40 | Tentang kita END

4.6K 478 106
                                        

Extra Part ada di Karya Karsa yaw.. Link ada di profil

***

PART 40 : Tentang kita

***

Dia tidak pernah bermimpi akan menikah di usia awal 20an, apalagi menjadi seorang ibu muda. Demi apapun, kedua hal itu tidak pernah terbesit dalam benak apalagi menjadikannya sebagai rencana masa depan. Namun takdir justru membawanya ke dalam kisah yang tidak pernah dirinya sangka-sangka.

Sejujurnya, kecurigaan itu sudah mulai muncul setelah satu minggu ia terlambat mendapatkan tamu bulanan, namun Kinan mencoba menampik fakta yang tersaji dan berdalih sudah biasa mengalami keterlambatan padahal sebelum-sebelumnya jelas tidak pernah selama itu.

Sampai kemudian perkataan teman-temannya membuat ketakutan dalam benak kian menjadi. Tak mampu lagi bersembunyi dalam kepura-puraan, ia putuskan mengatakan kecurigaannya itu pada sang suami yang kemudian memberinya sebuah ide.

Dan saat ini, dengan keberanian yang masih setengah-setengah, Kinan menatap ngeri pada benda tipis yang Prabu bawa untuk merealisasikan ide laki-laki itu.

"Kita coba cek pake ini dulu. Kalau udah pasti, besok kita pergi ke rumah sakit buat periksa."

Kinan meneguk saliva susah payah sebelum bergerak mengambil lima buah test pack yang Prabu beli di apotek setelah ia katakan kecurigaannya mengenai kehamilan yang barangkali benar-benar terjadi.

"Kalau positif gimana?"

"Nanti kita saling kasih selamat soalnya bentar lagi mau jadi orang tua." Prabu tergelak santai. Sungguh ekspresi yang sangat berbanding terbalik dari sang istri yang masih terlihat tegang.

"Aku serius, Prabu. Gimana kalau aku beneran hamil?"

Refleks Kinan menyentuh perutnya dan gerak-geriknya tak lepas dari perhatian sang suami.

"Yang pasti sih perut kamu bakal mirip balon, Kin. Jadi melendung gede."

Gemas dengan reaksi santai yang Prabu berikan, Kinan lantas memukul lengan suaminya.

"Aku serius, Prabu!"

Menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan, Prabu membagi senyum hangat seraya mengusap lembut puncak kepala sang istri.

"Kamu nggak usah khawatir, aku bakal berusaha jadi suami yang siap siaga. Tapi sebelum itu, kita perlu memastikan jantung para orang tua aman andai kamu benar-benar hamil." Kekehnya ringan.

"Kamu nggak takut?"

Prabu menggeleng.

"Awalnya aku pikir bakalan gila kalau tiba-tiba jadi papa muda. Tapi ternyata aku salah," ia dekap pipi sang istri bersama senyum hangat yang masih terpatri di wajah. "Hidup kita terus berjalan Kinan, apapun yang ditakdirkan buat kita pastilah itu yang terbaik. Mungkin awalnya akan terasa berat, tapi percayalah selama kita menjalaninya dengan ikhlas pasti semua akan berakhir indah walaupun harus dibarengi dengan air mata."

Kinan mengerjapkan mata mendengar kalimat dewasa dari bibir Prabu.

"Punya anak sekarang atau nanti, kita akan tetap menjadi sepasang orang tua yang harus bertanggungjawab atas apa telah diberikan untuk kita. Di luar sana banyak pasangan yang harus menunggu bertahun-tahun, untuk itu kita harus bersyukur kalau memang dikasih cepat."

"Aku nggak menolak kehadirannya kalau memang dia udah ada disini," Kinan kembali mengusap perutnya. "Yang aku takutkan, kita nggak bisa menjadi orang tua yang baik karena nggak ada kesiapan apapun."

"Nanti kita belajar bersama-sama ya? Karena semua orang juga butuh belajar untuk menjadi bisa."

Paham betul akan ketakutan sang istri, Prabu berusaha bersikap tenang kendati diri masih dihinggapi keterkejutan.

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang