(1) Menembus Pintu Jebakan

111 14 0
                                        

SEVENTEEN
Harry Potter
Seventeen hanya milik Pledis,
Harry Potter hanya milik J.K Rowling Dan Author hanya meminjam
Genre : BxB, Yaoi or Gay
Gak suka? Pergi

💎

💎

💎

💎

💎




Sore Hari

Pada sore hari yang cerah, para murid selesai mengerjakan ujian akhir tahun. Terlihat beberapa murid yang berlalu-lalang menghirup udara segar, menghilangkan steres. Begitu juga dengan Jeonghan, Seungcheol dan Joshua.

"Aku selalu dengar ujian akhir tahun Hogwarts sangat menakutkan,... tapi menurutku agak menyenangkan" kata Joshua mengeluarkan opini.

"Bicara dengan dirimu sendiri. Kau baik-baik saja, Jeonghan?" Kata Seungcheol lalu bertanya pada Jeonghan yang terlihat meringis.

"Bekas lukaku terus terasa sakit" balas Jeonghan serak sambil memegang bekas lukanya dengan tangan kanannya, meringis.

"Itu pernah terjadi" kata Joshua menatap Jeonghan prihatin.

"Tidak seperti ini" balas Jeonghan.

"Mungkin kau harus menemui perawat" saran Seungcheol.

"Sepertinya ini adalah peringatan. Itu artinya bahaya akan datang" balas Jeonghan.

Mereka berjalan keluar area kastil. Jeonghan masih terus meringis, menahan kesakitan. Sampai mereka melihat Hagrid, yang duduk di depan pondok sambil memainkan seruling. Dan sesuatu, menyala di kepala Jeonghan.

"Tentu saja!" Seru Jeonghan terkejut.

"Apa itu?" Tanya Joshua penasaran.

Jeonghan berjalan cepat ke arah Hagrid. Mereka berdua mengikutinya. Sambil berjalan, Jeonghan menjelaskan.

"Tidakkah, kalian pikir itu agak aneh, bahwa yang diinginkan Hagrid lebih dari segalanya adalah Naga,... kemudian ada orang asing muncul dan secara kebetulan memilikinya. Maksudku, berapa banyak orang asing yang berkeliaran dengan telur naga di kantung mereka. Mengapa aku tidak melihatnya sebelumnya?" Jelas Jeonghan. Lalu, menyalahkan dirinya sendiri.

Setelah mendengar penjelasan Jeonghan, mereka bertiga berlari ke arah Hagrid. Tanpa basa-basi, Jeonghan langsung bertanya pada Hagrid.

"Hagrid, siapa yang memberimu telur naga? Seperti apa rupanya?" Kata Jeonghan memberondong Hagrid dengan pertanyaan.

"Entahlah, aku tak pernah melihat wajahnya. Dia memakai tudung" jawab Hagrid.

"Orang asing itu. Kalian pasti bicara" kata Jeonghan.

"Ya, dia ingin tahu makhluk macam apa yang kupelihara. Aku mengatakan kepadanya. Aku bilang,... 'setelah Fluffy, seekor naga tidak akan menjadi masalah'" balas Hagrid.

"Apakah ia tampak tertarik kepada Fluffy?" Tanya Jeonghan.

"Tentu saja dia tertarik kepada Fluffy. Seberapa sering kau menemukan seekor anjing berkepala tiga, bahkan dalam perdagangan? Namun aku memberitahunya. Aku berkata, triknya dengan binatang buas mana pun,... adalah mengetahui bagaimana menenangkannya. Seperti Fluffy, misalnya. Mainkan saja sedikit musik dan dia akan langsung tertidur" jelas Hagrid panjang lebar.

Penjelasan Hagrid membuat mereka bertiga terengah-engah, terkejut. Mereka saling memandang, sebelum kembali menatap Hagrid dengan syok. Hagrid juga sendiri, terlihat terkejut karena ia kembali keceplosan.

Hogwarts Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang