Rafael dan Caca pun bergegas menuju kantor polisi, sesampainya disana terlihat Rhido yang telah menunggu mereka diluar kantor.
"Do siapa pelakunya? dimana dia? bawa sini biar gue hajar tu orang sampai mati!" ucap Rafael dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Tahan dulu emosi lo Fa, karena lo juga kenal dengan pelakunya" ucap Rhido yang membuat Rafael dan Caca jadi kebingungan.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam kantor polosi, mereka dituntun oleh seorang polwan menuju salah satu sel yang berisi kriminal-kriminal, didalam sel tersebut terdapat seorang wanita yang mereka kenali.
"Caca" ucap wanita tersebut dari balik jeruji besi.
"Raissa."
"Ca gue--"
"Jadi lo pelakunya, gak cukup lo pernah ngurung Caca dikamar mandi hah?! apa sekarang lo mau ngebunuh dia?! jawab bangsat!!" Rafael pun menarik kerah baju Raissa. "Lo mau gue bunuh hah, kalau mau gue bisa bunuh lo sekarang!!"
"Mas harap jangan membuat keributan disini!" ucap sang polwan.
"Fa tenangin diri lo, kalau lo bersikap kaya gini bisa-bisa lo masuk penjara juga" peringat Rhido.
"Ca... gue, gue minta maaf, gue gak bermaksud buat nabrak lo itu kecelakaan, gue gak nyangka lo bakalan nolongin si Bellova, gue minta maaf, hiks gue minta maaf, hiks, hiks" ucap Raissa mengakui kesalahannya.
"Ca, Fa, mending kalian pulang, biar gue yang urusin masalah Raissa, lagian dia juga perlu diadili dulu" ucap Rhido.
Dengan mempercayakan masalah Raissa kepada Rhido, Caca dan Rafael pun pergi meninggalkan kantor polisi. Rhido mengurus semua permasalahan Raissa, hingga akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun dengan bukti CCTV yang ada dijalan tempat kejadian dan pengakuannya sendiri.
■■■
7 tahun pun berlalu Caca, Rafael, dan yang lainnya pun telah menyelesaikan sekolah sarjana mereka. Caca dan Rafael telah menjalin hubungan yang cukup lama hingga sekarang, dan kini adalah penentu bagi hubungan mereka.
Rumah Caca...
"Jadi tujuan kedatangan saya dan putra saya adalah untuk melamar putri kalian" ucap Alex.
"Ya saya sih setuju-setuju aja, tapi keputusan akhirnya berada ditangan Caca sendiri" ucap Andritany.
"Gimana to ndo?" tanya Ainur kepada Caca.
"Aku, aku, a-aku terima lamarannya" jawab Caca. Hal ini pun menjadi kebahagiaan bagi kedua belah pihak.
Acara pernikahan pun diselenggarakan sekitar satu bulan setelah lamaran dan sesuai dengan tanggal yang telah mereka tentukan. Banyak sekali orang yang menghadiri acara pernikahan mereka, kebanyakan diantaranya adalah pengusaha-pengusaha yang bekerja sama dan berinvestasi dengan perusahaan milik Rafael. Bukan hanya itu saja, Malik dan Indah yang merupakan sahabat sekaligus rekan kerja Rafael pu ikut datang ke acara pernikahan mereka, tentu saja bersama dengan putri mereka.
"Saya nikahkan Caca Calista binti Andritany Calista dengan maskawin seperangkat alat solat, emas 50 kg, satu unit helikopter, satu unit pesawat pribadi, dan uang tunai sebesar RP. 100.000.000.000 (seratus miliar ribu rupiah) dibayar tunai" ucap penghulu.
"Saya terima nikahnya Caca Calista binti Andritany Calista dengan maskawin seperangkat alat solat, emas 50 gram, dan uang tunai sebesar RP. 100.000.000.000 dibayar tunai" ucap Rafael mengulang ucapan penghulu.
"Para saksi sah?"
"SAH!" ucap para tamu undangan serempak.
"Lo denger gak tadi maharnya?" tanya Akbar kepada Shinta.
"Iya, emang gue budek apa" ucap Shinta sinis. "Kapan ya gue bakal nikah kaya gitu juga, daper cowo ganteng kaya raya lagi."
"Emangnya ada ya cowo yang mau sama cewe rempong kaya lo?" ejek Akbar.
"Emangnya ada ya cewe yang mau sama cowo buluk kaya lo?" Shinta pun mengejek balik Akbar.
"Muka ganteng gini malah dibilang buluk."
"Idih najis."
■■■
"Tante ini bunga buat tante yang cantik" ucap Seyla putri Malik dan Indah yang saat ini telah menginjak usia 6 tahun.
"Makasih ya sayang, kamu juga cantik banget."
"Arigatou."
"Omedeto" ucap Malik kepada Rafael.
"Hahaha, kek wibu lo ngomong kaya gitu" ejek Rafael.
"Gue tinggal dijepang anjing, makanya udah kebiasaan bangsat."
"Bahasanya!" ucap Indah memperingati.
"Ma-maaf sayang."
"Selamat ya Ca, Fa" ucap Rhido yang ikut bergabung dengan mereka.
"Om Ido" ucap Seyla.
"Wah udah besar ya kamu."
"Hehehe."
■■■
Tradisi yang selalu ada diacara pernikahan, yaitu pelemparan bunga oleh pengantin. Yang dimana mitosnya siapa pun orang yang mendapatkannya akan menyusul kepelaminan nantinya.
"Oke siap-siap, satu, dua, ti-ga" Dengan aba-aba dari MC Rafael dan Caca pun melemparkan karangan bunganya dan orang yang menerima bunga tersebut adalah...
"Anjiir najiiis" ucap kedua orang yang menerima bunga tersebut.
■■■
"Gue harap lo bahagia Ca."
KAMU SEDANG MEMBACA
5 Kisah [ END ]
RomanceKehidupan yg menyakitkan, kisah cinta yg di penuhi lika-liku, kisah yg penuh dengan drama dan plotwist yg tidak diduga-duga Langsung baca aja ya, jangan lupa difolow sama kasih votenya ya 😊👍
![5 Kisah [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/321369674-64-k326847.jpg)