Setelah kejadian hari itu, kini keluarga Vallorand kembali harmonis dan riweh dengan kelakuan bayi besar yang mengundang amarah tapi di larang untuk memarahi mereka.
"Archiell yuhuuuu~" teriak Gabriell dari lantai tiga, sedangkan Archiell berada di lantai satu sedang nonton bersama Reza dan Raza.
Asgara yang sedang duduk menyelesaikan pekerjaannya di ruang keluarga langsung menegur sang putra.
"Gabi jangan teriak!" teriak Asgara.
"OMG, astaga ayah udah tua banget ya! Larang Gabi jangan teriak, tapi ayah teriak juga" balas Gabriell tak kalah berteriak saat keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ayahnya.
Asgara mengangkat sebelah alisnya, Gabriell susah di kalahkan kalau urusan berdebat.
"Ada apa? Jika kau tiba-tiba duduk dan bersandar di bahu ayah, pasti ada maunya!" jengah Asgara.
"Ayah, bang Reza curhat ke Gabi, katanya 'setelah dipikir-pikir, kita itu remaja jompo yang butuh uang 100 juta ngga sih?' dan setelah Gabi pikir lagi, ternyata benar Gabi butuh uang buat healing jiwa merana ini" ucap Gabriell mendramatisir keadaan.
"Lah sabar? Kok abang yang di bawa-bawa?" tanya Reza heran.
"Udah sih bang, kalau Gabi dapat uang nya kita bagi dua" jengah Gabriell.
"Terserah lu lah dek, pasrah abang" ucap Reza dengan nada lelahnya.
Asgara tersenyum melihat interaksi anak-anaknya itu.
"Apa? Kenapa ayah tersenyum seperti itu? Like pedofil tau ngga" ngeri Gabriell.
"Dasar anak durjana! Sana cuci mobil ayah, nanti baru ayah kasih uangnya" jengah Asgara
"What? Really? Oh my God, my ayah is durhaka! Ini panas loh yah, nanti matahari nya bakal burn my kulit" ucap Gabriell dengan wajah heboh nya.
Asgara yang bingung dengan ucapan sang anak yang entah bahasa kalbu mana yang dia gunakan saat ini mengerut kan keningnya.
"Mau tuh matahari fried you kulit atau boil you kulit juga ayah no peduli" balas Asgara julid.
"Hah? Ayah belajar bahasa inggris nya jangan setengah-setengah! Kentara bodohnya" acuh Gabriell dan berjalan meninggalkan sang ayah.
"Heh! Dasar anak dajjal! Sini kamu" tegas Asgara yang tidak habis pikir dengan anaknya ini.
"Apa! Kalau mau kasih uang gas! Kalau ngga! Sorry kita ngga kenal!" acuh Gabriell dan duduk di pangkuan Raza.
"Kenapa kasar gitu huh ngomongnya?" tanya Reza lembut.
"Ayah tu bang, masa minta uang aja harus nyuci mobil! Pikir Gabi pembantu kali" rajuk Gabriell.
"Tapi ngga boleh kasar sayang" tegur Raza lembut.
"Ish, abang ngga tau cape nya nyuci mobil! Gabi mah udah, bangun pagi-pagi bersihin halaman, kolam, nyuci pakaian, mobil, motor, bersihin mansion dan hmpppp"
Gabriell terkejut saat sang ayah tiba-tiba memeluk tubuhnya erat dan menenggelamkan wajahnya di perut kotak-kotak sang ayah (Gabriell tukar posisi sama author boleh la ya😭)
"Maaf sayang, maaf, ayah tidak bermaksud seperti itu" lirih Asgara.
Ting~
Reza mengerutkan keningnya saat mendapatkan notifikasi di handphonenya.
"Ayah! Apa-apaan ini? 50 juta??? Untuk apa uang sebanyak ini?" kaget Reza saat mendapatkan notifikasi transferan dari sang ayah.
"Bawa adek-adek mu bersenang-senang" jawab Asgara dan mengelus rambut sang putra.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Spoiled Twin [END]
AlteleNOTE: Bagi yang baru baca, author saranin baca Archiell dan Gabriell dulu ya, biar ngga bingung kalau tiba-tiba muncul karakter lama😇 Dingin dan tak tersentuh sengaja dia sematkan dalam karakternya agar kehadiran/eksistensinya tidak disadari semua...
![My Spoiled Twin [END]](https://img.wattpad.com/cover/343795632-64-k238333.jpg)