Satu Minggu Kemudian
Di sabtu pagi, christy sudah berada di lapangan basket yang ada di rumah nya,ia sedang berlatih bersama papi nya. Walaupun christy sudah tau tapi sam tetap mengingatkan teknik- teknik dalam permainan bola basket serta mempraktikkan nya juga secara detail.
”coba dribbling.” perintah sam, lalu christy segera melakukan nya yaitu menggiring bola beberapa kali.
Sesudahnya sam pun mengambil alih bola basket nya dari christy, dan christy kembali fokus menatap papi nya. Sam terus mendribble bola nya sambil memikirkan teknik apa yang akan ia uji untuk putrinya ini? sam tiba-tiba mengoper bolanya pada christy yang dengan sigap christy menangkap serta memasukkan nya ke dalam ring.
”good, teknik apa itu?” puji sam, setelahnya mengajukan pertanyaan.
”teknik assist yaitu mengoper bola kepada rekan satu tim untuk dapat mencetak poin di ring lawan.” jelas christy.
Sam bangga karena christy cepat mengerti dan menguasai nya. ”okey good, untuk mempertahankan itu harus tetap berlatih dan terus belajar.” pesan sam sebelum akhirnya menyudahi bermain basket nya. Karena mereka sudah hampir 1 jam di lapangan basket.
Sebelum menyudahi permainan nya christy mencoba teknik jump shot terlebih dulu, setelah nya barulah ia menidurkan diri di tengah lapangan, karena sudah merasa nafasnya ngos-ngosan. ”tarik nafas pelan-pelan, hembuskan....” ujar sam membantu christy menetralkan laju nafasnya, setelah beberapa kali mengikuti instruksi dari papi nya christy pun sudah lumayan lega nafasnya.
”nih minum dulu.” sambung sam memberi satu gelas mineral untuk christy, ”jalan yuk ka?” ajak sam, malah ikutan tiduran juga seperti christy.
(Maaf kalau ada kesalahan dalam menyampaikan perihal permainan bola basket nya. Sumber informasi ada di google.)
”gak bisa,aku udah janji mau jalan sama zizi and jessi.” tolak christy menoleh pada sam yang berada disamping kirinya, ”tapi kalau dinner nanti malam bisa.” tambah christy.
”emangnya kakak udah izin ke mami?” tanya sam balas menatap christy, ”yaudah nanti malam kita dinner berdua.” sambungnya
”belum,papi aja ya yang bilang ke mami....” pinta christy menatap sam penuh permohonan, ”tapi bilangnya kalau aku udah pergi ya.” tambahnya.
”lah mana bisa gitu ka,mami gak liat kamu sebentar aja udah pasti nangis nyariin apalagi ini kamu mau pergi jalan tanpa izin dulu.” keluh sam pada christy
”lagian semenjak hamil jadi ribet banget mood nya, kenapa juga malah makin posesif sama aku, harusnya kan papi yang diposesifin.” keluh christy juga.
Setelah christy memutuskan untuk menerima kehamilan chika dan juga mulai membiasakan telinganya ketika dipanggil kaka/cici oleh keduanya,dan sesuai mau nya juga pada papi,mami nya untuk mereka memanggil ia kaka daripada cici.
Mungkin kalian bertanya kok bisa christy menerima kehamilan mami nya dengan cepat padahal sedari dulu ia sangat menolak itu? Jawabannya sesuai dengan apa kata sahabat nya zee. ”hal yang sudah terjadi dan Tuhan takdirkan untuk kita, itu tidak akan pernah bisa kita ubah lagi. yang bisa kita lakukan adalah menerima nya dengan ikhlas, enggak usah terburu-buru, pelan-pelan aja nanti juga kamu akan terbiasa.” itulah yang selalu christy ingat hingga saat ini.
”gak apa-apa,bagus lah mami posesif sama kaka christy.” kata sam, bangun dari tidurannya lalu berjalan masuk ke rumah meninggalkan christy yang seperti sedikit kesal.
”ihh nyebelin banget papi samuel!” teriak christy, Sam yang mendengarnya hanya tersenyum.
”kaka mau pergi jam berapa?ini udah pukul 08:30.” teriak sam balik lagi ke luar,tapi tidak kembali menghampiri christy.
KAMU SEDANG MEMBACA
PUTRI KECILKU
Hayran KurguSeorang anak adalah anugerah yang tuhan titipkan untuk kita jaga sebaik mungkin. Waktu-Karir-Anak akan aku usahakan duniamu baik-baik saja.
