BLACK-CARD

4.5K 175 1
                                        

Saat ini al sudah berada di depan mansion alisya. Tanpa berlama-lama al langsung masuk kedalam kemudian menuju kamar milik gadisnya itu.

CEKLEK

Pintu terbuka menampakkan alisya yang sudsh siap dengan seragamnya. Alisya yang tahu siapa itu, karena al biasanya masuk tanpa mengetok pintu langsung menoleh kearah pintu dan mendapati kekasihnya sedang berdiri gagah di ambang pintu.

"Sebentar al." Ucap alisya yang masih menyisir rambutnya.

Bukannya menjawab, al malah masuk kemudian menghampiri alisya dan memeluknya dari belakang.

"Nggak usah buru-buru." Ucap al menghirup bau harum rambut alisya.

"Al geli." Ucap alisya yang menahan geli akibat perbuatan al.

Al menarik sebuah kursi, kemudian menarik alisya kepangkuannya. Ia lalu mengambil sisir yang dipakai alisya dan menggantikannya menyisir rsmbut.

"Kamu cantik." Ucap al disela-sela kegiatannya.

Alisya yang mendengar itu tentu merona malu, entah kapan ia bisa kebal dengan ucapan dan perlakuan al tapi walaupun begitu ia tetap suka.

"Al masih pagi lho." Ucap alisya menundukkan kepala malu.

"Salah sendiri cantik." Ucap al tak berhenti menggoda.

"Aaaaalllllllllll." Ucap alisya merengek meminta al berhenti menggodanya.

"Hahahahaha iya-iya maaf." Ucap al sambil menarik dagunya agar lurus kedepan.

"Nggak mau, harus turutin permintaan aku dulu." Ucap alisya sok ngambek pada al.

"Apapun buat kamu alisya." Ucap al mengangguk menuruti alisya, ia akan menuruti apapun yang alisya minta.

"Emang kamu punya uang?" Tanya alisya meremehkan al.

"Punya dong, aku kan udah kerja." Ucap al memberitahu alisya.

"Kerja apa emang?" Tanya alisya sambil menatap kebelakang.

"Secret." Jawab al kemudian menyuruh alisya berdiri.

Alisya yang mendengar itu langsung cemberut karena tidak diberitahu namun ia tidak memaksa al untuk menjawab karena ia yakin al akan memberitahunya entah kapan.

Setelah siap mereka kemudian turun kebawah untuk sarapan pagi. Kemudian langsung berangkat sekolah setelah selesai sarapan menggunakan mobil tohota supranya, karena sudah lama al tidak memakainya.

Masuk ke lingkungan sekolah, semua murid langsung menatal mobil al dengan berbagai tatapan namun mereka berdua hanya acuh. Meskipun beberapa hari lalu alisya dijemput dengan mobil yang sama namun tetap saja mobil itu tetap keren.

Al turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk alisya, ia membantu alisya turun kemudian bersama-sama pergi menuju kelas.

"Adik lo makin keren aja njir." Ucap andra menatap kagum pada al.

"Iya bener tuh anjir." Kenzo membenarkan ucapan sahabatnya.

"Cihh nggak peduli gue." Ucap angga yang diangguki oleh rangga.

"Beset kejilat ludah sendiri nanti." Ucap kenzo menatap twins dsn dibalas tatapan tajam oleh mereka meskipun mereka tak menyalahkan ucapan kenzo.

Sementara itu rian dan daksa hanya diam, rian sendiri menahan cemburu melihat al dan alisya yang semakin dekat, ia berpikir rasanya ingin egois untuk memiliki alisya juga. Kemudian disamping rian ada reva yang sedari tadi menatap kebersamaan al dan alisya dengan emosi.

'Sepertinya aku harus segera bergerak.' Batin reva menatap punggung al yang semakin menjauh.

"Reva." Ucap seorang perempuan tak jauh darinya sambil mendekat diikuti oleh satu temannya yang berada dibelakangnya.

transmigrasi badboy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang