Alora Castelio wanita cantik keturunan bangsawan yang menikah di usia muda dengan Noah Dawson seorang bangsawan muda yang sukses dan berada di status sosial yang lebih tinggi dari keluarga Castelio
Setelah bertahun-tahun menikah dengan sifat mereka...
Saat sarapan adalah waktu yang di tunggu-tunggu oleh caspian dan arlo,tapi pagi ini mereka tampak cemberut dan tidak berselera makan
"Apa makanan nya tidak sesuai selera kalian?"
"Bukan,makanan nya enak hanya saja..." Ucapan arlo terjeda karena dia tidak enak meneruskan kalimatnya
"Hanya saja apa?" Alora penasaran dengan kelanjutan kalimat arlo
"Hanya saja ada ayah yang membuat suasana tidak enak" mulut caspian benar-benar ringan mengucapkan kalimat itu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kalau kau tidak nyaman maka pergilah makan di tempat lain" Noah membalas ucapan anak bungsunya
"Aku mau bersama ibu,ayah saja yang pergi"
"Kenapa kau menempel terus pada istriku?"
Alora melongo mendengar perkataan noah dia tidak habis pikir dengan sikap kekanak-kanakan suaminya
"Karena istri ayah ibu ku!"'
"Dia milikku bocah"
"Aku sudah bersama ibu sejak di kandungan!"
"Aku bersama istriku sejak kalian belum lahir" Noah dengan bangga mengatakan hal bodoh di depan anak nya yang masih kecil
"Ayah hentikan kau mempermalukan dirimu sendiri" arlo sudah tidak tahan mendengar pertengkaran ayah dan adiknya begitu juga alora yang di buat pusing dengan mereka
"Kau mengatur ku? Kau hanya bocah dari hasil benihku jangan sok mengatur ku bocah" noah menatap remeh anak sulungnya
"Noah hentikan... Ku rasa perkataan mu sudah sangat jauh mereka masih anak-anak"
"Kenapa memang benar mereka berasal dari sper. ..emmpphhh" mulut noah di bungkam oleh alora karena hampir mengatakan hal vulgar di depan anak kecil bahkan saat sarapan
"Anak-anak maaf ibu dan ayah akan pergi duluan jadi kalian selesaikan sarapanya ok" alora tersenyum sambil menyeret noah berjalan meninggalkan ruang makan
"Hah... Hah apa-apa kau mau membunuhku?"
"Jika bisa aku sudah menembak kepala mu sekarang,kenapa kau bisa mengatakan hal vulgar begitu di depan anak-anak "
"Agar mereka paham asal usul mereka dan menurut tidak membantah ku lagi"
"Dasar gilaaaaaa" alora meninggalkan Noah dia pergi ke kamar nya untuk menenangkan diri
Noah memang semakin terbuka dan perduli tidak lagi cuek dan dingin tapi sikapnya malah menyebalkan
Dia seperti tidak mau kalah dan cemburu pada anaknya sendiri, sungguh tidak masuk akal
"Sampai jumpa saat makan siang istriku" noah berteriak dan malah membuat alora semakin mempercepat langkahnya
Baru saja alora masuk kamar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan ternyta itu adalah sekertaris noah"kenapa?"
Benar saja alora memang tidak bisa bersikap ramah atau basa basi dia juga begitu blak-blakan dan kasar,elegan dingin tak tersentuh seedikit egois benar-benar ciri bangsawan
"Tuan meminta saya mengantarkan ini" harsen menyerahkan beberapa kotak perhiasan pada alora dengan hati-hati
Alora melirik perhiasan itu sekilas dan mengambilnya asal benar-benar tidak perduli jika kotak itu jatuh atau perhiasan di dalamnya rusak
"Hanya ini?pergilah jika sudah selesai" alora menutup pintu asal tanpa mendengar perkataan harsen
Harsen meninggal kan pintu kamar alora dan kembali ke ruang kerja harsen untuk melaporkan jika dia sudah mengantarkan hadiah nya
Sementara alora melemparkan hadiah itu asal di meja rias bukan karena tidak suka tapi alora sudah banyak memiliki perhiasan jadi itu bukan hal istimewa lagi bagi dirinya
"Saya sudah mengantarkan hadiahnya pada nyonya alora"
"Hem... bagaimana reaksinya?"
"Seperti biasa tuan"
Setiap bulan memang noah selalu memberikan perhiasan atau pakaian pada istrinya sebagai ritual kecil untuk membahagiakan istrinya menurut noah
Tapi respon alora selalu sama entah apa yang salah dari hadiahnya, beberapa kali noah juga memberikan hadiah sederhana seperti seratus bunga mawar karena mendengar masukan dari sepupunya
Wanita tidak selalu suka barang mewah mereka lebih suka perhatian dan hadiah manis yang tulus dari pasangan
Tapi bukanya senang alora malah membuang bunga itu karena akan mengotori kamarnya jika sudah layu dan rontok
"Maka berikan ini" noah memberikan black card pada harsen agar di antarkan pada alora
"Tuan?"
"Apa?"
"Nona sudah punya black card"
"Tapi itu miliknya ini kan dari ku tentu saja berbeda"