"eh... lo tau gak kalo el itu pernah hamil di luar nikah udah gitu ternyata si cowonya lebih milih tunangannya".. ucap seorang wanita yang tengah berkerumung, di saut "berarti dia pelakor dong, pantes ajah dia hidupnya banyak masalah.. ternyata dosanya numpuk hahahaha" oleh seorang lainnya. "terus anaknya sekarang dimana?, masa gak pernah keliatan?" tanya seorang pria yang ikut bergosip itu, "kayanya di sembunyikan deh, kan malu aibnya tersebar, apalagi anaknya lahir tanpa bapak, gua kalo jadi el mending gua gugurin atau gua mati daripada lahiran tanpa suami" jawab wanita yang mengangkat topik el. "parah sih kalau sampe bener, gua gak mau satu kerjaan sama penzinah, yang ada ikut kena sial" saut seorang lain yang di setujui beberapa dari mereka...
kabar yang entah berasal darimana mulai tersebar dengan cepat, bahkan di kamar mandi mereka masih terus membicarakan el "eh.. lu udah denger berita el hamil di luar nikah, sama cowo yang udah punya tunangan, apalagi katanya kenalan dari aplikasi sama cowonya,,,".. "eh.. iya gua juga denger katanya cowonya lebih milih tunangannya dan el nyembunyiin anaknya karena malu" terlalu cepat menyebarnya berita itu bukan hanya di satu tempat kerja el melainkan semuanya.. bahkan sekitaran rumah el juga sudah mulai bergosip tentang kabar itu..
sementara el yang tengah mendengar rekan kerjanya bergosip dari dalam toilet hanya bisa terdiam, ia terlihat bingung. wajahnya penuh amarah yang tertuju kepada penyebar berita itu, namun hatinya meluluhkannya karena masih butuh kerjaan untuk biaya hero.
setelah memastikan diluar sunyi el keluar dari toiler dan membasuh wajahnya dengan kasar, ia meneteskan sedikit airmatanya "anjing" sembari berkata kasar.
"el lo di panggil pak surya noh!" ucap seorang rekannya dengan ketus, berjalan dengan diam, bak artis yang tengah viral, semua mata tertuju padanya. mereka terus membicarakan kabar tak sedap itu bahkan dengan el yang berada di dekatnya. "itu.. tuh yang hamil di luar nikah?.. udah gitu pelakor lagi".. "oh ini pelakornya..",, "dasar murahan".. "gua sih ogah kalau harus sekantor sama dia".. "jual diri kok menghasilkan anak.. bingung deh bapaknya siapa makanya lahir tanpa bapak hahaha"... "huh pelacur.. cuiiihhhh" hinaan itu terus terlontar sepanjang el berjalan menuju ruangan atasannya.
"kamu sudah tahu kan kenapa saya panggil kamu kesini?"... tanya pak surya tanpa basa basi "karena gosip itu ya pak?", jawab el dengan tertunduk "gosip? berarti kabar itu bohong?, kamu gak punya anak?".pertanyaan itu membuat el terdiam. "diam kamu seakan memberi saya jawaban bahwa kabar itu benar el, jadi itu bukan gosip, karena apa yang mereka katakan itu fakta, kalau memang itu hanya gosip kamu akan menyangkal.. apa saya salah mengambil pemikiran begitu?" ucap kembali pak surya. "pak niat saya hanya kerja dan menurut saya masalah pribadi saya tidak ada urusannya dengan kinerja saya, toh selama ini saya bekerja dengan baik menurut saya" jawab el dengan menahan airmatanya ..
"begini ya el,, saya paham maksud omongan kamu, tapi disini kamu tidak bekerja sendirian, kamu perlu tim yang berarti harus bekerja dengan orang lain, jika mereka saja tidak ingin bekerja dengan kamu karena masalah pribadi kamu, saya rasa itu alasan kuat untuk kamu introspeksi diri apa yang tidak mereka sukai".. "menurut saya masalah pribadi saya tidak bisa jadi patokan untuk saya bisa bekerja atau tidak, karena yang saya tahu saya bekerja dengan kemampuan saya pak, dan saya hidup bukan untuk di sukai orang lain, untuk apa saya berusaha di sukai banyak orang yang jelas-jelas memang tidak suka saya." bantah el dengan tegas. "kamu salah jika kamu berkata kalau kamu pernah melakukan kesalahan itu tidak akan berdampak pada masa yang akan datang di hidup kamu. kesalahan yang telah kamu lakukan mungkin bisa terjadi di orang lain, namun orang lain itu juga akan merasakan apa yang kamu rasakan sekarang. di bicarakan satu kantor bahkan dimusuhi. apa yang kamu sebut masalah pribadi adalah kesalahan yang tidak lazim di negara kita. saya tahu tidak ada manusia yang suci, tapi bukan berarti tindakan kamu di benarkan, saya tidak peduli apa yang terjadi sama kamu. yang saya tahu saya juga mendapat dampak dari masalah pribadi kamu, dan kantor ini juga. kamu paham?" tegas pak surya yang mencoba memberi kata-kata halus agar tidak menyakiti el.
