(3) Rahasia Jihoon

31 2 1
                                        

SEVENTEEN
Harry Potter
Seventeen hanya milik Pledis,
Harry Potter hanya milik J.K Rowling Dan Author hanya meminjam
Genre : BxB, Yaoi or Gay
Gak suka? Pergi


💎

💎

💎

💎

💎

"Mengerikan. Sangat mengerikan. Sungguh keajaiban tak satupun, dari mereka mati. Tak pernah dengar yang seperti itu. Untung benar, kau ada disana, Snape"

"Terima kasih, Pak Menteri. Orde of Merlin kelas kedua, kurasa. Kelas pertama kalau bisa kuatur, dengan kelicikan. Terima kasih banyak, Pak Menteri" kata Snape.

"Lukamu, parah juga. Kerjaan Kim, ya,...?" Kata Cornelius.

"Sebenarnya, Yoon, Hong, Choi dan Lee, Pak Menteri" ujar Prof. Snape.

"Masa?" Kata Cornelius tak percaya.

"Kim, telah menyihir mereka. Saya langsung menyadarinya. Mantra Confundus, kalau dilihat dari tingkah mereka. Mereka berpikir, ada kemungkinan Kim tak bersalah. Mereka tak bisa dipersalahkan. Meskipun demikian, campur tangan mereka bisa saja memberi kesempatan, Kim lolos. Jelas mereka mengira, bisa menangkap Kim dengan berempat saja. Mereka terlalu sering, dibiarkan sebelum ini. Saya khawatir, itu membuat mereka menilai tinggi diri mereka sendiri. Dan tentu saja, Yoon selalu diberi banyak sekali kelonggaran oleh kepala sekolah" jelas Prof. Snape.

"Ah, Snape. Yoon Jeonghan, kau tahu sendiri. Kita semua jadi sedikit lunak, kalau berhadapan dengan dia" balas Cornelius.

"Tapi, baiklah baginya kalau diberi begitu banyak perlakuan khusus, saya sendiri berusaha memperlakukannya, seperti murid-murid lainnya. Dan murid-murid lain akan diskors, paling tidak, karena membawa teman-temannya, ke dalam bahaya besar seperti itu. Bayangkan, Pak Menteri, melanggar semua peraturan sekolah. Padahal, segala hal dilakukan untuk melindunginya. Meninggalkan sekolah pada malam hari, bergaul dengan manusia Serigala dan pembunuh, dan saya punya alasan untuk percaya dia selama ini, mengunjungi Hogsmeade secara ilegal juga" kata Prof. Snape menjelaskan.

"Wah, wah,... kita lihat nanti Snape. Kita lihat nanti. Anak itu jelas telah bertindak bodoh" kata Cornelius.

Jeonghan berbaring dengan mata terpejam. Dia merasa sangat pusing. Kata-kata yang didengarnya, serasa merambat pelan sekali, dari telinga ke otaknya sehingga sulit dipahami.

Kakinya, serasa seberat timah. Matanya terlalu berat untuk dibuka. Dia ingin berbaring disini, di tempat tidur yang nyaman untuk selamanya.

"Yang paling membuatku heran, sikap Dementor. Kau sungguh tak tahu kenapa mereka mundur, Snape?" Kata Cornelius heran.

"Tidak Pak Menteri. Saat saya sadar, mereka sudah kembali menuju posisi masing-masing, dijalan masuk" jawab Prof. Snape.

"Luar biasa" ujar Cornelius takjub.

"Meskipun demikian, Jeonghan dan Kim, semuanya pingsan waktu saya tiba di tempat mereka. Saya ikat, dan sumbat mulut Kim, tentu saja. Saya menyihir tandu-tandu dan langsung membawa mereka semua ke Kastil" jelas Prof. Snape.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 19 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hogwarts Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang