Pagi-pagi sekali chika sudah sibuk menyiapkan keperluan suami yang akan berangkat ke kantor lebih awal dari biasanya. ”mas pakaian nya udah aku siapin ya,aku mau kebawah dulu nyiapin sarapan.” ucap chika sedikit berteriak di depan pintu kamar mandi pribadinya.
”iya sayang, terimakasih.” balas sam berteriak,lalu kembali melanjutkan mandi nya sedangkan chika sudah berkutat dengan alat-alat masak di dapur nya dengan dibantu oleh bibi pastinya.
Christy masih belum dibangunkan karena ini masih pukul lima pagi dan christy pun tidak terganggu dengan kebisingan yang orang tuanya ciptakan barusan. Tak berapa lama sam sudah siap dengan pakaian kantor yang istrinya pilihkan,ia segera turun dengan tas kantor juga sepatu yang ia tenteng di kedua tangannya.
”sayang mas berangkat ya,udah ditunggu soalnya.” ucap sam yang duduk di kursi makan sambil memakai sepatunya.
Chika pun menghampiri suaminya, ”sarapan dulu mas.” balas chika yang sudah memegang satu piring nasi goreng buatan nya.
”gak sempet sayang,mas udah ditungguin tim yang mau presentasi projek nya hari ini, sebelum mereka presentasi di depan klien mereka presentasi dulu sama mas.” tolak sam buru-buru memasang sebelah lagi sepatu nya.
”tiga suap aja, cepetan buka mulutnya aku suapin.” bujuk chika menyendok kan makan ke hadapan suaminya yang langsung diterima oleh sam.
Akan sangat percuma kalau dibawakan bekal pasti tidak sempat di makan apalagi dalam keadaan sudah ditunggu seperti sekarang.
”udah,mas berangkat dulu....” ucap sam setelah lebih dari tiga suap ia makan. segera berdiri tak lupa memberikan beberapa kecupan untuk istrinya, ”mas kerja dulu,kamu semangat bujuk adek pagi ini, jangan terpancing emosi harus pelan-pelan dan penuh kesabaran.” sambung sam, setelah terakhir memberikan ciuman di bibir istrinya itu,mulai melangkahkan kaki nya menuju depan rumah karena pak budi sudah menunggu.
Chika sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi rengekan anaknya pagi ini, semoga ia bisa menahan emosinya. ”assalamualaikum fira pulang.” sapa fira ketika sudah masuk ke dalam rumah.
”waalaikumussalam,berisik safira dikira ini hutan apa teriak kayak begitu.” tegur chika setelah menjawab salam dari asisten nya itu.
Fira hanya tersenyum menampilkan deretan giginya, ”ehh tumben ibu pagi-pagi udah bangun aja biasanya masih ngelonin bayi gedenya.” ujar safira agak sedikit kaget ketika mendengar suara mami bos nya ini, padahal kan mereka akan berangkat ke lokasi pemotretan nanti pukul 08.00 wib tapi mami bos nya ini sudah bangun.
”abis ngurusin suami yang pergi ke kantor di pagi buta, kalau bayi gede masih tidur di kamar.” jawab chika melengos menaiki tangga menuju kamar pribadinya dengan diikuti safira dibelakangnya.
”hari ini mau pake supir atau nyetir sendiri bu?” tanya fira ikut masuk ke dalam kamar pribadi bos nya ini. Dan terlihat jelas tuan putri masih tidur dengan nyenyak sambil meluk guling.
”nyetir sendiri soalnya mau nganterin adek ke sekolah dulu.” jawab chika, beranjak naik ke tempat tidur untuk membangunkan putrinya itu.
Pagi ini christy lumayan mudah dibangunkan oleh chika,tanpa perlu drama nanyain papi nya dulu baru mau mandi,sekarang mereka sedang sarapan bersama-sama.
”ka fira ngapain pagi-pagi udah di sini aja,mami kan gak kerja hari ini.” ujar christy disela-sela suapannya.
Fira mengerutkan keningnya, perasaan tadi malam christy sempat menanyakan jadwal mami nya padanya, tapi kok pagi ini ngamuk- ngamuk mami nya gak boleh kerja? ”kerja tau dek,kata siapa mami gak kerja? orang kerjaannya udah numpuk banget kalau libur terus.” jelas fira dan buat ekspresi christy berubah menjadi marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
PUTRI KECILKU
FanfictionSeorang anak adalah anugerah yang tuhan titipkan untuk kita jaga sebaik mungkin. Waktu-Karir-Anak akan aku usahakan duniamu baik-baik saja.
