55. SETELAH MELINDUNGI NYA, LALU PERGI UNTUK SELAMANYA?

527 34 2K
                                    

AKU SEMPETIN UP DI PENGHUJUNG TAHUN INI. GENGS, AKU PERNAH BILANG TARGET SELESAI DI BULAN DESEMBER INI, TAPI KARENA CERITANYA MASIH BERLAJUT, BAKAL KEMBALI UP DI JANUARI YAA😉😚

Spam Typo‼️

Terdengar begitu lancang, jika sudah masuk ke kehidupan seseorang lalu melangkah untuk menjauh, menjauh untuk pergi selamanya?

HAPPY READING

                            ****

DOR..DOR..DOR..

Beberapa detik berlalu setelah suara peluru itu di lepaskan. meleset. begitu pikir Adara, karena tubuhnya tidak merasakan apapun. ia mencoba membuka netra, punggung laki-laki adalah objek utama yang ia lihat.

Dengan cepet orang yang berada di depan nya itu, berbalik badan. mengandeng tangan Adara. “Lari, Ra,” Ucapannya. Adara masih diam, karena tidak tau mau berbuat apa. kakinya mengikuti langkah orang yang sedang mengandeng tangannya itu. Adara dapat melihat jaket dengan tulisan ERAZHOR pada punggung cowok itu.

namun hanya lima langkah mereka melangkah dari tempat itu. tiba-tiba tubuh besar itu tumbang ke lantai bernuansa putih. Adara tambah bingung melihat nya. keadaan sekitarnya terdengar gaduh, seperti ada suara orang bertarung di lantai bawah.

“Al,” Panggil Adara. Ia mencoba membalik tubuh cowok itu, yang tadinya tertelungkup ke lantai.

Mata Adara terbelalak dengan mulut terbuka, melihat bagian dada cowok itu berlumuran darah. itu artinya, peluru tadi mengenai Alghar.

“Al,” Lirih nya. Adara lekas memindahkan kepala cowok itu, dan menjadikan paha nya sebagai bantalan.

Dari tempatnya Dirto kembali menodongkan pistol ke arah dua orang itu. melihat itu Vania tidak tingal diam, ia merampas senjata dari tangan Ayahnya. Vania tidak rela jika peluru itu kembali mengenai Alghar, karena sampai sekarang pun ia masih menaruh hati pada Alghar. meskipun rasa itu tidak pernah di balas.

"Mending kita kabur dari sini,” Dengan cepet Vania menarik tangan Ayahnya. “Ayo, Ayah!” Desak nya, berlari ke arah tangga, menuju pintu keluar.

Derai air mata Adara mengenang melihat nasib cowok itu. netra Alghar sayu-sayu masih terbuka. “Ra, pencet tombol nya. pencet tiga kali, Ra!” ucapnya dengan suara yang tertahan-tahan karena menahan sakit pada dada. Alghar memberikan kunci motornya pada Adara. Adara meraihnya, ada mainan kunci mini berbetuk seperti remote di kunci itu, serta ada tombol nya. Adara memencet tombol merah itu tiga kali.

Tubuh Alghar semakin lemah, bernafas saja sulit bagi nya. “Se-setelah ini jaga baik diri,” mata cowok itu mulai terpejam. “lo, Ra,” Lanjutnya di akhir kata.

“Alghar,” Panggil Adara. namun tidak ada lagi respon apapun dari cowok itu.

“AL, BANGUN, AL! ALGHAR!” Air mata itu semakin pecah.

Di tempat lain. Lizzy yang sedang santai menyetir mobil nya, tiba-tiba berwajah panik mendapati tiga sinyal pertolongan dari Alghar. tiga sinyal? yang artinya darurat dan butuh bantuan. sedari dulu motor Alghar memang di pasangi alat canggih seperti chip yang mampu mengirim kan sinyal bantuan. dan remote control nya berada di mainan kunci motor. sinyal itu langsung mengarahkan di mana Alghar berada. Lizzy yang melihat itu langsung banting setir ke Selwiraya 15.

“ALGHAR,” Lirih Adara pilu, menggoyang tubuh cowok itu.

"Please jangan kek gini. buka mata lo!” Air mata itu jatuh mengenai kulit pipi Alghar.

Dari arah tangga muncul Magan, Gala, Derrick lalu Raiden. ke empat nya mendekat pada Adara.

"ALGHAR,” Spontan Magan berteriak mendapati ketuanya terbaring dengan bersimbah darah di bagian dada.

HEY ALGHAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang