Instagram : vi_borneogirl
Tiktok : vi.borneogirl
Twitter : vi_borneogirl

• • • • •
Meskipun Agam sudah tinggal di rumah Tia dan Adam lagi, namun ia belum bisa menghilangkan rasa takut Aqila pada dirinya. Agam sangat maklum dan juga sangat menyesal. Jujur saja, Agam sudah sangat ingin memeluk keponakannya yang cantik nan lucu itu.
"Aqila main apa?" Agam ikut duduk lesehan di lantai bersama Aqila yang sedang bermain masak-masakan.
Seketika Aqila menghentikan pergerakannya, ia menatap Agam dengan tatapan takut. Bola matanya perlahan bergerak, mengikuti pergerakan tangan Agam yang mengusap lembut kepalanya.
"Aqila mau belajar naik sepeda Om," ucap Adam, memecah keheningan diantara mereka.
Agam melirik Adam sejenak, bibirnya tersenyum sebagai ucapan terimakasih karena sudah bersedia membantunya mendekati Aqila. "Bener? Aqila mau belajar naik sepeda?"
Aqila mengangguk ingin, walaupun pergerakannya terlihat kaku. "Ayo Om ajarin, kita belajar di depan," ajak Agam, sembari mengulurkan tangannya.
Aqila menoleh ke arah Adam, dan Adam pun mengangguk meyakinkan. Aqila kembali menatap Agam yang tersenyum padanya, lalu menyambut uluran tangan Agam, membuat Agam tersenyum senang dan langsung menggendongnya.
Dari posisi duduknya, Adam ikut tersenyum sembari memperhatikan langkah Agam yang membawa Aqila ke halaman depan. Adam harap dengan cara itu rasa takut Aqila akan hilang, ia juga tidak ingin putri kecilnya tumbuh besar dengan rasa trauma.
"Loh, Mas, Aqila mana?" tanya Tia yang baru datang dari dapur, bersama Bu Azizah.
"Lagi belajar sepeda sama Bang Agam," sahut Adam.
"Tumben bukan kamu yang ajarin?" tanya Bu Azizah.
Adam pun tersenyum sembari meraih secangkir teh di meja tamu. "Biar lebih dekat dengan Abang, Umma."
Tia dan Bu Azizah reflek tersenyum sembari mengangguk singkat, mereka baru ingat jika hubungan Agam dan Aqila belum begitu baik. Tidak ingin mengganggu, mereka pun memutuskan untuk duduk bergabung dengan Adam saja.
Di sisi lain, Aqila sedang mengayuh sepeda roda 4, di mana 2 roda diantaranya adalah roda kecil di kedua sisi roda belakang, berfungsi untuk mengimbangi. Tiba-tiba saja Aqila berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah yang dulu ditempati Aya, satu-satunya teman Aqila yang tidak ingin berteman dengannya lagi.
"Aqila capek?" Aqila mendongak menatap Agam, lalu menggeleng. "Terus kenapa berhenti di sini?" tanya Agam lagi.
"Dulu Aqila punya temen di sini, Om," ucapnya sembari menunjuk rumah kosong itu, raut wajahnya pun tiba-tiba sedih. "Tapi Aya bilang, Aqila jahat. Habis itu Aya nya pelgi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Humaira
Romance📌 FOLLOW SEBELUM BACA ❗❗❗ 📌 Sequel "Takdir si Kembar" 📌 End - Part Lengkap Sintia Almaira Putri As-Syifa, kerap disapa Tia. Ia ditakdirkan terlahir kembar, ia juga ditakdirkan menjadi seorang istri dari Adam Alfian Shihab dan memiliki bidadari ke...
