Noah membantu istrinya membersihkan diri dan mengeringkan tubuhnya bahkan Noah juga memakaikan alora pakaian wanita itu masih pucat dan tubuhnya masih terasa hangat
"Alora?"noah coba mengembalikan kesadaran alora yang hanya diam saja padahal hari-hari biasa Alora akan marah jika dirinya melakukan sentuhan fisik padanya
Tatapan alora terlihat ketakutan dan cemas dia tidak bisa fokus pada orang di depanya "hey alora"
Noah menyentuh bahunya dan alora reflek mundur dan menghindari sentuhan itu "alora tenang"
Alora menatap Noah dan mulai menangis membuat hati noah ikut sakit melihat istrinya dalam kondisi sekarang
Wanita cantik yang suka berpesta dan mengahamburkan uang untuk berbelanja,selalu pergi ke sana kemari berjalan-jalan menjelajahi negara lain
Sekarang menjadi sosok yang hanya di kamar dan selalu ketakutan,alora semakin kurus bahkan tingkat stresnya semakin tinggi
"Apa kau sudah lebih baik?" Noah menangkup wajah pucat alora dan memandang nya dalam
"Aku... aku takut kaki ku lemah aku tidak bisa bergerak dan orang itu terus mengawasi ku noah" dengan isakan alora coba menceritakan situasi semalam
"Tidak papa sekarang kau aman"
"Kenapa kau begitu lama menemui ku? Aku hampir mati kedinginan hiks... huaaaaaah kau bodoh lamban"
Alora memukul dan menendang sembarang arah
Noah memelukku erat mencoba menenangkanya"iya iya aku bodoh dan lamban,maaf kan aku"
Alora mulai tenang dan bisa mengatur nafasnya niah sedang fokus mengobati luka-luka di kaki alora
"Ruma ini tidak aman lagi Noah "
"Tenang lah aku akan segera menemukan pelakunya "
"Kapan? kapan kau akan menemukan nya?" Alora menatap ke arah noah yang masih menunduk mengobati kakinya
"Secepatnya " noah membalas tatapan alora singkat dan kembali fokus pada luka di kaki alora
"Bagaimana kalau orang itu tidak hanya meneror tapi juga berniat membunuh ku?noah.. aku aku takut"
"Tidak aku akan segera menemukan nya,kau akan selalu aman di sisi ki" noah bangkit dan mengelus kepala alora lembut
"Ak-aku mau pulang"
"Kau sudah di rumah alora"
"Bukan... aku mau kembali ke rumah orang tua ku"
"Rumah mu di sini" jawaban noah singkat dengan suara rendah menandakan keseriusannya
"Aku bisa saja mati jika terus di sini,lalu anak-anak mereka bisa saja dalam bahaya Noah!" Suara alora meninggi membuat noah semakin sulit menahan emosinya
Keadaan tubuh yang lelah dan beban kerja bekum lagi masalah teror membuat noah sangat sensitif dan mudah marah
"Kau tidak akan pernah di izinkan meninggalkan meninggalkan rumah ini alora"
"Apa aku harus menunggu mati di sini,lagi?" Alora tidak sengaja mengatakan lagi seoalh dia memberi tau noah jika sebelum dia juga pernah mati di rumah ini
"Lagi?" Noah tampak bingung tapi dia salah paham dan menganggap bahwa alora merasa hidup bersama noah sama seperti kematian baginya
"Apakah bersamaku begitu buruk?" Wajah noah tampak kecewa dengan pikiran dan asumsi nya sendiri
"Ya" alora membuang muka dan terdiam dia sangat marah bagaimana bisa hidup di rumah dan menerima teror mengerikan bukanlah hal buruk
"Kau istriku dan selamanya begitu, meskipun bersama ku sangat buruk tapi jangan paksa aku melepaskan mu kau harus menahannya seumur hidup mu alora" Noah beranjak pergi dan saat membuka pintu sudah tampak kegaduhan di sana
Asher dan caspian berebut ingin masuk ke kamar noah untuk melihat kondisi alora, sementara Arlo hanya berdiri menatap dingin ayahnya
Saat arlo dan noah berpapasan dengan nada dingin dan datar arlo berbicara pada noah" jika kau tidak bisa melindungi ibu,maka lepaskan jangan membuatnya semakin terluka"
Kata-kata arlo sangat menusuk dada nya tiba-tiba dadanya terasa sesak dan nyeri mendengar fakta itu kelu dari mulut anaknya
Noah baru sadar jika dia tidak memiliki kendali sepenuhnya pada kehidupan karena dunia tetap berjalan dan noah tidak memiliki daya untuk mencegah takdir
Baru kali ini dia merasa tidak berdaya karena gagal melindungi alora seperti janjinya dulu
KAMU SEDANG MEMBACA
wanita antagonis
RomanceAlora Castelio wanita cantik keturunan bangsawan yang menikah di usia muda dengan Noah Dawson seorang bangsawan muda yang sukses dan berada di status sosial yang lebih tinggi dari keluarga Castelio Setelah bertahun-tahun menikah dengan sifat mereka...
