Di rooftop sekolah, asgar sedang menunggu teman-teman untuk berkumpul. Dia menatap kosong kedepan, memikirkan bagaimana caranya ia menyampaikan kebenaran bahwa al masih hidup dan orang itu adalah asgar.
Tak berselang lama, pintu rooftop terbuka menampakkan alisya dan teman-temannya yang lain termasuk anggota BLACK DEVIL'S.
"Ada apa kak manggil kita kesini?" Tanya calista sambil mendekat ke arah asgar.
"Duduk." Ucap asgar dsn diangguki yang lain. Calista duduk disamping asgar dan jesica duduk bersama edgar sedangkan alisya, dia sendiri karena al tidak ada. Sementara untuk geng BD duduk di sofa panjang yang sudah ada disana.
Mereka semua menatap asgar dengan penasaran. Asgar yang ditatap langsung menatap mereka satu-persatu.
"Gue mau kasih kabar ke kalian tapi gue bingung mau ngomOng dari mana." Ucap asgar semakin membuat mereka penasaran.
"Kabar apa bang?" Tanya edgar yang sudah tidak sabar ingin tahu kabar yang akan disampaikan oleh kembarannya ini.
"Tentang al." Ucap asgar membuat mereka langsung menunduk sedih terutama alisya yang teringat dengan kekasihnya itu.
Alisya menundukkan kepala menangis karena masih teringat kebersamaan mereka yang harus berhenti ketika mendapat kabar kematian al. Teman-teman alisya yang melihat itu langsung menatap bingung asgar, pasalnya apa lagi yang akan dibahas sedangkan al sudah meninggal.
"Bang lo jangan bikin kita makin sedih terutama alisya dia yang paling sedih diantara kita." Ucap edgar pada abangnya dan diangguki yang lain kecuali alisya yang masih menangis dan sedang ditenangkan oleh calista dan jesica.
"Justru ini sebaliknya." Ucap al membuat mereka menatap asgar karena dibuat bingung lagi olehnya terutama alisya yang juga menatap asgar dengan air mata yang masih mengalir dikedua pipinya.
"Apa maksud lo bang?" Tanya irfan yang sedari tadi hanya menyimak.
Asgar masih menatap kedepan, ia bingung padahal tinggal mengatakannya tapi kenapa susah sekali. Sementara itu yeman-temannya sudah menunggu asgar terutama alisya.
"Huufffff, terserah kalian mau percaya apa enggak yang penting gue udah sampaiin berita ini." Ucap argar kemudian kembali menatap mereka semua.
"Al masih hidup." Tiga kata ittu keluar dari mulut asgar membuat mereka semua terdiam mencerna perkataan asgar.
Alisya yang mendengar itu kembali menangis sementara teman-temannya langsung menatap tajam asgar karena mengatakan hal yang tidak mungkin terjadi. Jelas-jelas mereka melihat jasad yang dikuburkan adalah jasad al dan saat ini asgar mengatakan jika al masih hidup. Itulah pemikiran teman-teman asgar termasuk alisya.
"Bang lo kalo ngomong yang bener napa, kasihan alisya. Lo bukannya bantu dia lupain masa lalu malah buat dia makin keinget." Ucap edgar yang diangguki oleh yang lain.
"Gue gak bohong, al sendiri yang nyuruh gue buat kasih tau kalian." Ucap edgar sekali lagi, mereka yang melihat tidak menemukan sedikitpun kebohongan dari asgar.
"Apa buktinya?" Tanya edgar sambil menatap asgar tajam.
Asgar yang paham langsung mengambil handphonenya lalu menghubungi al. Memang al tadi malam juga berkata jika mereka tidak percaya, asgar disuruh menelpon dirinya.
Asgar menelpon al yang langsung di jawab oleh orang disebrang. Asgar kemudian menyerahkannya pada alisya. Alisya dengan hati-hati menerima handphone asgar lalu mendekatkan pada telinganya.
"Ha-halo." Sala alisya dengan suara serak dan terbata karena habis menangis.
Sementara orang disebrang merasa sakit hatinya ketika orang yang menyapanya menangis. Dan orang itu adalah al yang saat ini sedang bertelepon dengan alisya.
![transmigrasi badboy [END]](https://img.wattpad.com/cover/359435476-64-k328453.jpg)