah.

"Hiks, udah bu hiks kasih aja." isak Keira sembari memeluk erat belanjaannya.

"Lo memang anak gue. Lo denger ga apa kata anak gue? Lepas!." sekali rebut uang itu langsung berada di tangan Rudiawan.

"Dikit banget, cuman 400 rebu doang lagi." ucapnya setelah memghitung uang berwarna merah tersebut.

"Lain kali dapet uangnya lebih banyak lagi, oh ya hari ini kalian harus melayani pria yang bernama Agus, dia sudah membayar kalian dua kali lipat." ucap Rudiawan sembari menunjuk orang yang di sampingnya.

Agus tampak menatap kedua ibu dan anak itu dengan pandangan bergairah, lidahnya menyapu dan membasahi bibirnya dengan sensual. Syana dan Keira nampak terdiam saat melihat Agus semakin mendekat kearah keduanya.

"Cantik sekali." ucap Agus membelai lembut pipi Keira, tangannya lalu turun mengusap bibir merah itu.

"Bagus, bagus, gue suka sama bodynya, udah cantik, seksi, bokong gede, tapi sayang, longgar. Eih gapapa walau udah bekas juga tapi gue suka sama dua jalang ini." ucap Agus dengan kedua tangan yang melilit pinggang Syana dan Keira.

"Hahaha, syukur kalo lo suka, selamat menikmati." Rudiawan tertawa sembari menepuk-nepuk pundak Agus.

"Inget layani pelanggan sampai puas." bisik Rudiawan kepada Syana setelah itu Rudiawan pergi meninggalkan ketiga orang itu dengan tangan yang mengibas-ngibas uang yang di dapatnya.

"Ayo sayang." ketiganya mulai berjalan dengan tubuh yang saling menempel erat.

"Eh, kok kaya Keira? Trus, disampingnya juga ada Bi Syana dan om-om?." Charka mengucek-ngucek matanya kala melihat ketiga orang yang baru saja melewatinya.

"Gak mungkin, gue pasti cuman halu, mana mungkin Keira yang polos bakal kaya gitu. Hahh, kayanya gue kurang istirahat jadi halusinasi." kekeh Charka.

"Cih, kalo yang kaya gitu mah, paling si Cyella jalang itu, Cyella sama Keira tuh jauh perbandingannya, kalo Keira itu planet sedangkan Cyella tuh cuman lumpur!." ucapnya membandingkan.

"Bener-bener gue ga sudi punya adek kaya Cyella jalang itu! Muak gue liatnya, setiap hari caper mulu, trus kerjaannya cuman bisa bully sama fitnah orang lagi." ucap Charka.

______

"Emm sayang, sini om cium." Keira dan Agus berciuman manja di gang sempit yang jarang dipakai orang lewat.

Tangan Agus nampak meremas-remas gundukan Syana yang sudah tidak berbaju lagi.

"Emhh omhh pelanhh-pelanhh." Keira melenguh kala tangan Agus yang satunya lagi telah masuk ke vaginanya dan mengobrak-abrik isinya.

"Ahh sayanghh, desahanmu emhh ohh nikmathhh." tangan Keira mengelus-elus pen!s Agus yang masih terbungkus celana.

"Ahh, ahh ahh omhh." Keira mendesah-ndesah nikmat tak karuan.

Agus langsung melorotkan pakaian keduanya dan dirinya. Ia mencium bibir Syana namun pen!snya dikulum oleh Keira.

Kedua jari Agus kini mulai masuk ke dalam vagina Syana-maju mundur hingga Syana hanya bisa mendesah nikmat.

"Umhh, ohh ahh penuhh ahh enghh ahh ahh."

"Ohh ahh enakhh enghh enghh ohh ahh ahh."

Basah?

_______



By:NVL.EL

Transmigrasi Psychopath Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang