36. Abang baru

1.7K 132 52
                                        

Mobil Asgara sudah sampai depan mansion, Raymond dan Anggara cepat-cepat turun dan berlari ke dalam mansion, belum juga melewati pintu utama, suara menggelegar Raza sudah memecahkan keheningan malam, sampai-sampai Gabriell terbangun dari tidurnya.

"ABANG RAYMOND VALLORAND! ANGGARA VALLORAND! BERHENTI KALIAN! ATAU LEHER KALIAN AZA BENGKOKIN!" teriak Raza menghentikan langkah Raymond dan Anggara.

"Dek, abang log out dari dunia orange ini bisa ngga sih, cape abang, jadi anak sulung ngga ada harga dirinya" bisik Raymond pasrah pada Anggara.

"Angga juga kalau bisa pengen log out, jadi pemeran sampingan tapi masuk di keluarga yang banyak masalah, cape mental dan raga bang" jawab Anggara.

"Diam kalian, ngomongin hal yang ngga masuk akal! Masuk!" pinta Raza menjewer telinga abang dan adiknya dan menarik mereka berdua masuk ke dalam mansion.

Sedangkan semuanya sedang menyaksikan interaksi mereka dari ruang utama.

"Kenapa di jewer gitu abangnya yah?" tanya Gabriell yang terbangun dari tidurnya karena teriakan Raza.

"Nakal" kekeh Asgara dan masuk kedalam mansion menyusul yang lainnya.

"Kenapa di jewer telinga Raymond dan Anggara?" tanya Jayden.

"Demen bikin rusuh bang, makanya Aza jewer aja telinganya" jawab Raza singkat.

"Putusin aja telinganya dek, cape abang nasehatin tapi ngga didengarin" balas Hersa

Raymond menatap horor kearah abangnya itu, apa abangnya tidak tahu kalau Raza juga tadi mengancam akan memutuskan telinga mereka.

"Abang diam, abang tuh ngga di ajak!" tegas Anggara.

"Tuan muda, butuh sesuatu? Biar saya ambilkan" tawar salah satu pelayan saat melihat Reza berjalan menuju dapur.

"Abang Reza Vallorand yang terhormat, mau kemana?" tanya Raza, melepas jewerannya pada telinga Raymond dan Anggara lalu mendekat ke arah Reza.

"Dapur" balas singkat Reza.

"Stop" tegas Raza.

Reza berhenti dan menatap datar Raza, menaikan satu alisnya saat melihat raut tidak bersahabat Raza.

"Apa? Aku haus, mau minum" jelas Reza singkat.

Raza menatap lekat mata sang abang, menurunkan pandangannya menuju kaki Reza dan naik perlahan hingga netra mereka kembali bertemu.

"Aku haus, tapi tidak ada siapapun di kamar, jadi aku berinisiatif untuk turun dan ambil airnya sendiri, aku tidak ingin menyusahkan orang lain" lanjut Reza menjelaskan semuanya panjang lebar.

Raza hanya menaikan satu alisnya, dan mendatarkan wajahnya.

"Ak-aku sudah memanggil Calvin, dan yang lainnya, tap-tapi tidak ada yang menjawab, Xavier juga tidak ada di depan kamar ku tadi" lanjut Reza gagap.

Entah kenapa, Reza menjelaskan semuanya panjang lebar padahal Raza bahkan tidak bertanya pada nya.

"Ngga ada yang tanya tuh" balas Raza singkat, padat, dan rasanya anjim bangetttt.

Reza menatap cengo ke arah Raza, benar-benar ucapan Raza tadi diluar prediksi BMKG, bahkan Asgara dan yang lainnya saja sudah sampai tertawa puas mendengar jawaban Raza.

"Ngga ada niatan minta maaf?" tanya Raza datar.

Sekarang gantian Reza yang mengangkat sebelah alisnya.

"Ngapain minta maaf?" tanya Reza heran.

Raza mengangguk beberapa kali, menarik napas dalam, menenangkan pikirannya dan menatap datar Reza.

My Spoiled Twin [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang