Sesaat bian tenggelam dalam pikiranya,dia akhirnya bertemu dengan alora. Sudah lama bian menantikan moment di mana dia bisa melihat wanita itu secara langsung
Lamunan bian di sadarkan oleh pria di depanya,dia mencoba tersenyum meski dadanya terasa seperti di timpa benda berat.
"Siapa dia?" Suara alora dingin dan datar mata cantik itu sesekali berkedip menelisik pria di depanya.
Hati bian berdegup semakin cepat rasanya bahagia dan sedikit nyeri di sana "apa jantung ku akan baik-baik saja dada ku rasanya bergemuruh"
"Kemarilah" suara berat noah mengalir di telinga bian membuat perasaanya semakin campur aduk. Sensasi bahagia tapi juga sesak .
Tangan kokoh noah meraih pergelangan tangan alora,tangan itu kecil kurus dan putih pucat. Alora menurut dan mendekat,dia duduk di sofa samping suaminya.
"Dia adalah dokter yang akan membantu mu kedepanya" noah menatap alora dan bian bergantian
Alora diam menatap lebih dalam sosok bian di depanya,masih muda dengan tampilan menyegarkan. Terlihat lembut dan tampan.
"Kau yakin?" Alora menatap noah dengan ekspresi ragu di wajah itu,noah diam sesaat menatap istrinya. Akhir-akir ini alora semakin ekspresif,dia tampak hidup benar-benar ada dan hidup.
"Ya kenpa? Apa yang membuat mu ragu?" Tangan kokoh dan sedikit kasar itu menjelajahi wajah mulus alora
Alora menepis tangan noah,dia menatap bian dan menunjukan ekspresi banyak keraguan di wajah nya.
"Dia terlalu muda ,apa kau yakin tidak di tipu?anak muda sekarang sangat pandai menipu noah"
"Tidak,aku sudah menyeleksi dan menyelidiki semua. Aku tidak mungkin mempertemukan mu dengan sembarang orang"
"Em.. maaf menyela boleh aku memperkenalkan diri sebentar?"
"Silahkan" noah menjawab dingin
"Perkenalkan saya bian ,saya sudah bekerja sebagai dokter selama 5 tahun dan.."
"Apa kau benar-benar sudah lulus? Kau punya ijazah?" Alora memotong perkenalan bian
"Ya anda sebenarnya akan mendapatkan jawaban jika sedikit bersabar mendengarkan perkenalan saya sampai akhir" bian menjawab dengan senyum tulus meskipun kalimat yang dia ucapkan tidak ramah
Wajah alora berubah cemberut dia memegang tangan noah dengan ke dua tanganya lalu berbicara dengan nada memelas
"Noah... Aku tidak mau di periksa dokter ini dia menyebalkan"
Hening,alora masih menatap noah yang sedikit mematung karena kaget dengan tingkah manja istrinya.
*sial ini harus di abadikan bisakah adegan tadi di ulang,aku ingin merekamnya!!*
"Hah.. ah tidak kita sudah berdiskusi tentang ini" noah tersadar oleh tipu daya alora hampir saja dia terbujuk oleh tingkah manis istrinya.
"Noahhhh...." Alora mengoyang-nggoyangkan tangan noah dia berusaka membujuk noah
"Anda tidak suka saya atau tidak suka melakukan perawatan" bukan pertanyaan kali ini bian melontarkan kata sarkas namun tetap sopan
"Brengsek..!" Sifat asli alora muncul dia sosok wanita yang dingin,kasar dan arogan. Alora menghempaskan tangan noah dan pergi ke luar
"Benar-benar ,jika dia hanya diam bukan kah kau akan tertipu jika dia adalah seorang dewi?tapi ketika dia membuka mulutnya yang ada hanya iblis yang semakin memikat jiwa mu"
Noah menatap tanganya yang terasa kosong,umpatan alora seperti menyadarkan dia kembali ke kenyataan
Bian menatap heran pada pria bernama noah,dia benar-benar sudah gila bagaimana umpatan bisa membuat dia tersenyum mesum seperti itu.
Di ingatan bian alora adalah sosok yang manis,lembut dan memiliki sifat dingin tapi sepertinya semua itu hilang saat wanita itu semkin dewasa
KAMU SEDANG MEMBACA
wanita antagonis
RomanceAlora Castelio wanita cantik keturunan bangsawan yang menikah di usia muda dengan Noah Dawson seorang bangsawan muda yang sukses dan berada di status sosial yang lebih tinggi dari keluarga Castelio Setelah bertahun-tahun menikah dengan sifat mereka...