"saya paham pak. jika memang kesalahan saya membuat saya tidak diterima lagi untuk bekerja disini saya siap. tapi mohon pertimbangkan kinerja saya pak, namun jika kinerja saya memang sama buruknya dengan masalalu saya , saya terima konsekuensinya." el memohon untuk di beri kesempatan namun "maaf ya el, saya ingin sekali memberi kamu kesempatan, saya tahu kamu butuh biaya, saya juga senang dengan kinerja kamu, tapi karyawan lain tidak menerima kamu, bahkan mereka menyampaikan kabar tentang kamu ke boss besar. dan kamu tahu hak saya hanya sebatas memberi kamu nasihat terakhir dan pesangon kamu ini. semoga kamu bisa mendapat pekerjaan lain secepatnya. saya harap kamu menjadi lebih baik. terimah kasih. saya pamit mau rapat". ucapan yang tak dapat di bantah itu seakan pukulan keras bagi el.
saat tengah mengemasi barangnya beberapa rekannya menyengolnya dengan segelas air yang sengaja di tumpahkan ke baju el. "upppssss maaf ya... mbak PELACUR, saya sengaja.. eh maksudnya gak sengaja hahahaha.." "abis di pecat ya.. bagus deh. gua gak mau satu kantor jadi SIAL karena lo" ucap mereka.
berusaha mengabaikan apa yang baru ia alami. bergegas pulang dengan wajah tersenyum "akhirnya bisa pulang cepet, anggap ajah hari ini disuruh istirahat dulu" ucapnya dalam hati.
hari itu bukan hanya satu kabar buruk yang tedengar melainkan el di pecat dari semua kerja paruh waktunya, dan beberapa klien jasanya juga membatalkan pesanan tiba-tiba.
namun di lain sisi el terlihat santai untuk seseorang yang habis di pecat dari pekerjaannya. kehilangan mata pencahariannya. "lah berarti gua pengangguran nih. hahahaha bisa tidur sepuasnya dong gua." ia terlihat bahagia walaupun saat tertawa airmatanya mengalir dengan deras. ia tahu jelas bahwa apa yang ia alami buruk. namun sikap tenangnya adalah penguatan terakhi yang ia punya.
setelah di pecat el lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur sembari mencari kerjaan lewat situs online. namun butuh waktu lebih lama karena kabar yang meluap itu belum reda, hingga tak sadar tagihan rumah sakit tempat hero dirawat telah menunggak. akibat dari kehilangan pekerjaannya el jadi kesulitan membayar pengobatan hero disana.
tabungan nya juga habis untuk menutupi biaya rumah sakit selama menganggur.
di sebuah mall, el tengah berjalan-jalan sehabis wawancara lamaran kerja. "akan kami hubungi lagi nanti" jawaban yang selalu terdengar di setiap akhir wawancaranya. kenyataannya tak ada satupun kabar selain penolakan.
karena haus, el membeli minuman di sebuah tenan namun matanya tertuju pada sesosok lelaki yang tengah berjalan menghampirinya. ia melihat kanan kiri namun lelaki itu tetap berjalan ke arahnya.
jantungnya berdebar begitu cepat, tangannya gemetar, kakinya lemas hingga jatuh terduduk, wajahnya memerah, tangan yang gemetar itu kini mengepal, airmata mengalir dengan sendirinya. nafasnya sedikit lebih cepat. melihat lelaki itu semakin dekat.
"hai el... apa kabar?.." kini lelaki itu tepat didepannya. el dengan cepat memalingkan wajahnya seakan menghindari pertemuan itu.
hai gess. jujur butuh waktu lama untuk nulis cerita ini lagi. setelah sekian lama. gw memutuskan untuk menambahkan karangan dan harapan gw terhadap cerita ini.
penyebab utamanya Krn gw kehilangan kontak dengan pemeran utama di cerita ini. dan ngebuat gw stak. gw ga tau mau nulis apa.
gw harap dia baik baik ajah disana.
gw harap anaknya juga baik baik ajah.
gw harap dia baca cerita ini.
ada yang kangen sama cerita ini ga sih?
KAMU SEDANG MEMBACA
I AM PREGNANT (ON GOING)
Fiksi Remaja"aku ragu, ini terasa seperti jebakan" ucap agam dengan getaran bibir seolah itu sebuah ketakutan. "bagaimana bisa kamu ragu? kamu sendiri yang bilang kalo kamu ga sengaja keluar di dalem" terlihat jelas wajahnya memerah dan airmata pun tak terbendu...
