"Pelan-pelan makannya nak, nanti kesedak,"
"Dah pelan loh mah aku makannya,"
"Yaudah habisin mie nya."
Aku mengangguk dan melahap makanan ku dengan lebih pelan lagi. Saat ini aku dan emak ku lagi berada di kursi teras sedang sarapan mie instan.
Aku sontak berhenti mengunyah. Ku tatap heran emak ku yang menaruh piringnya yang masih ada sisa. "Kenapa gak dihabisin, mah?"
"Sudah kenyang. Sekarang mama mau siap-siap berangkat,"
"Dibolehin kah pergi jam segini?" tanyaku lagi. Ku lirik sekilas lewat pintu dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 7 pagi. "Bos mama emangnya gak marah?"
"Sudah diizinin, untuk hari ini saja."
"Beneran nih dah sehat? Takutnya masih sakit,"
"Iya jangan khawatir. Yaudah kamu jaga rumah ya nak,"
Aku terdiam sejenak kemudian mengangguk kecil, "Mama juga hati-hati, kalo ada apa-apa langsung telpon aku."
"Iya anakku. Kamu baik-baik di rumah."
Ku rasakan usapan lembut di rambutku sebelum dirinya tersenyum kemudian pamit. Ku pandangi beliau yang semakin menjauh, pergi buat mengais rejeki di tempat kerja.
Emak ku bekerja keras mencari nafkah sedangkan aku kerjaannya cuma mangan, ngising, turu. Aku menghela napas sembari ngelirik piringku yang habis gak tersisa.
Udah makan mie sukses tapi belum sukses-sukses. Fak kata aku teh
Hufft ngeliat emak yang makin lama makin tua tapi aku belum bisa ngebahagiain dirinya. Kini aku mendongak memandangi langit pagi yang mendung. Haa.. moga ae pas gede nanti aku dapat kerjaan baik terus jadi holang kayah
Tapi apa mungkin? Hmm mana ku tawu
Aku beranjak dan melangkah masuk membawa piring bekas makan tadi. Ku berjalan menuju dapur menaruh piring kotor untuk ku cuci.
Ah ngeluh mulu nih idup. Mending aku nyuci piring terus beres-beres rumah. Bantu-bantu meringankan pekerjaan emak ku. Gak papa kok gaes! Kalo gak bisa bahagiain orang tua setidaknya jangan menyusahkan mereka
Buat masa depanku sukses apa enggak, semuanya ku serahkan pada yang nulis cerita.
Huahahahaa
Sekarang waktunya mengaktifkan mode sonic
Ku bilas piring terakhir, menaruhnya di rak dan langsung mengambil sapu yang menyendiri di pojokan.
Baiklah ini saatnya!
Dengan kecepatan build attack speed akan ku kinclong kan dunia ini beserta penduduknya!!! Eh enggak deng. Bersihin satu rumah aja aku dah keok palagi bersihin hati orang yang beraneka ragam
Aku terdiam sejenak. Sepi bet dah? Enaknya mah nyalain lagu biar dunia tambah menggelegar
Tringgg tringg tringgg
Lah? Ada yang nelpon?
Tringgg
Haishh baru mau ngidupin lagu
Aku sontak mengambil hp ku di kursi yang berdering saat ku lihat tertera di layar nama seseorang.
Aku tersenyum. Wih Aulia! Ku lirik sekilas jam yang udah hampir pukul setengah delapan. Tumben pagi-pagi dia nelpon.
Klik
"Ye halo?"
"Ini aku, Aulia."
"Iya aku tau. Kenapa nelpon, Auli?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Did You Choose It?
RomanceKehidupan Lin berubah setelah bertemu dengannya, seseorang yang telah membuat jantung Lin tak aman dan tak kuat jika harus bersetatap dengan orang itu. Lin tak percaya bahwa ia menyukai teman sekelasnya sendiri membuat Lin melakukan apapun untuk bis...
