SEVENTEEN
Harry Potter
Seventeen hanya milik Pledis,
Harry Potter hanya milik J.K Rowling Dan Author hanya meminjam
Genre : BxB, Yaoi or Gay
Gak suka? Pergi
💎
💎
💎
💎
💎
Di Suatu Tempat
Di suatu tempat yang tidak di kenal, Jeonghan meluncur keluar, dari cerobong perapian. Dia meluncur keluar, menjatuhkan Barang-barang dalam prosesnya.
Jeonghan terbatuk pelan, karena debu. Tubuhnya kotor penuh dengan Bubuk Floo dan abu perapian. Jeonghan mengambil kacamatanya yang terlepas dan retak pada lensa bagian kiri.
Setelah pengelihatannya membaik, Jeonghan melihat sekeliling dengan bingung. Dia bangun, dan berjalan melihat banyak tengkorak manusia dan benda-benda aneh serta menakutnya yang di pajang, di sana.
Jeonghan kembali berjalan, dan melihat sebuah tabung yang berisi tengkorak. Jeonghan mengetuk pelan, tabung kaca itu. Ia lalu berjalan lagi, memegang sebuah benda yang ada di depan sebuah tangan monster.
Entah karena penasaran atau bagaimana, Jeonghan mengulurkan tangan kirinya, seakan ingin memegang tangan tersebut. Hal mengejutkan terjadi. Tangan itu bergerak, dan mengencengkram tangan Jeonghan. Membuat dia terjebak.
Jeonghan berusaha keras melepaskan cengkraman tangan itu. Dia melihat keluar jendela, dan melihat ada Minghao di sana. Tentu saja, itu membuat Jeonghan panik dan sekuat tenaga berusaha melepaskan tangan itu dari tangannya.
Namun usaha Jeonghan tak membuahkan hasil. Jeonghan semakin berusaha melepaskan diri dari tangan tersebut. Dia tak mau, sampai bertemu Minghao di tempat ini.
Beruntungnya Jeonghan, sebelum Minghao masuk ke toko ini, dia sudah berhasil membebaskan tangannya dari tangan monster itu. Jeonghan lalu bersembunyi di dalam sebuah peti besi yang berdiri.
Tepat setelah dia masuk dan bersembunyi, Bell pintu toko terdengar. Pertanda bahwa, Minghao sudah masuk ke dalam toko.
Dia melihat keluar dari celah peti mati ini. Jeonghan melihat Minghao yang sama seperti Jeonghan sebelumnya, menyentuh apapun.
Lalu, seorang pria yang hampir mirip dengan Minghao namun terlihat lebih dewasa, masuk ke dalam dan memukul tongkat berkepala ular ke atas meja. Hal itu membuat Minghao tersentak, terkejut.
"Jangan sentuh apapun, Minghao" kata sosok itu dingin.
"Ya, Ayah" kata Minghao sambil melihat sosok itu yang ternyata adalah Ayahnya.
Dia kembali fokus kepada kedua Seo tersebut. Lucas masuk ke dalam, di ikuti oleh Minghao. Mereka berdua berjalan masuk sampai di depan meja penjual toko.
"Tuan Seo, senang bertemu denganmu lagi. Dan juga Tuan muda Seo. Menyenangkan" sapa sang penjaga toko.
Lucas hanya diam tak menjawab, dengan wajah angkuhnya. Minghao juga diam, di balik Ayahnya.
"Aku harus menunjukkannya padamu, hari ini, dan sangat berharga,..."
"Hari ini aku tak membeli, Borgin. Tapi menjual" potong Lucas.
"Menjual?" Kata sang pemilik toko, Borgin.
"Minghao" panggil Lucas.
Minghao yang ada di belakang sedang melihat-lihat, segera maju ke depan dan menaruh sebuah peti yang dia bawa, di atas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hogwarts
FanfictionJeonghan tahu dirinya tidak normal. Dia hanya tidak tahu dirinya adalah seorang penyihir. Atau: Cerita dimana Jeonghan adalah Harry Potter. Kisah member Seventeen berada didunia Harry Potter, dengan alur cerita yang sama, namun dengan percintaan dan...
