KALI INI MALAS BACOT DI DEPAN, JADI LANGSUNG AJA KE CERITA.
TAPI SEBELUM ITU JANGAN LUPA VOTE, MASA MACA DOANG, TEGA KALIAN.
TANDA TYPO, SPAM!!
****
“Alghar itu gimana?”
Gala menghentikan memetik gitar nya, saat Adiknya melayang kan pertanyaan secara tiba-tiba. cowo itu menoleh ke sampingnya, tepat di mana gadis berjepit kupu-kupu itu duduk.
Malam yang tenang dengan bintang-bintang yang menjadi hiasan di langit yang gelap, bulan sabit menjadi pelengkap nya. mereka berdua duduk di kursi yang ada di halaman rumah.
“Dia iblis Ra, dia kejam, dia bringas, dia ugal-ugalan, dia di takuti, dia suka semaunya, suka seenaknya. itu adalah jawaban bagi orang yang tidak mengenal nya. itu lah juga kesan pertama saat gue menilai nya.”
“Ada kesan lain selain itu?”
Gala menarik sudut bibir nya. “Jelas ada lah, Ra. Alghar itu memang bangsat tau gak? hampir semua orang salah menebak bagaimana sikap aslinya. dia malaikat dalam bentuk iblis di penglihatan gue.”
“Kenapa di sebut iblis?”
“Dulu dia tuh yang suka mukulin anak-anak VG sampai mampus. gue gak expect Ra, dia punya power sekuat itu untuk ngalahin musuh. pukulan Alghar itu maut, sakitnya sampai ke tulang. VG itu udah paling di takuti sewilayah Selwiraya, maka nya pas Alghar ngalahin mereka semua orang jadi takut sama Alghar. terus dia di bilang kejam, di bilang iblis jalanan.”
“VG? VG itu apa, Bang?”
“VG itu sebuah kelompok besar Ra, mereka itu geng motor yang berkelompok. dan pemimpin mereka itu adalah VG, dan ketua VG itu adalah Rokhi. mereka tuh dulu yang menguasai Selwiraya. pokoknya semua geng itu tunduk di bawah kuasanya.”
“Terus kalau sikap malaikatnya, bisa lo jelasin?”
“Haha...lo kepo atau pengen tahu tentang hidup nya sih, Ra?”
“Ya, dua-duanya. gue pengen tau semua tentang dia, supaya gue gak salah dalam mengartikan dia.”
“Ini yang membuat gue tambah benci sama Alghar, Ra, semua orang pasti di buat penasaran sama dia.”
“Udalah lah Bang, jawab aja. lo kebanyakan bacot tau gak?”
“Udah mulai berani lo ya sama gue sekarang?” Gala tidak marah, ia justru terkekeh menanggapi sikap Adiknya itu.
“Seharusnya gak perlu gue jawab lagi sih sikap malaikat nya itu seperti apa. karena lo sendiri pasti udah tau, Ra, dengan dia mengorbankan diri nya untuk melindungi lo itu udah membuktikan bagaimana sikap nya.”
Adara memandang ke arah lain. bener juga kata Abang nya. tidak perlu contoh lain untuk menafsirkan bagaimana sikap cowok itu. “Terakir kali berkomunikasi, gue sempet adu argumen sama dia. kita gak saling baikan. tapi dia tetap mau nolongin gue, pengorbanan dia kemarin gak sederhana Bang. padahal sebelum nya gue udah janji sama diri sendiri gak mau kenal dia lagi.”
“Oh, yang dia pukulin gue itu?” Lanjut Gala. Adara kontan mengangguk sebagai jawaban.
“Kita itu udah biasa kaya gitu Ra, tapi kita saling menghormati ko. Alghar gak pernah menyerang lawan nya di saat keadaan lawan nya udah lemah. tapi dalam kurung kalau dia masih bisa mengendalikan emosi nya. tapi dia benar-benar bertanggung jawab setelahnya, dia yang gebukin musuh nya tapi dia juga yang bawa mereka ke RS. menjamin mereka di rawat sampai sembuh.”
“Mengendalikan emosi?”
“Iya, Ra. anger issues yang membuat penderita nya sulit dalam mengendalikan kemarahan secara sehat dan produktif.”

KAMU SEDANG MEMBACA
HEY ALGHAR
Teen Fiction[𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖! ]🤗🥰 ~Hal terbesar dalam mencintai, mengikhlaskan, bukan? tidak mengapa mungkin masanya sudah habis. masa tidak berlaku untuk selamanya. Mungkin itu yang kita alami sekarang. biarkan masalalu me...