Al saat ini sedang berada didalam kelas dengan alisya yang bersender dipundaknya. Kelasnya sedang jamkos karena guru yang mengajar ada urusan mendadak.
Mereka berdua sedang melihat handphone milik al yang ramai dengan pesan entah dari siapa. Al lebih memilih mengusap surai rambut alisya sedangkan alisya fokus dengan handphone al.
"Al kok banyak banget yang chat sih?" Tanya alisya pada al sedkit kesal karena kekasihnya ini sangat tampan, jadi banyak yang suka.
"Mungkin karena aku ganteng." Ucap al dengan percaya diri sambil tersenyum menatap alisya.
"Kamu kok ganteng sih al?" Tanya alisya lagi dengan sedikit nyleneh.
"Terus kalo ga ganteng harus gimana, kamu mau aku jadi jelek gitu?" Tanya al yang dibuat gemes sendiri dengan pertanyaan alisya.
"Ga mau, pokoknya al ga boleh punya pacar selain aku titik." Ucap alisya menatap al garang yang terlihat menggemaskan di mata al.
"Gimana ya." Ucap al sok berpikir lama ingin membuat alisya marah.
"Aaallllllll" Rengek alisya pada al.
Al yang memang tidak mampu membuat alisya sedih karena saking sayang akhirnya langsung memeluknya sambil tertawa.
"Iya-iya cuman kamu ga ada yang lain." Ucap al memajukan jari kelingkingnya pada alisya dan dibalas alisya dengan menautkan jarinya.
"Janji ya." Ucap alisya sambil menatapa al cemberut.
"Iya janji." Ucap al mengelus surai panjang alisya.
Tak terasa jam istirahatpun tiba, para murid berbondong-bondong pergi kekantin untuk memesan makanan. Termasuk al dkk dan alisya dkk yang memang sudah lapar dari tadi.
Sesampainya dikantin mereka langsung duduk di meja pojok ruangan dekat dengan taman. Setelah mereka duduk, edgar menyuruh salah tau siswa untuk membeliknnya makanan, sebagai ganti ia akan mengupahinya.
Tak berselang lama pesanan mereka datang, tak lupa edgar memberikan upah padanya. Entah bagaimana siswa itu dengan cepat bisa memesan dengan cepat.
Setelah itu mereka menyantap makanan mereka dengan tetang tanpa ada gangguan apapun. Walapun sedsri tadi rian dkk dsn reva dok selalu memperhatikan mereka namun karena mereka hanya acuh jadi tidak apa-apa.
Sambil menunggu bell masuk berbunyi, mereka bermain handphone mereka sesekali bersenda gurau. Saat al sedang melihat handphonenya yang berada di tanga alisya, tiba-tiba terlihat panggilan dari nomer tak dikenal. Alisya kemudian menyodorkan handphonenya dengan sedikit curiga karena takut itu adalah selingkuhan al.
"Siapa ini kak?" Tanya alisya dambil memicingkan mata curiga.
"Nggak tau." Jawab al santai karena memang tidak tau.
"Kalo nggak tau kenapa orang ini punya nomor kakak?" Tanya alisya semakin curiga pada al.
"Emang nggak tau, itu buktinya nomernya aja nggak dikenalkan alisya." Ucap al sambil mengusap puncak kepala alisya.
""Iya juga ya, yaudah ini diangkat kak takutnya penting." Ucap alisya nyengir kuda dambil memberikan handphonenya pada al.
Sebelum mengangkat al melihat id penelpon yang memang tidsk ia kenal. Ia bertanya-tanya siapa namun karena tidak tau akhirnya ia mengangkat telpon itu.
"Halo." Ucap al dengan alisya yang mencoba mendekat untuk mendengarkan.
"Selamat siang tuan, apakah ini dengan tuan alex?" Tanya seorang laki-laki disebrang.
"Iya saya sendiri." Jawab al santai.
"Maaf sebelumnya, nama saya arnold saya dalah asistent anda di perusahaan gg company. Dimohon tuan untuk datang ke perusahaan karena ada beberapa berkas yang memerlukan tanda tangan tuan." Ucap arnold do sebrang dengan sopan pada al.
![transmigrasi badboy [END]](https://img.wattpad.com/cover/359435476-64-k328453.jpg)