bag 40

3.9K 363 16
                                        

Happy Reading¡

Chika menyadari kesalahan yang dirinya lakukan, selama berada di rumah bunda,chika mengabaikan perasaan christy, chika sibuk menenangkan dirinya yang sama merasakan kesedihan, mereka bertemu hanya dimeja makan saja, selebihnya christy selalu ditemani oleh papi sam dan sesekali juga ditemani bunda tya.

Ketika orang dewasa kehilangan pasangannya mereka akan pandai menyimpan rasa sedihnya dengan terlihat baik-baik saja di hadapan banyak orang tapi ketika sendirian ia pun tetap akan menangis.

Maka dari itu,siang ini chika ingin meminta maaf pada christy dan kebetulan juga chika sudah menyiapkan makan siang untuk christy, setelah ia selesai makan barulah akan mengantarnya ke kamar sang anak.

”mau bibi antarkan makanan nya non?” ucap bi Inah menawarkan bantuan.

”gak apa-apa bi biar sama saya aja, sekalian mau bujukin anaknya biar gak ngurung terus.” tolak chika halus.

Memang semenjak sampai rumah hingga siang ini christy masih berada di dalam kamarnya gak keluar sama sekali, bahkan ikannya saja yang biasa ia ajak ngobrol ketika lagi sedih kena abai nya juga.

”yasudah bibi izin istirahat ya non.” ucap bi inah yang diangguki oleh chika, dan bi inah pun segera pergi.

Chika buru-buru menyelesaikan makannya, karena hanya ia sendiri yang ada di dapur,para pekerja nya sudah mulai mengistirahatkan diri sebelum nanti sore kembali berkutat lagi dengan pekerjaan rumah.

Chika buru-buru menyelesaikan makannya, karena hanya ia sendiri yang ada di dapur,para pekerja nya sudah mulai mengistirahatkan diri sebelum nanti sore kembali berkutat lagi dengan pekerjaan rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chika mengetuk pintu kamar christy terlebih dulu,lalu ia segera membuka pintunya setelah beberapa kali ketukan tapi tak kunjung dibukakan.

”dek,mami masuk ya?” izin chika, melihat christy sedang berbaring membelakangi nya.

”sayang makan dulu yuk?mami udah bawain makannya nih,adek kan harus minum obat?” panggil chika yang masih berdiri menatap punggung christy.

”taruh saja dimeja nanti aku makan....” jawab christy tanpa membalikkan badannya sedikit pun,ia fokus menatap keluar jendela.
”silahkan mami keluar dari kamar aku.” sambung christy mengusir mami nya secara halus.

Chika bingung harus bagaimana?tapi ia juga tidak bisa meninggalkan anaknya sendiri mengurung diri seperti ini. ”adek harus makan bentar lagi papi pasti nelpon nanyain adek udah minum obat atau belum,makan ya sayang?” bujuk chika mendekati christy.

Christy menyingkirkan dengan pelan tangan mami nya yang mengelus pundak nya, ”bilang aja aku udah minum obat, silahkan mami keluar aku mau sendiri.” ucap christy lagi-lagi mengusir ibunya.

”mami temenin ya?” kukuh chika tanpa bantahan segera memeluk christy dari belakang,tanpa penolakan dari sang empunya.

”mami sedih kalau adek murung kayak gini, kenapa sayang?coba cerita sama mami nak?” ucap chika lembut bahkan hampir terdengar seperti bisikan ditelinga christy.

PUTRI KECILKU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang