Libur kenaikan kelas telah tiba, dan sekarang lima bayi besar kita sedang berdiskusi ria di taman mansion sambil meminum minuman hasil ide gila dari Rafaell, Extra joss di campur susu kental manis indomilk putih. (Kagak di endorse tapi tetap sebut merek, minimal endorse lah😌).
"Huwaaaa enak" kaget Archiell yang baru merasakan dua minuman ini campur.
"Ciel belum pernah minum ginian?" tanya Gabriell heboh.
"Abang santai aja, ngga usah heboh! Belum pernah lah, kalau udah pernah Ciel ngga bakal sekaget ini" jengah Archiell.
"Dih ngegas! PMS lu?" balas Gabriell tak kalah jengah.
"CIEL COWO!" geram Archiell.
"Bodoh" balas Gabriell acuh.
Beginilah sudah jika kedua anak ini masuk mode egois nya masing-masing, tapi tenang saja hal ini tidak akan bertahan lama. Liat saja sebentar.
"Gabi!" bentak Raza.
Gabriell dan Archiell terdiam, belum pernah Raza membentak mereka seperti barusan.
"Siapa yang ajar Gabi ngomong kasar kayak gitu!" tanya Raza tegas.
"Ciel yang salah bang Aza, jangan marah bang Gabi" lirih Archiell.
"Ngga, Gabi yang salah, Gabi minta maaf abang" lirih Gabriell menarik Archiell untuk bersembunyi di belakang dirinya.
"Ya udah lain kali jangan gitu lagi" ucap Raza lembut.
"Abang ngga marah kan?" tanya Gabriell gugup dengan suara pelan.
"Kenapa nanya gitu?" tanya Reza yang baru saja ingin bergabung tapi malah mendengarkan pertanyaan Gabriell yang sedikit mengusik pikirannya.
"Bang Aza tadi bentak abang Gabi" lapor Archiell pada Reza.
"Aza? Jelasin ke abang" tegas Reza namun masih terdengar lembut.
"Bukan apa-apa bang, Aza cuma sengaja marah doang, biar mereka berdua jangan bertengkar. Kan abang tau sendiri kalau mereka dua keras kepala, jadi harus di marahin satu dulu baru bisa akur kembali" jelas Raza acuh dan meminum minumannya, tanpa memperdulikan Gabriell yang matanya sudah berembun.
"Aza sayang hei, adek nya mau nangis itu" tunjuk Reza kepada Gabriell dan Archiell.
"Loh-loh kok dua bayi matanya merah gini?" tanya Gallen heboh saat melihat kedua bayi tersebut mau menumpahkan air matanya.
"Ihh Gabi, Ciel jangan nangis ya, abang bercanda doang tadi" jelas Raza gugup karena kedua adiknya sudah pasti akan menangis.
"Huwaa abang aza seram kalau bentak Gabi" rengek Gabriell dan berhambur dalam pelukan Raza.
"Abang Eza hiks, abang Aza bentak abang Gabi, Ciel ngga suka" aduh Archiell dalam pelukan Reza.
"Aduh abang, Aza benar-benar ngga marah mereka tadi, Aza cuma bercanda" jelas Raza sambil terus berusaha menenangkan Gabriell yang tengah menangis.
"Angga sayang, sini kita minum ini aja" ajak Rafaell saat melihat Anggara yang diam menyaksikan interaksi abang dan adiknya ini.
"Loh loh loh bayi kenapa lagi hah?" heran Gallen dan memeluk Anggara.
"Abang hiks, dua adek Angga nangis, Angga ngga suka" adu Anggara dan menangis dalam pelukan Gallen.
"Tau ah, mending Rafa habisin minuman ini" jengah Rafaell dan hendak meminum minuman extra joss campur susu kental manis tersebut sendirian, hingga suara serak tiga bayi yang sedang menangis menghentikan kegiatan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Spoiled Twin [END]
De TodoNOTE: Bagi yang baru baca, author saranin baca Archiell dan Gabriell dulu ya, biar ngga bingung kalau tiba-tiba muncul karakter lama😇 Dingin dan tak tersentuh sengaja dia sematkan dalam karakternya agar kehadiran/eksistensinya tidak disadari semua...
![My Spoiled Twin [END]](https://img.wattpad.com/cover/343795632-64-k238333.jpg)