38. Adek Pasti Okay 🖤

8.6K 550 26
                                        

Di depan ruang UGD, sudah menunggu beberapa petugas medis dan sebuah bed dorong. Mereka siap menjemput pasien gawat darurat yang akan segera tiba.

Beberapa saat kemudian, sebuah ambulans dengan lampu strobo yang menyala tiba. Sebuah tubuh kecil berlumuran darah dibawa turun dari ambulans dengan didampingi dokter penjaga UKS dan seorang guru.

Para petugas medis yang telah berjaga dengan sigap membantu petugas ambulance memindahkan tubuh kecil itu ke atas bed dorong.

Mereka kemudian bersama-sama mendorong Viona menuju ruang operasi untuk segera ditangani karena parahnya luka yang diderita gadis itu.

Namun, tanda tangan wali tetap dibutuhkan sebelum operasi dapat dilakukan.

10 menit setelah panggilan telpon, mobil Adit tiba di depan pintu masuk rumah sakit. Adit dan Reno segera turun, sementara sopir membawa mobil ke parkiran untuk diparkir.

Adit segera berlari menuju resepsionis.

"Pasien kecelakaan yang baru masuk atas nama Viona Zara Hermawan dibawa kemana sus?" Tanya Reno mewakili Adit.

"Pasien kecelakaan bernama Viona Zara Hermawan sudah dibawa ke ruang pak," jawab perawat setelah mengecek komputer.

Dengkul Adit seketika lemas saat mendengar kata ruang operasi. Bisa dibayangkan betapa parahnya luka Viona hingga harus dioperasi.

Reno yang mengetahui kondisi tidak stabil bosnya segera membantu Adit berjalan menuju ruang operasi yang ditunjukkan perawat.

Ruang operasi terletak tidak jauh dari resepsionis, tepat disamping UGD. Di sana, seorang dokter sudah menunggu.

"Dok, kami keluarga Viona," ujar Adit yang sudah sedikit lebih tenang.

Dokter mengangguk ke arah Adit. Kemudian beliau menyerahkan secarik kertas berisi persetujuan operasi.

"Baik pak. Ini surat izin operasi. Mohon ditandatangani agar operasi dapat segera dilakukan," ujar dokter bernama Aman tersebut.

Adit mengambil kertas yang diulurkan dokter dengan tangan gemetar. Membaca setiap baris kata yang ditulis di sana sebelum dengan tegas menandatangani namanya di kolom wali.

"Dok, tolong lakukan yang terbaik untuk putri saya. Saya akan berikan apa saja agar putri saya dapat sembuh," pinta Adit setelah menyerahkan kembali kertas tersebut.

Dokter mengangguk ke arah Adit sebelum masuk ke dalam ruang operasi. Setelah dokter masuk, lampu di ruang operasi pun menyala.

Adit terduduk lemas di atas kursi. Reno yang mendampingi Adit tidak ingin mengatakan kata penghiburan apapun, karena dia tahu bosnya sedang tidak ingin mendengar kata tidak pasti apapun darinya. Dia hanya ingin melihat putrinya keluar dari ruang operasi dengan selamat.

Melihat tidak ada yang bisa dia lakukan, Reno pun pergi untuk membeli minuman dan makanan di kantin.

Setelah Reno pergi, Adit terdiam di kursi tunggu. Pria yang dulunya tegak seperti pohon itu kini punggungnya bungkuk, seolah-olah semua kekuatan di tubuhnya telah diambil saat mengetahui bahwa putri kesayangannya mengalami kecelakaan.

Adit merasa langit di atas kepalanya runtuh. Pria yang tidak pernah percaya akan adanya tuhan itu akhirnya untuk pertama kalinya bersedia untuk mencoba.

"Tolong selamatkan putriku," pintanya sungguh-sungguh. Pria itu membungkuk dan menyembunyikan wajahnya ke dalam telapak tangannya. Aliran kecil air mengalir dari sela-sela jarinya.

Tidak lama setelah Reno pergi, Radit datang dengan tergesa-gesa. Pakaiannya yang selalu rapi kini menjadi acak-acakan. Radit datang dengan ditemani sekretarisnya yang bernama Sono.

Viona (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang