Sudah seminggu Noah di rumah sakit dan istri cantik nya tak nampak seujung jari pun, sementara ayah dan ibu nya sibuk mengasuh caspian dan Arlo
Noah memiliki semua uang, kekayaan, reputasi tapi tidak dengan cinta istrinya. Meskipun alora tidak pernah menyebut kan perceraian lagi tapi sikapnya tetap Sama
Wanita itu tidak lagi dingin tapi meskipun berada di depan mata Noah tetap terasa sulit untuk di jangkau,rasanya seperti tidak ada Noah di dunia alora
"Haah... Sudah bertahun-tahun kita menikah tapi tetap saja alora belum bisa membuka hati untuk ku"
Memandang langit-langit rumah sakit dengan tatapan kosong Noah d kejutkan dengan kehadiran Asher yang tiba-tiba
"Hey ...kau tau paman seperti nya sudah pulang dari luar negri dan menuju rumah"
Wajah serius Asher membuat jantung Noah berdegup cepat, bagaimana tidak mertuanya pasti akan menggantungnya jika tau putri semata wayangnya terluka
Dengan cepat Noah beranjak duduk dan menelfon sekertaris nya untuk menjemput dan mempersiapkan kepulangan nya dari rumah sakit
"Cepat ini urgent datanglah aku tidak punya waktu" Noah segera mematikan telfonnya
Dia menatap Asher sebentar berniat untuk berterimakasih tapi setelah di melihat senyum evil Asher dia mengacungkan jari tengah di hadapan Asher
"Hahahaha" tawa puas Asher melihat kepanikan Noah
"Bajingan " ucap Noah sekolah dia bergegas keluar dari kamar setelah mencabut infus nya
Tidak perduli dengan teriakan perawat dan dokter yang khawatir setelah melihat darah menetes dari tangan Noah
Sampai di loby depan dia memerintahkan sekertaris nya mengurus administrasi dan segera masuk mobil
Jantung Noah berdegup memacu mobil secepat mungkin agar segera sampai di rumah sebelum ayah mertua nya
Ayah mertua nya bukan tidak suka padanya hanya saja dia begitu overprotektif pada putrinya,awal menikah saja dia begitu cemburu saat Noah memeluk atau menggandeng tangan alora
Lalu bagaimana dia bisa menikah? Ya tentu saja itu berkat persahabatan orang tua mereka. Karena para suami yang bucin pada istrinya mereka setuju menikahkan mereka berdua.
Ibu Noah dan Alora bersahabat sejak muda dan mereka sangat senang saat menyadari fakta bahwa bisa mempererat hubungan mereka dengan menikahkan anak mereka
Dan memang sejak kecil Noah sudah jatuh hati pada anak kecil manis itu dia begitu gemas dengan segala tingkah laku alora saat kecil
Dan semenjak itu Noah terobsesi dengan segala hal tentang alora,dia bahkan memiliki foto setiap aktivitas alora baik d sekolah,taman,rumah atau saat berlibur
Yang lebih parah dia membayar pengasuh alora untuk mendapatkan foto alora saat sedang tidur,wajah polos alora saat tertidur meneduhkan hati Noah dan senyum alora menenangkan pikiran noha
Noah ingin memiliki semua hal tentang alora tapi semenjak laporan menikah dengannya senyum dn binr mata wanita itu seolah redup
Tapi sakit,benci dan penderitaan alora juga harus Noah,semua hal tentang alora adalah miliknya
Larut dalam pikirannya membuat Noah tidak sadar jika dia sudah berada di halaman rumah nya,dia menarik nafas dalam dan keluar dari mobil
Caspian yang melihat ayahnya pulang berlari dan menemuinya dia memeluk ayahnya erat
"Nak apa kakek Arga sudah sampai?"
Noah bertanya pelan dia masih mengatur degup jantung nya
"Ya kakek sedang di ruang tamu menangis dan ibu sedang menangkan ya"
Noah melepaskan pelukan caspian perlahan dan langsung masuk menemui mertuanya
Di dalam rumah sosok pria tua berbadan tegap dengan sedikit kerutan di wajah tampan itu masih tampak merengek pada putrinya meminta pulang bersamanya
"Yah...ayah"
Dengan cepat kilat perubahan ekspresi memelas ke tegas ayah mertuanya membuat Noah tersentak
Argantara sosok pria kaya dan dengan power yang sama kuat dengan keluarga Andreas itu menatap tajam ke arah Noah
"A-ayah aku bisa jelaskan semua..." Noah tampak jelas gugup saat berbicara dengan Arga
"Alasan apa yang akan kau buat,sudah di putuskan alora pulang bersama ku"
Putus argantara tegas
"Yahhh...tapi" noah hendak membantah perkataan mertuanya tapi alora sudah memotong nya terlebih dahulu
"Tidak,siapa bilang aku setuju pulang"
Argantara tampak kecewa dengan ucapan putrinya
"Nak...tapi cecunguk ini tidak bisa menjaga mu dia ahhh ayo pulang saja ikut ayah ya ibu merindukan mu juga"
"Ya aku bisa ....maaf untuk kemarin aku hanya.."Noah coba menjelaskan tapi di sela argantara
"Diam! Jika kau bisa menjaganya tidak mungkin dia bisa sampai mengalami hal mengerikan ini"
Argantara emosi mengigat begitu sulit menghilangkan trauma putrinya tapi menantu nya membuat alora mengingat hal menyakitkan itu
"Ayah.. hentikan aku tidak papa,ayah juga lihatkan Noah dan Asher terluka karena melindungi ku" wajah argantara berubah menyedihkan saat menatap alora
"Ayah aku baik-baik saja jangan menatap ku begitu,aku tetap tidak akan ikut ayah dan berhenti memanggil suami ku cecunguk"
Noah menatap berkaca-kaca ke arah alora dia bahagia mendapatkan pembelaan dari alora
Wajah argantara semakin suram dia kecewakan dengan kenyataan bahwa putri kecilnya sudah dewasa,sudah menikah dan memiliki kehidupan nya sendiri
Dia tidak membutuhkan ayahnya lagi,Bahakan saat mengalami kesulitan seperti kemarin dia tidak lagi menghubungi dirinya
"Tapi dia memang cecunguk..."
"Ayah... Hentikan bagaikan jika anak-anak mendengar nya"
"Biarkan saja mereka pantas tau jika ayahnya ini tidak berguna"
"Ayah! " Alora meninggikan suaranya dan membuat ayahnya terkejut bagaimana bisa anak yang polos dan lembut itu tega meninggikan suara pada ayah nya
Argantara pergi dengan wajah terluka tanpa mengatakan apapun pada putri dan menantu nya itu
"Kakek mau kemana?" Arga bertemu caspian di depan pintu keluar melihat cucunya hati Arga sedikit menghangat apalagi caspian sangat mirip dengan alora mengingat Kanya pada masa kecil putrinya
"Kakek pulang dulu nenek sudah menunggu nak"
"Kakek jangan menangis terus itu tidak keren" ucapan caspian menohok hati kecil argantara dia baru sadar kenapa hatinya begitu rapuh saat menghadapi dua wanita itu
Istri dan anak argantara adalah kelemahannya dia benar-benar tidak bisa melihat mereka berdua terluka atau sedih
"Kakek hanya sedih karena ibu mu memarahi kakek nak"
"Ibu memang sedikit mengerikan dan suka marah kek,tapi sekarang baik-baik saja tidak papa ibu sudah baik, kakek berhenti nakal agar ibu tidak marah lagi"
"Hemm... Baiklah kakek tidak akan nakal lagi" Arga mengelus kepala caspian dan mencium keningnya sebelum benar-benar pergi dari rumah menantunya itu
Caspian berlari menemui Ayah dan ibunya di sana Tampak alora sedang memapah Noah untuk duduk
"Ayah...jangan sakit jangan mati"
Noah menatap anak bungsunya,sungguh perkataan dan perilaku sama seperti istrinya sangat polos dan menusuk
"Caspian... Hentikan ayah tidak akan mati.dan jangan berfikir untuk menjadi pengemis oke" alora memijat keningnya pusing karena ulah ayah dan anaknya
"Ayah baru?"
"Jangan coba-coba memikirkan hal mustahil itu caspian" suara kesal Noah menginterupsi
KAMU SEDANG MEMBACA
wanita antagonis
RomantizmAlora Castelio wanita cantik keturunan bangsawan yang menikah di usia muda dengan Noah Dawson seorang bangsawan muda yang sukses dan berada di status sosial yang lebih tinggi dari keluarga Castelio Setelah bertahun-tahun menikah dengan sifat mereka...
