Pagi ini aku berniat untuk mengembalikan baju Rafael yang dipinjamkannya, tetapi karena semua siswa heboh dengan kedatanganku ke sekolah yang diboncengi oleh Jhonata, bahkan membuat 'Shinta' temanku yang super cerewet itu menanyakan banyak hal sehingga membuatku lupa dengan niatku tersebut.
Terlihat Rafael meninggalkan kelas, padahal 15 menit lagi bel masuk akan berbunyi 'Pasti bolos, bagus deh gue jadi bisa balikin ni baju pas istirahat, kalau sekarang mungkin bakal jadi lebih heboh lagi.'
■■■
Bel istirahat berbunyi, Caca tetap berdiam diri dikelas menunggu Rafael dan teman-temannya. Itu memang kebiasaan mereka, mereka akan membawa jajanan mereka dan memakannya dikelas. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara beberapa langkah kaki yang mendekati kelas. Itu Rafael dan teman-temannya, Rafael dan teman-temannya duduk ditempat duduk mereka masing-masing, yang dimana mereka duduk saling bersebelahan.
Caca yang telah menunggu laki-laki tersebut, tanpa basa-basi dia menghampiri Rafael dan memberikan paper bag yang berisikan baju milik pria tersebut.
"Nih, thank's" ucap Caca menyodorkan paper bag yang ia pegang.
"Iya" jawab Rafael menerima paper bag tersebut dengan wajah yang datar.
Caca pun keluar dari kelas meninggalkan Rafael dan teman-temannya. Caca berjalan menuju kantin, baru saja Caca keluar dari kelas dan berjalan beberapa meter dari sana, tiba-tiba ada seseorang yang menarik Caca. Dan orang itu adalah Raissa.
"Lo apa-apaan sih?!, tarik-tarik tangan gue segala lagi!" ucap Caca sinis.
"Heh, jadi cewe jangan kegatelan, jangan semua diembat sama lo!!"
"Maksud lo apa?!"
"Jangan sok polos deh lo, dasar serakah!!" ucap Raissa lalu meninggalkan Caca.
'Apaan sih gaje banget' batin Caca kesal.
■■■
Pelajaran matematika adalah pelajaran yang dibenci oleh sebagian besar murid termasuk Caca. Beruntung para guru melaksanakan rapat yang membuat kelas Caca mendapatkan jam kosong pada pelajaran tersebut. Jam kosong tersebut dimanfaatkan oleh Raissa untuk mengganggu Caca dan teman-temannya.
Raissa menghampiri Caca yang sedang menulis, lalu dia menyiramkan air dibotol yang ia pegang kepada Caca sehingga membuat gadis tersebut dan buku-bukunya menjadi basah.
"Heh!, apa-apaan lo!!" sentak Licia.
"Gue cuman mau mandiin dia aja supaya gak kegatelan!"
"Maksud lo apa!!" ucap Caca sembari mencengkeram kerah baju seragam milik Raissa tidak terima dengan apa yang ia ucapkan.
"Apa?!, gak terima?, makanya gak usah kegatelan sana-sini!!" bentak Raissa.
Adu jotos dan aksi saling menjambak pun terjadi. Aksi mereka menjadi bahan tontonan yang dinikmati oleh teman-teman sekelas mereka. Mereka tidak mengira bahwa Caca memiliki tenaga yang cukup kuat untuk melawan Raissa dengan tubuh kecilnya. Bahkan membuat Licia dan Bellova kesusahan untuk memisahkan mereka berdua.
Meskipun Caca memiliki tenaga yang cukup kuat, tetapi karena tubuh kecilnya yang begitu ringan membuat dirinya dengan mudah didorong oleh Raissa. Raissa mendorong Caca dengan kuat dan membuat Caca terpental sehingga dahinya terbentur dengan cukup keras keujung meja.
Karena benturan yang cukup keras tersebut, berhasil membuat dahinya berdarah. Teman-teman Caca yang melihatnya dengan sigap membawa Caca pergi ke UKS, Rafael dan teman-temannya pun ikut terkejut dengan apa yang terjadi.
Tanpa waktu yang cukup lama, kejadian tersebut tersebar dengan sangat cepat hingga ketelinga para guru. Raissa dan Caca pun dipanggil keruangan BK untuk dimintai penjelasan.
'Sumpah ini kali pertama dan terakhir bagi gue masuk ruang BK' Caca membatin kesal meninggalkan ruang BK.
Ditangga yang akan dia taiki untuk pergi kekelasnya, terdapat seseorang yang berdiri ditangga tersebut. Dan orang tersebut adalah Jhonata.
"L-lo... ngapain disini?"
Jhonata melepas jaket yang berlambang Black Garden dan memasangkannya pada Caca "Ba-baju lo basah!!" ucap Jhonata dengan wajah yang merona.
"O-oh, ma-makasih" Wajah Caca saat menyadari bajunya yang basah, dia lupa jika baru saja dia disirami air oleh Raissa, hal yang membuatnya malu adalah dia yang berjalan dari ruang BK menuju kelasnya dengan bajunya yang basah. Pantas saja semua orang melirik ke arah dirinya.
■■■
Saat Caca kembali kekelasnya, dia membuat seluruh teman sekelasnya terkejut dengan penuh tanda tanya.
"Ca, lo beneran pacaran sama si Jhonata?" tanya Shinta dengan penuh excited.
"Ya enggaklah!!"
"Terus itu?" tanya Licia menunjuk jaket yang dikenakan oleh Caca "Jelas-jelas itu jaket geng Black Garden, kenapa lo bisa pake jaket itu?"
"Jhonata yang minjemin ini ke gue" jelas Caca.
"Sebenarnya lo punya hubungan apa sama si Jhonata?" tanya Bellova penasaran.
"Dia anak angkat temen ayah gue!" jelas Caca.
Jawaban yang Caca lontarkan membuat teman-temannya terkejut tidak percaya.
"Dunia ini bener-bener sempit ya" ucap Indah.
"Oh iya, tadi kita sepakat buat main kerumahnya Bellova" lanjut Indah.
"Oh, kapan?" tanya Caca
"Minggu, lo bisa kan?" ucap Bellova.
"Mmmm... ya, lagian gue kerjanya sif sore sih."
"Oke, minggu ini kita main kerumah mewah~" seru Shinta penuh semangat.
"Rumah mewah apaan?" tukas Bellova.
"Rumah lo kan besar and mewaaah banget" ucap Shinta.
"Biasa aja."
"Pandangan orang kaya emang beda ya, rumah mewah aja pasti disebutnya biasa aja" sindir Indah dengan halus yang berhasil membuat hati Bellova seperti tertancap panah.
KAMU SEDANG MEMBACA
5 Kisah [ END ]
RomanceKehidupan yg menyakitkan, kisah cinta yg di penuhi lika-liku, kisah yg penuh dengan drama dan plotwist yg tidak diduga-duga Langsung baca aja ya, jangan lupa difolow sama kasih votenya ya 😊👍
![5 Kisah [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/321369674-64-k326847.jpg)