Seorang perempuan cantik dengan underwear hitam yang menutupi bagian penting tubuhnya tengah duduk berjongkok disebuah kursi menatap gedung pencakar langit ditemani sebatang candu yang terapit manis diantara jemari lentiknya. Penampilan yang cukup berantakan dengan surai tergerai sembarangan mata sayup redup efek air pusing yang ia tenggak sudut bibir robek dan memar di beberapa bagian tubuhnya akibat cambukan tamu yang sedikit usil saat ia menjalankan pekerjaan.
Dia sedikit menengok ke kanan menatap seorang Alpha paruh baya yang terlelap membuatnya terkekeh menyedihkan. Jika kemarin ia hanya perlu bermanja dan sedetik kemudian beberapa kartu akan berada di tangannya, kini ATM berjalan yang membebaskannya dari pekerjaan kotor tersebut telah pergi membuatnya harus kembali masuk ke kubangan lumpur lagi.
Perempuan tersebut mendongak memejam menyedot dalam ujung batang candu di tangannya mengepulkannya tinggi-tinggi, ia beranjak menyambar dress minimnya pergi ke kamar mandi dan berniat kembali menuju Condo pemberian mantan terindahnya.
~
Di tengah perjalanan tiba-tiba terbesit pikiran untuk menemui seseorang, ia raih ponsel di dashboard menekan satu nomor.
"dimana?" tanya Farah tanpa basa-basi.
"ada apa?"
"kita gak ada urusan lagi."
"aku tau kamu masih ngarepin Nata."
"ayo lakuin ini sekali lagi."
"kalo gagal aku gak bakal hubungi kamu lagi." tak ada jawaban dari sebrang telpon membuat Farah sedikit kesal.
"ck."
"katakan kamu dimana, bakal aku jelasin rencanaku."
"kalo akhirnya kamu gak tertarik aku gak bakal maksa."
"Bar Aeon." jawab Luke di balik telepon.
Farah segera memutuskan sambungan teleponnya menginjak pedal gassnya penuh menuju tempat yang sudah di sebutkan.
Kaki jenjang dengan langkah gontai menyusuri lantai sebuah Bar di jam 4 pagi. Matanya menyisir sekejap lalu berjalan menuju lorong, membuka pintu ruang VIP no. 17 dan tercium aroma pekat feromon dari beberapa Alpha di ruangan tersebut. Farah berdiri di ambang pintu menggerakkan kepala mengajak lawan bicaranya keluar ruangan.
~
"langsung aja."
"aku mau kita kerjasama lagi."
"aku punya rencana buat kamu bisa miliki Nata sepenuhnya."
"berhenti aja Far, aku denger Nata lagi hamil jangan sampe kamu bahayain dia dan anaknya."
"aman kok."
"trus apa rencanamu?"
"culik Nata." singkat Farah membuat Luke melotot kaget.
"yang bener aja kamu!!"
"santai dong." Farah menjeda ucapannya mengalihkan pandangannya sekejap lalu kembali fokus ke lawan bicaranya.
"kita culik Nata buat jauhin dia dari Joong."
"bawa dia pergi sejauh mungkin, kalo perlu ke luar negeri."
"buat dia nyaman sama kamu dan bantu dia urus anaknya."
"aku yakin lama kelamaan dia akan luluh." jelas Farah membuat Luke diam berpikir.
"deal." putus Luke yang memang hatinya telah dibutakan cinta diam-diam selama ini.
"selama ini aku ngikutin mereka kunjungan ke rumah sakit."
"dan jadwal nya besok." Luke kembali dibuat kaget dengan ungkapan Farah, dia terlihat begitu obsesi untuk mendapatkan Joong kembali.
"jam?"
"10."
"oke, besok ku jemput." ucap Luke beranjak meninggalkan Farah kembali menuju ruang VIP Bar.
•••
Seorang pria memarkirkan mobilnya di sebuah condo elite, baru saja turun tiba-tiba bahu nya di tepuk dari belakang menampilkan seseorang dengan pakaian serba hitam menggunakan masker dan topi, ia manarik maskernya sedikit dan ternyata dia adalah Farah.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHEROMONE || JOONGDUNK
Fanfiction"aku benci jadi omega." Nata "gw benci feromon omega." "menjijikkan." Joong Nata terpaksa pindah ke kota lain akibat sering mendapat pelecehan seksual di tempat tinggalnya karna dia seorang Omega. Di kota baru dia menyembunyikan identitasnya dengan...
