Alora duduk di depan rumah,tidak apakah ini bisa di sebut rumah. Bagi alora saat ini dia hanya sedang di ajak bermain rumah-rumahan.
Berpura-pura hidup miskin di tengah hutan tanpa belanja,mall,jalan-jalan dan tanpa ponsel.
Bahkan sekarang dia tidak tau bagai mana kabar anak-anak tampan nya. Dan sudah berapa hari ini dokter muda itu terus berusaha mendekatkan diri padanya.
Seperti sekarang dokter itu sibuk bercerita masa lalu nya,dan terus bicara. Memamerkan masa muda yang menyegarkan dan penuh energi.
Tapi tanpa menjelaskan apapun dokter bian paham apa yang di butuhkan,di sukai dan tidak di sukai alora.
"Bukankah kau seharusnya memanggil ku nyonya atau ibu,aku lebih tua dari mu" alora menyela bian di tengah pembicaraan nya
Selama ini memang bian hanya memanggil nya dengan nama alora,alora ...alora. rasanya telinga ku tumpul di tambah lagi noah .
"Kalau aku memanggil mu ibu apa kau akan memanggil ku ayah?" Sudah sering dokter bian menggoda alora dengan gombalan-gombalan ringan.
"Aku akan memanggil mu nak" alora masih sibuk memandang jauh ke dalam hutan,dia merespon tapi tidak pernah menatap bian saat bicara.
"Kau sanggat dingin alora,hati ku terluka" bian memasang wajah memelas,sebenarnya ekspresi itu sangat menggemaskan untuk di lewatkan.
"Apa kau sebenarnya kau dokter spesialis merayu?"
Bian tersenyum,pendekatan yang dia lakukan membuahkan hasil. Sekarang alora memberikan respon saat di ajak berbicara.
Walaupun tidak ada kalimat bagus keluar dari bibir nya yang tipis dan merah muda itu. Bian harus menahan diri setiap kali berhadapan dengan alora.
"Aku sedang berusaha mendapatkan kepercayaan mu dan lebih dekat itu saja. Tapi jika kau tertarik pada ku itu bonus"
Dengan wajah polos bian tanpa beban menjawab pertanyaan alora. Di sisi lain tidak berselang lama noah datang membawa sepiring buah segar.
Dia memberikan sepotong strobery merah dan segar untuk alora,tapi tidak ada respon "apa kau tidak mau buah?"
Tangan bian menyentuh dan mengarahkan tangan noah ke mulutnya lalu dia memakan strobery itu sambil tersenyum mata nya berbinar seperti anak kecil.
"Apa yang.." belum selesai noah protes,alora sudah memotong perkataanya.
"Aku tidak suka strobery"
"Baiklah kalau begitu mana yang akan kau makan?" Noah menyodorkan piring buah di meja
"Tidak ada,tenggorokan alora sedang sakit manis dan getah buah akan memperburuk kondisi nya"
Noah menoleh menatap bian,bagaimana dia bisa tau semua tentang istrinya.
"Kau sepertinya sangat memahami istriku dok?"
"Bukankah itu seharusnya,kau membayar bian untuk melakukan ini"
"Jangan panggil bian,panggil dokter bian atau dokter" suara noah sedikit keras dan gemetra dia tau ini ide nya untuk melakukan pengobatan.
Dokter terbaik saat ini adalah dokter bian,dia sebenarnya berharap dokter terbaik saat ini seorang wanita. Agar dia tidak mengalami masalah seperti saat ini .
Alora tidak menjawab noah dan dia juga tau istrinya tidak akan dengan mudah menurut perkataanya.
Noah beranjak dari kursi dan masuk ke dalam dia duduk dan mengamati keduanya. Interkasi mereka tidak berlebihan,tidak ada kontak fisik.
Dan alora juga sedikit lebih tenang setelah meminum resep obat dokter bian. Dia makan teratur,tidur cukup.
Tubuhnya semakin berisi wajahnya tidak terlalu pucat,bibirnya semakin merah tampak seperti dia benar-benar manusia bukan patung.
Dan saat malam semakin terasa nyaman di peluk tubuh alora semakin lembut tidak hanya tulang dana kulit seperti dulu.
Hahhh... Benar-benar membuat frustasi,punya istri tapi selalu bermain solo untuk menuntaskan nafsu.
Noah pergi ke kamar mandi untuk menyelesaikn sesuatau yang sesak di bawah sana.
Sementara alora masih menatap hutan di depanya,dia penasaran dan mencoba mengingat sesuatu yang sepertinya penting.
"Apa kau penasaran ?kau ingin masuk ke sana?"
Alora menoleh dan menatap bian,dia ingin tapi takut karena dari dulu dia tidak pernah pergi ke hutan.
"Emm... Tidak,aku hanya bosan dan sedikit melamun"
Tiba-tiba bian menarik alora mereka berjalan menuju hutan,menghilang di balik pohon-pohon yang tinggi
Di hutan banyak hewan-hewan kecil,serangga,burung,ular dan yang lain. Tanahnya basah di tumbuhi rumput,ada ranting-ranting kecil pohon.
Suara burung bersautan hembusan angin,bau rumput hal yang baru bagi alora. Bian berdiri di belakang meliahat wanita cantik itu mengagumi hutan.
"Apa penasaran mu terjawab?tidak ada apa-apa di hutan. Kenangan buruk itu juga sudah hilang"
Alora menoleh terkejut menatap bian "kenangan buruk apa maksd mu?"
"Foto dan potongan surat kabar yang membuat ingatan masa lalu mu terpaksa kembali"
"Apa hubunganya dengn hutan?dan bagai mana kau tau?"
Alora maju mendekati bian dan mencengkram kerah bajunya. Memaksa bian untuk menceritakan semua.
Dengan tenang bian memegng tangan alora di kerah bajunya dan dia menatap wajah panik itu "aku akan membantu mu mengingat apa yang kau lupakan dan menghantui mu jika kau mau menyelesaikan tahap terahir pengobatan"
"Hipnotis?"
"Tidak aku hanya akan membantu mu mengingat apa yang di sembunyikan alam bawah sadar mu"
"Sialan...." Alora melepaskan tangnya dari bian,dia mundur dan kebingungan terus berjalan mundur sampai dia tersandung batang kayu dan terjatuh.
Tumit kaki kiri alora terluka lecet dan memerah keluar darah di sana. Bian menatap alora dingin sesaat.
Tapi beberapa detik kemudia bian tersadar dan dengan cepat menghampiri alora,dia menggendong alora bridal style.
Alora masih diam dia menumpuk emosi nya dan menimbang kesepakatan yang di ajukan bian. Mereka berjalan keluar dari hutan.
Di depan rumah sudah ada noah dan para pengawal yang dia panggil untuk mencari alora. Dia sempat berpikir istrinya melarikan diri .
Tapi ternyata lebih buruk dari melarikan diri,dia melihat alora dalam pelukan laki-laki lain.
Darahnya mendidih dia segera menghampiri mereka dan merebut alora dari gendongan bian.
Berjalan dengan cepat menuju kamarnya,otak nya kosong karena emosi. Dia membanting alora di kasur "jelaskan!"
Alora meringis karena noah kasar padanya,dia menatap noah dengan wajah kesal "aku jatuh di hutan!"
Teriakan alora menyadarkan noah dia menatap lagi istrinya pakaian kotor kaki berdarah penuh tanah tanpa alas kaki.
"Maaf kan aku..." Noah duduk di pinggir kasur membantu alora duduk dia melihat luka di kaki alora. Selama ini semut dan nyamuk saja tidak bisa mengigit istrinya. Tapi ini dia berkeliaran di hutan dn terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
wanita antagonis
RomanceAlora Castelio wanita cantik keturunan bangsawan yang menikah di usia muda dengan Noah Dawson seorang bangsawan muda yang sukses dan berada di status sosial yang lebih tinggi dari keluarga Castelio Setelah bertahun-tahun menikah dengan sifat mereka...
