13 ~ KEHILANGAN ??

1.7K 161 3
                                        

Instagram : vi_borneogirl
Tiktok : vi.borneogirl
Twitter : vi_borneogirl

borneogirlTwitter : vi_borneogirl

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

• • • • •

Disebuah ruangan rumah sakit milik keluarga Alvaro, di sanalah Tia terbaring tidak sadarkan diri. Di ruangan itu juga sudah ada keluarga serta beberapa anggota AERLANG, Farel memang sengaja memberitahu mereka, bagaimanapun juga, Adam adalah anggota AERLANG.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Azlan.

"Menurut saksi mata, mobil Adam oleng, kayaknya remnya blong.. Terus dia hampir nabrak 2 anak kecil, tapi Adam banting setir dan akhirnya nabrak pohon, terus jatoh ke jurang.. Gak lama kemudian mobil Adam meledak.." sahut Farel menjelaskan.

Azlan beserta keluarga yang lain terkejut bukan main saat mendengar penjelasan Farel soal tragedi kecelakaan yang Adam alami. Bu Azizah, Nyai Maryam dan bu Aisyah sudah menangis, hati mereka berdenyut nyeri mendengarnya. Bu Aisyah dan Nyai Maryam sama-sama menguatkan bu Azizah, sebagai seorang ibu, mereka sangat tau bagaimana perasaan bu Azizah saat itu.

"Lalu bagaimana keadaan Adam?" tanya pak Ihwan.

"Itu dia yang masih kami selidikin om.. Disekitar mobilnya gak ada tanda-tanda Adam.. Meskipun kebakar, harusnya masih ada bukti jasadnya, soalnya waktu kejadian banyak warga yang bantu padamin apinya sebelum pemadam kebakaran datang.."

"Itu artinya Adam selamat?" tanya Devan memastikan.

"Mungkin iya, mungkin juga gak.. Waktu mobil Adam kebakar, posisinya deket sama sungai besar.. Ada kemungkinan Adam sempet keluar dari mobil dan larut di sungai itu.. Tapi arus sungai itu deres banget, dan banyak bebatuannya juga.. Ngeliat kondisi sungai dan keadaan Adam juga pasti parah karna kecelakaan, kemungkinan dia selamat cuma 15%.."

"Aku yakin dia selamat.. Dia tidak selemah itu.." ucap Azlan dengan kondisi mata yang sudah berkaca-kaca.

"Kita doakan saja.. Semoga Allah melindungi Adam.. Semua takdir di tangan Allah.. Jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang mustahil.. Begitu juga dengan keselamatan Adam.." timpal Kyai Hafidz berusaha menenangkan semua keluarga, meskipun dirinya sendiri juga merasakan sakit yang mendalam.

Semuanya mengangguk paham, dan suasana pun menjadi hening. Mereka terdiam, larut dalam pikiran mereka masing-masing. Dalam hati, meraka selalu berdoa untuk keselamatan Adam.

"Mas Adam.." panggil Tia.

Fokus semuanya teralihkan pada Tia yang masih terbaring di atas brankar, matanya terpejam namun bibirnya terus memanggil nama Adam. Kepalanya juga terus bergerak gelisah, sepertinya Tia sedang mengigau.

"Kak Tia.." panggil Via yang kebetulan berada paling dekat dengannya.

Masih belum ada jawaban, bahkan Tia belum membuka matanya. Via mengusap kepala Tia sembari terus memanggilnya, ia bisa melihat air mata Tia mengalir begitu saja, meskipun mata itu belum terbuka. Seketika mata Via pun ikut berkaca-kaca, sebagai saudara kembar, Via lah yang paling bisa merasakan apa yang Tia rasakan.

Dear HumairaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang