bag 74

4.6K 414 31
                                        

Pagi hari di kediaman natio didominasi dengan suara riuh dari anak-anak.

”mami!kaka nakal gak mau ajakin adek...” tangis nya pun pecah setelah berteriak memanggil pertolongan

Sedangkan pelaku utamanya dengan terburu-buru memuruni anak tangga untuk segera pergi meninggalkan adiknya yang sedang menangis meraung-raung di kamarnya.
”drama banget sih bocil.” gumam christy terus melanjutkan langkahnya menuruni tangga

Sang mami sudah menungguinya di ujung tangga, ”ka sehari aja gak nangisin adeknya,bisa?” ucap chika menatap christy.

”adek nya aja yang cengeng,orang gak diapa-apain kok sama kaka,mami bilang kayak gitu sama aja dengan menimpali setiap tangisan adek itu ulah kaka?.” keluh christy yang selalu disalahkan atas teriakan ataupun tangisan dari adiknya?

”tau gini mending kaka gak usah pulang!.” gumam christy pelan tapi masih dapat di dengar oleh chika, hanya christy tidak menyadarinya.

Memang hampir satu minggu christy berada di jakarta, setelah satu setengah tahun dia habiskan bekerja di singapore pada perusahaan apih iwan.

Sebelum mami nya mengomelinya panjang-lebar christy segera meraih tangan sang mami untuk ia cium lalu setelahnya segera mengundurkan diri dari hadapan sang mami, ”kaka pergi, kalau mau belain anaknya yang itu nanti aja,kaka buru-buru.” pamit christy segera berlalu meninggalkan sang mami dengan rasa kesal yang bergemuruh di dalam dadanya.

”ka mau pergi sama siapa sayang!.” teriak chika tapi tidak dihiraukan oleh christy karena sudah pergi meninggalkan pekarangan rumahnya.

Setelah kepergian christy, terdengar suara derap langkah kaki menuruni tangga, semakin dekat semakin terdengar jelas ditelinga chika. ”mami!kok kaka nya dibiarin pergi, kenapa gak disuruh tungguin adek?.” ucap nya sambil menghentak- hentakan kakinya,kesal ditinggal sang kaka.

Chika menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar, selalu aja begini! kalau jauh saling kangen tapi kalau deket pasti ada aja tingkahnya yang bikin salah paham.

”dek dengerin mami ya!” ucap chika tegas, ” kakaknya mau metime dulu, selama beberapa hari ini kan adek selalu ikut kakak, sekarang biarin kaka nya jalan sendiri ya sayang.” lanjut chika dengan penuh kelembutan supaya anaknya tidak merasa tersinggung.

”tapikan aku kangen sama kakak? adek gak mau ditinggal kaka lagi.” ucapnya menatap sang mami dengan sedih.

Chika segera menggendong putri keduanya itu dan membawa ke ruang keluarga, ”kaka gak akan pergi lagi!kaka akan tinggal lagi sama kita,okey?” ucap chika berusaha meyakinkan putri keduanya ini.

Putri kecilnya menggelengkan kepala, ”katanya dia akan pergi tinggal di singapore bareng niyang,adek mau ikut kaka mami!..” rengek nya di dalam pangkuan sang mami

Chika menghela nafas lagi,susah sekali bujuk anaknya ini yaampun. ”percaya sama mami,kaka gak akan ninggalin kita lagi.! udah sekarang adek mandi terus abis itu kita jalan-jalan ke taman mau?” tawar chika dan direspon gelengan kepala langsung dari putrinya itu.

”terus adek mau nya kemana?” tanya chika lagi

”mau ikut kaka tapi kaka nya udah gak ada? mau ke rumah kaka greesel mami.” jawabnya menatap sang mami dengan hidung yang sedikit memerah bekas menangis.

”yaudah kita ke rumah aunty gre, sekarang adek mandi dulu sana.” ucap chika menurunkan putrinya dari pangkuan tapi putrinya itu malah semakin mengeratkan pelukannya di leher sang mami.

”gendong mami!...” pinta nya dengan puppy eyes nya, itu buat chika tidak dapat menolak keinginan sang putri.
Mereka berdua pun menuju ke lantai atas,lebih tepatnya kamar putri keduanya itu.

PUTRI KECILKU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang