16. Vio Nakal🪇

16.3K 724 15
                                        

(Btw readers-nim, Suho di Video ini ganteng banget! 💙💙)

"Anak-anak, 4 jam terakhir ini adalah jam kosong dikarenakan guru-guru akan mengadakan rapat, tapi anak-anak sekalian tidak diizinkan untuk pulang. Jadi jam kosong ini tolong digunakan sebaik-baiknya untuk belajar. Sekian dan terima kasih," ucap bapak Heru selaku wali kelas 2 A.

"Siap pak!" Jawab murid-murid serempak.

Vio mengeluarkan buku mewarnai dari dalam tas sambil berbincang dengan teman sebangkunya. Gadis cantik dengan rambut keriting diikat satu itu terlihat sangat bersemangat ketika bercerita tentang kartun favoritnya yang baru-baru ini ditontonnya.

Mereka asyik bercerita hingga sang ketua kelas menghampiri meja mereka.

"Ehm. Vio, itu abang kamu nyariin," ujar cowok berkacamata itu sambil menunjuk pintu kelas.

"Abang?" Tanya Viona bingung sambil melihat ke arah pintu. Dan benar saja, di sana dia melihat Rendi sedang melambai sambil tersenyum ke arahnya.

Ketika melihat sang abang, Vio langsung minta izin kepada temannya dan berjalan cepat menghampiri abang ketiganya.

"Abang!" Panggil gadis kecil berusia 7 tahun itu.

Senyuman Rendi semakin lebar saat melihat adik kesayangannya. Dipeluknya tubuh kecil adiknya dengan erat. Tubuh lembut dan harum Viona membuatnya tidak tahan untuk tidak mengusap-usapkan pipinya ke rambut lembut gadis kecil itu.

Viona dengan pasrah membiarkan sang abang bermanja-manja, lagipula dia sudah terbiasa diperlakukan bak boneka oleh ketiga abangnya.

"Abang?" Panggil gadis itu saat Rendi belum melepaskan pelukannya setelah 5 menit.

Rendi yang dipanggil Viona akhirnya sadar dan teringat kembali tujuannya memanggil gadis kecil itu.

Rendi kemudian dengan dengan berat hati melepaskan pelukannya pada tedy bear, eh maksudnya adik kecilnya. Laki-laki kecil itu kemudian tersenyum licik sambil mengusap rambut adiknya.

Viona menatap abangnya dengan pandangan mata menyelidik, pasalnya dia mencium bau-bau konspirasi dari sang abang.

"Gini dek. Kan sekolah kita lagi jam kosong nih. Terus sekolah bang Rian lagi ngadain school festival. Kita liat yuk?" Ajak Rendi.

"Tapi kan pak guru bilang gak boleh tinggalin sekolah bang?" Tanya Viona.

Rendi merasa gemas saat melihat wajah gembul Viona yang sedang bingung. Bocah itu kemudian dengan lembut mencubit pipi lembut adiknya.

"Gak boleh kalau kita kasih tau. Kan kita perginya sembunyi-sembunyi. Gak bakal dimarahin deh," jawab Rendi.

Viona berpikir sejenak. Tadi pagi Rian sudah berjanji kalau akan menjemput mereka ke sekolah, kemudian membawa Rendi dan Viona untuk melihat festival di sekolahnya. Namun, acara yang bisa mereka lihat hanyalah teater saja karena acara lain sudah selesai.

Rendi melihat adiknya sedang berpikir keras dengan mulut mengerut, tampak sangat lucu hingga membuat Rendi tidak tahan untuk tidak mencubit pipinya lagi.

"Banyangin dek, kalau kita pergi nanti pas pulang sekolah. Yang ada cuma kita diajak cari makan sama bang Rian. Tapi kalau pergi sekarang kita bisa lihat orang lomba nyanyi dan berbagai hiburan lain. Yakin gak mau?" Goda Rendi yang menjelma menjadi SPG rokok.

Viona akhirnya tergoda oleh bujuk rayu sang abang. Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan kuat hingga rambutnya naik turun.

"Vio ikut abang!" Putus Viona dengan tekad kuat di matanya.

Rendi tersenyum bangga karena telah berhasil membuat adiknya masuk ke kubunya.

"Ya udah, abang izin ketua kelas kamu dulu ya!" Ujar Rendi dan masuk ke kelas Viona menemui murid berkacamata yang sudah dikenal Rendi.

Viona (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang