HARI JUM'AT? KO GK MALAM RABU/MINGGU? KAGET YA AKU UP PAGI JUM'AT?
GENGS, SINYAL DI TEMPAT KU SUSAH BANGET 🥲 MAKA NYA AKU CARI TEMPAT DI MANA SINYAL NYA BAGUS. KALAU MALAM TAKUT NYA AKU GAK BISA UP LAGI.
OH,YA, SUPAYA KALIAN DAPAT NOTIF DARI AKU JANGAN LUPA FOLLOW AKUN SapiraaRa6 YA.
KASIH TAU JUGA TEMEN-TEMEN KALIAN BIAR CERITA INI CEPET RAME.
#SPAM TYPO!!
VOTE+COMENT GENGS>3
SELAMAT MEMBACA.
****
Hari begitu cepet berganti. membawa hari baru, melupakan hari-hari yang telah berlalu. pagi itu murid-murid lekas berlari ke arah lapangan. Pak Aditama selaku kepsek menyampaikan pidatonya mengenai pensi yang satu hari lagi akan di adakan di sekolah ini. membagi tugas kepada beberapa murid-murid yang terlibat. sebagai keamanan, sebagai panitia dan lain sebagainya. memberikan wajengan agar acara nanti tersusun rapi tampa kendala.
Empat murid yang di tunjuk sebagai perwakilan sekolah, sudah menyiapkan semuanya secara matang. pidato memakan waktu hampir tiga puluh menit. setelah selesai murid-murid membubarkan diri.
“Eh, lo udah siapin surprise nya, kan?” Tanya Kanisa pada Abel.
“Aman terkendali,” Balas Abel.
“Itu Adara udah jalan ke kelas,” Ujar Alvia berlari masuk ke kelas. ia sedari tadi menunggu kehadiran gadis itu di depan ambang pintu. “Kalian siap, ya?” Tanyanya pada siswa-siswi lainnya yang ada di kelas itu.
“Kalau pintu kelas nya di buka dan Adara masuk kita sambut dia, oke?” Kata Kanisa.
“Okee....” Jawaban serempak satu kelas.
suara tiupan terompet dengan confetti popper yang tembangkan ke langit-langit kelas, berhamburan menjatuhi Adara selayaknya hujan. dekorasi penuh balon, serta teriakan heboh menyambut nya saat membuka pintu kelas.
Adara merangkai tanya? ada apa ini? ia masih berdiam diri, mencerna.
Tiba-tiba Kanisa memeluk heboh dirinya sambil meneriaki. “HAPPY BIRTHDAY, ADARA.”
Lalu di sambung dengan teriakan happy birthday oleh temen-temen sekelasnya yang lain.
“Selamat sehat, selamat kembali ke sekolah, selamat bertambah usia. Ra, maafin sikap kita kemarin ya?” Kata Kanisa tulus, selaras dengan senyuman di bibirnya.
“Ra,” Panggil Alvia dengan suara rengekan. “Maafin gue, ya?” Ia mengerucut kan bibirnya. “gue yang paling banyak salah sama lo.”
“Mereka udah tau kalau lo gak ada sangkut pautnya sama penyerang yang di alami Alvin dan Magan kemarin,” Perjelas Abel, spontan Adara mengerti kenapa temennya minta maaf.
“Gue nyesel banget, Ra, seharusnya gue cari tau dulu. malah asal nuduh lo gitu, kita temen yang jahat, sampai gak perduli sama lo kemarin.” Alvia menumpuk kesalahan pada dirinya sendiri. seribu nyesel menghampiri dirinya.
Adara merangkul temen-temennya. “Gak ada kesalahan yang bisa membuat gue benci sama kalian. Sa, Via.” Adara menatap bergantian kedua temennya, dengan senyum di wajahnya. “gue sama sekali gak ada dendam sama lo berdua.”
mereka berempat berpelukan. “Gue kangen banget kita baikan kek gini,” Ujar Alvia masih dengan posisi saling erat memeluk.
pintu kelas terbuka, menampilkan sekelompok pemuda. mereka yang tengah berpelukan, melepas pelukannya. menatap kehadiran para lelaki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEY ALGHAR
Romantika[𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖! ]🤗🥰 ~Hal terbesar dalam mencintai, mengikhlaskan, bukan? tidak mengapa mungkin masanya sudah habis. masa tidak berlaku untuk selamanya. Mungkin itu yang kita alami sekarang. biarkan masalalu me...
