Apakah kalian pernah menemukan sosok laki laki yang rela tidak makan, tidak minum,dan tidak tidur selama satu Minggu lamanya.sosok laki laki yang rela berdiam diri di dalam masjid selama satu Minggu lamanya, hanya demi berzikir,berdoa, memohon petun...
Seperti biasa sebelum lanjut baca utama kan vote dulu,dan komen juga.
Kalau bisa komen nya di setiap paragraf ya
Kalau ada TYPO bantu tandai aja
Terimakasih
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Tepat pukul 4 pagi, Ayna bangun dari tidurnya,ia melihat di sampingnya tidak adanya Rayyan,di mana suaminya itu.mata Ayna melirik jam yang ada di atas nakas,lalu pandangannya beralih menatap sosok laki laki yang tengah duduk bersila di sajadahnya, bahkan laki laki itu terlihat sudah sangat rapih dengan menggunakan baju Koko dan sarung,tak lupa juga dengan peci yang terpasang di kepalanya.
"Mas Rayyan."Gumam Ayna.
Ayna mengerenyit bingung, adzan subuh belum berkumandang,lalu kenapa Rayyan sudah duduk di sajadah sabari memegang tasbih seraya berzikir.Ayna menghela napas, mungkin laki laki itu telah selesai melaksanakan sholat sunah,tapi yang membuat Ayna bingung, kenapa suaminya itu tidak membangun kan nya dan tidak mengajak nya sholat sunah bersama,apa mungkin suaminya itu tidak ingin menganggu tidur nya, itulah yang di pikirkan Ayna.
Ayna beranjak turun dari tempat tidur,ia melangkah mendekati Rayyan,dan duduk di dekat Rayyan.
"Mas Rayyan."Panggil Ayna.
Tidak ada jawaban,laki laki itu sangat fokus berzikir dengan memejamkan kedua matanya, Ayna tersenyum saat melihat itu.
"Mas Rayyan kok gak bangunin Ayna, Ayna juga pengen sholat tahajud sama mas."
Rayyan membuka matanya kala ia mendengar suara perempuan nya, Rayyan menoleh menatap Ayna yang ada di sampingnya.
"Maaf,tadi saya tidak tega membangunkan kamu."
Ayna tersenyum."Yaudah gak papa mas,kalau gitu Ayna siap siap dulu ya, bentar lagi kan subuh."
Rayyan mengangguk dengan tersenyum kecil.Ayna beranjak berdiri dan melangkah menuju kamar mandi, Rayyan menatap binar kepergian Ayna hingga gadis itu telah masuk ke dalam kamar mandi.
"Apa yang harus saya lakukan sekarang, kenapa perkataan Tasya selalu saja menghantui pikiran saya."Gumam Rayyan.
"Ya itulah kenyataannya, kedua orang tua Ayna, mereka adalah penyebab kecelakaan itu terjadi, kecelakaan yang menimpa ayah kamu."
"Baiklah jika kamu tidak percaya,tapi kamu bisa menanyakannya langsung kepada istri tercinta mu itu,dia pasti tau tentang kecelakaan itu."
Kata kata itu terus saja terngiang-ngiang di pikiran nya,sejak Rayyan kembali ke rumah dengan membawa beban pikiran yang berhasil membuatnya terlena, hingga akhirnya Rayyan memutuskan untuk sholat tahajud dan ia tidak melanjutkan tidurnya, melainkan berdiam diri di sajadah seraya berzikir,menangkan diri dan memohon petunjuk kepada Tuhan nya.