hipnotis

888 21 1
                                        

Di depan jendela bian berbalik ke belakang mendengar langkah kaki menghampirinya. Alora sudah berdiri di ambang pintu dengan nafas tidak beraturan,nampak sekali bekas amarah nya.

Pondok di hutan ini kecil dengan beberapa ruangan di dalamnya. Dia bisa mendengar pertengkaran alora dan noah.

Beberapa kali sudut bibirnya berkedut menahan senyum. Dia hanya terlalu menyukai seberapa keras kepalanya alora.

Wanita ini benar-benar membuatnya tidak bisa menahan diri lagi. Dia ingin memeluknya dan membawanya pergi dari noah.

"Bian"

"Ya... Apa yang kau inginkan?" Bian tau apa yang alora butuhkan dan dia mati-matian belajar untuk mendapatkan gelar dan meraih prestasi nya sekarang hanya untuk sampai ke titik ini.

"Lakukan sekarang"  alora mendekat ke arah bian jarah mereka hanya tinggal berapa jengkal. Bian bahkan bisa mencium aroma bunga dari alora.

Benar-benar di usianya sekarang bahkan dengan dua anak alora masih terlihat cantik. Karya tuhan yang begitu indah.

Tangan bian menyentuh rambut alora yang sedikit berantakan dia merapaikanya lalu menyentuh pundak alora. Menekanya pelan agar terduduk di kursi santai yang memang sudah di siapkan.

Alora duduk lalu merebahkan tubuhnya setengah duduk ,jantungnya berdebar kencang tiba-tiba dia merasa gelisah.

Bian menghidupkan suara hutan,menambahkan aroma therapy berbau hutan hujan. Suara air dan hewan-hewan kecil memenuhi pendengaran alora.

Tubuhnya semakin rileks aroma hutan yang memang dia suka membuat tubuhnya semakin ringan. Suara bian membimbingnya semakin dalam ke alam bawah sadar

"Di mana kau sekarang alora?"
Suara hangat dan lembut bian mulai menyapu pendengaran alora

"Ehmm... Aku tidak tau "

"Apa banyak pohon di sana?"

"Ya.. aku berjalan terus ke dalam "

"Apa kau sendiri?"

"Tidak ... Ada perempuan di depan ku"

"Apa kau mengenalya?"

"Hem... Aku tidak tau"

"Di mana sekarang kalian?"

"Di pondok kecil"

"Apa yang kalian lakukan"

"Dia memberiku coklat panas,dia tersenyum dan .... Kepala ku sakit aku pusing"

"Apa kau masih sadar atau sudah tidur?"

"Tubuh ku lemas,dia mengagkat ku ke kamar" wajah alora semakin pucat keningnya mulai berkerut.

"Apa kau melihat seoarang anak kecil mengintip di lemari?"

"Ya... Anak itu kecil,penuh luka dan ketakutan dia terus mengintip"
Nafas alora semakin tersengal-sengal

"Apa yang di lakukan wanita itu?"

"Dia ...eguuh dia melepas pakaian ku"
Pupil mata bian bergetar tanganya megepal kuat,dia gemetar marah.

Lalu bian mengambil kamera dan memotret alora yang sedang terhipnotis cklik cklik cklik..

Suara jepretan kamera terdengar. Alora semakin ketakutan dia menangis dan merintih minta tolong.

Suara jepretan semakin cepat,nafas alora semakin cepat keringat bercucuran.

"Apa yang terjadi?"

"Dia mengambil foto telanjang ku,memasang benda aneh di dada ku,akhhh" tubuh alora tersentak

Mata bian memerah semakin bergetar menahan emosinya "kenapa kau berteriak?"

"Sakitt .... Enggh hah..hah.."

"Di mana yang sakit?"

"Di bawah sana dia memasukan benda aneh,aku punya ekor dia terus memotret ku akhhh ... Sakit rasanya nyeri" tubuh alora semakin basah oleh keringat

Setiap eksperesi tertangkap kamera bian,alora terus gelisah dalam tidurnya dia menangis seolah mengalami hal itu lagi

"Akhhh... Skitt" rintihan alora menyayat hati noah yang sedari tadi duduk di depan ruang itu

"Kenapa kau berteriak?"

"Dia menarik penjepit di dada ku,dia akhhhh memasukan sesuatu yang bergetar di bawah sakitt itu sankit"

"Toloong berhenti sakit..."

"Apa dia berhenti saat kau memohon?"

"Tidak.. dia tersenyum dan memotret ku "

"Apa anak kecil itu masih mengingip?"

"Yaahh dia menangis juga,suaranya terdengar"

"Lalu apa yang terjadi?"

"Dia di tarik paksa,aku tidak bisa menolong tubuh ku lemah dan berat"

Bian menyentuh wajah alora ,dalam kondisi itu bahkan alora sempat berpikir untuk membantunya.

"Apa yang terjadi?"

"Anak itu di pukuli sampai berdarah"
Alora menjelaskan dengan tangisan nya

"Sekarang apa wanita itu masih memukuli anak kecil itu?"

"Tidak,dia pergi keluar meninggalkan kami"

"Apa anak itu baik-baik saja?"

"Ya dia terluka tapi dia menutupi tubuhku dengan selimut sebelum pergi"

"Kemana dia pergi?"

"Dia bilang bertahanlah sampai dia kembali membawa orang tua ku"

"Apa dia sudah pergi?"

"Yaa.."

"Kau sendirian?"

"Yaa.."






Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

wanita antagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang