bag 53

3.5K 327 19
                                        

Bunda tya sekarang berada di singapore, sedang nongkrong bersama besannya. Tak lama terdengar dering ponselnya yang ia lihat nama putrinya lah tertera di layar. Segera bunda tya mengklik tombol hijau dan terdengar sapaan salam dari putrinya itu.

” waalaikumussalam sayang, gimana sehat?” balas bunda tya, sudah mengkode besannya kalau itu telpon dari putrinya alias menantu mereka.

”alhamdulillah sehat bunda,bunda gimana?” jawab chika

”assalamualaikum sayang gimana kabarnya dan gimana kabar cucu-cucu mama?” sapa mama kia setelah meminta besannya untuk meloundspeak panggilan nya.

Chika pun membalas sapaan dari ibu mertuanya itu,tak lupa menanyakan kabar mereka disana serta menanyakan kapan mereka akan pulang ke jakarta. Setelah sapa-menyapa chika segera balik ke inti obrolannya. ”jadi gini bunda,mama,dan papa juga, maksud chika nelpon bunda yang kebetulan lagi bareng mama,papa sekalian aja chika menjelaskan disini....” ucap chika basa-basi lagi.

”bunda udah tau ceritanya dari sam,pasti kamu mau ngomongin soal adopsi kan?” todong bunda tya.

”iya, kok mas sam gak bilang sama chika kalau udah ngobrolin ke bunda.” balas chika

”suami kamu itu gak mau ikut campur, dia cuma cerita aja sama bunda. kalau menurut bunda sih gak perlu lah kamu adopsi-adopsi, apalagi sekarang kan keadaan kamu lagi hamil juga kan.” ucap bunda tya terang-terangan menolak keinginan putrinya itu.

”loh kenapa bunda? kasian loh bun, dia anak yatim-piatu,gak punya kerabat deket juga,chika juga ngerasa bersalah waktu itu hampir mencelakai dia bun.” protes chika dengan ketidaksetujuan bundanya itu.

”mama sama papa gimana? please ma bantuin chika ma?niat chika kan baik.” tanya chika pada mertuanya itu.

”kalau mama terserah kalian aja gimana baiknya.” ucap mama kia begitupun dengan papa wan yang memasrahkan semuanya pada menantu dan anaknya.

”bunda tetep gak akan setuju sama rencana kamu itu!satu tanggungan aja kamu masih suka abai, ditambah sekarang kamu lagi hamil. Terus kamu mau sok-sokan adopsi anak orang yang gak tau asal-usul keluarga nya?bunda gak habis pikir sama kamu ka?” tolak bunda tya sedikit sarkas terhadap anaknya itu.

”chika gak mengabaikan christy, lagian kan chika kerja atas izin dari suami sama anak chika bun,kok bunda jadi ngerembet ke sana sih!” balas chika membela dirinya

”bunda hanya mengingatkan kalau kamu lupa!satu aja kamu masih suka lupa apalagi ini mau nambah 2 tanggung jawab? emang nya kamu bisa hendel jadwal kerja sama jadwal kamu sebagai mami untuk tiga orang anak?” ucap bunda tya meragukan anaknya terang-terangan.

”chika bisa bun,Chika janji akan berusaha yang terbaik untuk anak-anak chika. please lah bun? mertua chika aja memasrahkan sama chika kenapa izin bunda susah banget sih.” protes chika setelah mencoba merayu bundanya itu.

”mertua kamu itu gak bisa marah sama kamu, kalau bunda kan bisa! Okey bunda akan kasih izin tapi dengan s&k yang harus kamu penuhi? ucap bunda tya

”chika akan turutin permintaan bunda asalkan bunda kasih izin buat chika?” jawab chika cepat.

”nanti bunda kasih tau setelah kamu dapat izin dari cucu bunda.” jawab bunda tya lalu segera mematikan sambungan telepon nya secara sepihak. Sudah kesal rasanya bunda tya tapi ia tidak boleh meluapkan nya pada sang putri.

”ishhh bunda mah!” gerutu chika, karena telpon diputus secara sepihak.

Sam sudah selesai dengan pekerjaannya ia menghampiri istrinya yang fokus dengan ponselnya itu, ”kenapa sih kok kayak kesel gitu?” tanya sam, duduk di sebelah chika.

PUTRI KECILKU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang