BRINGER OF DEATH

3.3K 119 0
                                        

Jam menunjukkan pukul 23.00 saat ini al masih dikantornya karena tadi ada beberapa rapat yang harus ia hadiri. Karena itulah ia juga tidak pulang ke mansion, dia juga sudah membaritahukan pada mommy nya jika akan pulang larut malam.

Saat ini al sedang duduk-duduk di sofa ruang kerjanya sambil menikmati secangkir kopi. Ia kemudian terpikirkan rencana untuk membalas dendam pada lingga. Al pun mengambil handphonenya lalu menghubungi asgar untuk datang kekantornya.

"Halo al." Sapa asgar di sebrang.

"Lo lagi diman as?" Tanya al pada asgar.

"Gue baru sampe di markas DR." Jawab asgar dan terdengar suara motor yang dimatikan.

"Datang ke kantor gue sekarang." Ucap al kemudian menjauhkan teleponnya hendak mematikan sambungan. Namun terpotong oleh asgar yang sudah duduk disampingnya dengan telepon yang masih menempel ditelinganya.

"Oke gue dah sampe." Ucap asgar dan kemudian mematikan telepon dari al.

Al yang melihat itu sempat loading sebentar karena kedatamgan asgar yang tiba-tiba. Ia tidak sadar jika asgar bisa berteleportasi seperti dirinya.

"Oh iya gue lupa bangsat kalo bisa teleportasi." Ucap al kemudian menepuk dahinya sendiri pelan.

"Hahaha lo bisa tolol juga ternyata." Ejek asgar pada al  yang dibalas tatapan datar.

"Ada apa manggil gue?" Tanya asgar mengganti topik pembicaraan.

"Bentar." Ucal al kemudian berdiri lalu mencopot jaket yang menutupi seluruh tubuhnya beserta masker yang ia kenakan.

"Gue mau bahas lingga." Ucap al dan diangguki oleh asgar.

"Lo tuh kelamaan, padahal cuman lingga apa susahnya. Cukup satu orang bayangan lo aja mereka udah rata." Ucap asgar panjang lebar sambil menatap al.

"Iya gue tau tapi sebelum gue bunuh mau gue siksa dulu gitu." Ucap al menimpali perkataan asgar.

"Ya tinggal tangkap terus siksa." Jawab al enteng yang membuat al hanya menghela nafas mencoba sabar pada orang disampingnya ini yang sayangnya adalah sahabat nya.

"Tapi sebelum gue siksa masih ada yang harus gue lakuin." Ucap al membuat asgar bingung.

"Maksud lo?" Tanya asgar penasaran.

"Pas ulang tahun sekolah, berapa hari itu?." Jawab al makin membuat asgar penasaran.

"Delapan hari lagi, apa yang bakal lo lakuin?" Tanya asgar lagi.

"Bongkar semua kebusukannya." Jawab al sambil menyeringai.

Asgar yang mendengar itu langsung paham maksud dan apa yang akan al lakukan di hari itu. Asgar baru tahu alasan al selalu menunda-nunda pembalasannya pada lingga.

"Gue ngikut......" Ucap asgar terhenti ketika ia mendapatkan telepati dari salah satu anggota intinya.

"Bos markas diserang." Ucap orang yang menelepatinya.

"Siapa yang menyerang." Tanya asgar dengan serius.

"Belum dikenali bos." Jawab anggota itu.

"Oke bereskan mereka." Ucap asgar kemudian memutuskan telepati lalu menatap al yang juga menatapnya.

"Ada apa as?" Tanya al penasaran karena asgar yang tiba-tiba berhenti berbicara.

"Markas gue diserang." Jawab asgar membuat al langsung membulatkan matanya terkejut.

Mereka berdua saling tatap kemudian mengangguk. Detik itu juga al dan asgar segera berteleportasi kemarkas DEATH RAVEN untuk melihat keadaan.

Sesampainya disana mereka dikejutkan dengan ratusan ribu orang sedang menggempur markas DEATH RAVEN. Seluruh lokasi markas saat ini sudah menjadi lautan peperangan dengan ribuan tubuh yang sudah bergelimpangan tak bernyawa. Pasukan DR bertahan agar musuh tidak menghancurkan bagunan markas mereka.

transmigrasi badboy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang