14 ~ BELUM IKHLAS

1.5K 150 15
                                        

Instagram : vi_borneogirl
Tiktok : vi.borneogirl
Twitter : vi_borneogirl

• • • • •

Hari itu, sudah terhitung 3 hari kepergian Adam. Anggota AERLANG serta anggota kepolisian masih terus menyelidiki kasus kecelakaan Adam, dan Tia pun juga masih terus berharap Adam akan kembali.

Hari-harinya terasa berbeda tanpa kehadiran Adam, ditambah Aqila yang terus menanyakan kenapa Adam tidak kunjung pulang, bahkan gadis kecil itu selalu menangis saat mendapat jawaban jika Adam belum bisa pulang.

Tia memang tidak mengatakan yang sebenarnya tentang Adam pada Aqila, ia merasa jika Adam masih hidup. Akibat perasaannya yang tidak kunjung tenang, Tia sengaja pergi dari rumah tanpa sepengetahuan bu Azizah dan Aqila, ia pergi ketempat dimana mobil Adam terbakar.

Dengan hati-hati, Tia melangkah mencari jalan untuk menuruni jurang itu, kebetulan di sana ada jalan kecil yang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk menuju sungai di sana.

Setelah beberapa saat berusaha, akhirnya Tia tiba juga dipinggir sungai. Tia memperhatikan arus sungai yang deras, serta bebatuan besar yang menghampar disepanjang sungai itu. Air matanya menetes begitu saja saat membayangkan bagaimana kondisi Adam jika sampai larut ke sungai itu.

Tia beralih memperhatikan kerangka mobil Adam yang habis terbakar, masih dikelilingi police line. Air matanya semakin deras, di sana ia tidak menemukan bukti apapun.

Tia pun kembali memperhatikan aliran sungai, Tia menyipitkan matanya saat melihat sesuatu dipinggir sungai. Dengan cepat Tia menghampiri benda itu, ternyata itu adalah sebuah tasbih digital yang tersangkut di akar tumbuhan yang ada di pinggir sungai itu.

"Tasbih ini.." gumam Tia.

Air matanya kembali menetes saat mengenali tasbih itu, tasbih yang dulu pernah Tia berikan pada Adam saat mereka masih kecil, meskipun sudah Adam kembalikan pada Tia, namun Adam memang suka membawa tasbih itu jika pergi keluar dari rumah.

Dengan adanya tasbih itu dipinggir sungai, Tia yakin jika Adam larut terbawa arus sungai. Tanpa pikir panjang, Tia segera beranjak untuk menyusuri sungai itu, dengan harapan bisa menemukan petunjuk lainnya.

"TIA.." panggil seseorang.

Tia segera menoleh ke asal suara, ternyata anggota AERLANG ada di sana. Mereka sedang menghampiri Tia dengan buru-buru, Tia juga melihat ada beberapa anggota polisi, sepertinya mereka ingin meneruskan pencarian suaminya.

"Lo ngapain di sini?" tanya Devan.

"Aku mau cari mas Adam.." sahutnya dengan tatapan yang masih tertuju pada aliran sungai.

"Lo di rumah aja.. Biar kita yang cari.." ucap Farel.

Tia menggeleng kekeh, "Gak.. Aku mau cari mas Adam.. Aku nemuin ini dipinggir sungai, ini punya mas Adam.." sahutnya sembari memperlihatkan tasbih digital tadi.

Dear HumairaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang