(3) Ramalan Profesor Trelawney

141 10 0
                                        

SEVENTEEN
Harry Potter
Seventeen hanya milik Pledis,
Harry Potter hanya milik J.K Rowling Dan Author hanya meminjam
Genre : BxB, Yaoi or Gay
⚠️⚠️Gak suka? Pergi⚠️⚠️

💎

💎

💎

💎

💎

Menjelang bulan Juni, langit bersih tak berawan dan hawa menjadi panas serta pengap. Yang ingin dilakukan anak-anak hanyalah, berjalan-jalan di halaman dan duduk-duduk diatas rumput, sambil membawa beberapa liter jus labu kuning.

Mungkin bermain Gobestone dengan santai atau menonton cumi-cumi raksasa mengambang, mencari hawa di tengah danau. Tetapi mereka tak bisa melakukannya.

Ujian hampir tiba, dan alih-alih bermalas-malasan di luar, anak-anak terpaksa tinggal di dalam kastil. Berusaha memaksa otak mereka untuk berkonsentrasi, sementara aroma musim panas yang menggiurkan masuk melalui jendela.

Bahkan, Choi Jay dan Sunghoon tampak belajar. Mereka sebentar lagi akan ujian O.W.L. (Ordinary Wizarding Level) atau, level sihir umum.

Taehyun mempersiapkan diri untuk menghadapi NEWT. NEWT adalah, Nastily Exhausting Wizarding Test atau ujian sihir yang luar biasa melelahkan. Kualifikasi tertinggi yang ditawarkan Hogwarts, karena Taehyun ingin masuk Kementerian Sihir, dia perlu mendapat nilai-nilai tinggi.

Dia menjadi cepat marah, dan memberikan hukuman berat kepada siapa saja yang mengganggu ketenangan ruang rekreasi di sore hari. Satu-satunya orang yang lebih tegang dari Taehyun adalah Jihoon dan Joshua.

Jeonghan dan Seungcheol sudah menyerah, tak pernah bertanya lagi bagaimana Joshua dan Jihoon bisa ikut beberapa mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan. Tetapi, mereka tak tahan lagi ketika melihat jadwal ujian yang telah dibuat oleh Joshua dan Jihoon sendiri.

Senin

09:00 = Aricmany
09:00 = Transfigurasi
Makan siang
13:00 = Jimat dan guna-guna
13:00 = Rune Kuno

"Kalian berdua,..."

Seungcheol berkata hati-hati, karena Joshua dan Jihoon cenderung meledak jika diganggu hari-hari ini.

"Eh,... apakah kalian yakin, kalian menyalin jadwal ini dengan benar?" Tanya Seungcheol waspada.

"Apa?" Sentak Jihoon, seraya mengambil jadwalnya dan mengamatinya.

"Ya, tentu saja" balas Joshua lelah.

"Apakah ada gunanya, bertanya bagaimana kalian bisa ikut dua ujian pada saat yang bersamaan?" Tanya Jeonghan.

"Tidak" tukas Jihoon pendek.

"Apa kalian melihat buku Numerologi dan Gramatikal kami?" Tanya Joshua.

"Oh, ya. Aku meminjamnya untuk bacaan sebelum tidur" kata Seungcheol amat pelan.

Jihoon membantu Joshua mulai menggeser-geser tumpukan perkamen diatas meja, mencari-cari buku itu. Saat itu, terdengar gesekan di jendela, lalu Hegwig terbang masuk. Paruhnya menggigit surat.

"Dari Hagrid" kata Jeonghan merobek sampulnya. "Banding Buckbeak sudah ditentukan. Tanggal 6"

"Itu hari terakhir ujian kita" kata Joshua masih mencari-cari bukunya.

"Dan mereka akan datang kesini untuk melakukannya" kata Jeonghan masih membaca suratnya. "Seorang petugas dari Kementerian Sihir dan,... dan Algojo."

Joshua dan Jihoon mendongak, kaget.

Hogwarts Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang