KEKANTOR

4.2K 108 0
                                        

Beberapa hari telah berlalu setelah malam itu. Seperti pada umumnya jika seseorang melakukan hubungan intim untuk yang pertama kali pasti masih merasa malu begitu juga alisya, ia langsung malu ketika mengingat apa yang dilakukan malam itu bersama al.

FALSH BACK ON

Alisya terbangun dipagi hari dengan sekujur tubuh yang terasa nyeri. Ia kamudian mematap al yang berada disampingnya dan teringat kejadian tadi malam yang membuat pipinya langsung memerah semerah tomat.

Saat ia ingin beranjak dari sana tiba-tiba ia merasakan bagian pangkal pahanya yang tiba-tiba terasa perih dan mengakibatkan alisya meringis kesakitan.

"Isshhh." Ringis alisya ketika hendak berjalan menuju kamar mandi yang membuat al bangun.

Al yang baru terbangun kemudian langsung menatap istrinya itu yang sedang kesakitan. Tanpa mengatakan sepatah katapun al langsung menarik alisya lembut kedalam dekapannya lalu membawanya kembali berbaring di kasur.

"Eh eh mas." Kager alisya karena tubuhnya yang tiba-tiba ditarik.

"Apakah masih sakit hmm?" Tanya al sambil mengusap pipi cubby istrinya itu.

"Iy-iya mas." Cicit alisya malu sambil menundukan kepalanya.

Al hanya mengangguk tanpa mengucapkan apapun ia lannsung menggendong alisya ala bridal style menuju kamar mandi. Alisya yang diperlakukan seperti itu sungguh sangat malu pasalnya al dan dirinya masih telanjang bulat. Yang bisa alisya lakukan saat ini hanya menyembunyikan wajahnya di dada bidang al.

Al mandi bersama alisya dan ya seperti pada umunnya mereka sempat melakukan orgasme beberapa kali dengan alisya yang hanya bisa pasrah menuruti kemauan suaminya itu.

Al keluar dengan handuk yang melilit pinggangnya begitupun alisya namun ia sampai dada. Al membawa alisya ketepi ranjang lalu pergi menuju meja disebrang kasur mencari sesuatu dan kembali menghampiri alisya setelah mendapatkan barang yang ia cari. Al kemudian membuka handuk yang melilit alisya yang mana langsung ditahan oleh dirinya karena ia sudah capek.

"Mas udah aku capek." Cicit alisya karena memang ia sudah sangat lelah apalagi ini kali pertamanya melakukan itu dan langsung digempur beberapa kali oleh al.

CUP

Al mencium singkat bibir alisya lalu menatapnya lembut dirinya. Ia merasa bersalah karena terlalu memaksakan istrinya untuk melakukan itu.

"Maafin mas ya kamu tenang aja mas cuman mau kasih obat pereda nyeri." Ucap al lembut sampil menatap lekat kedua mata alisya.

"Aku sendiri aja mas." Cicit alisya takut menyinggung al tapi malah dibalas senyuman manis oleh al.

"Nurut aja ya." Ucap al sambil mencubit pelan hidung alisya.

Alisya hanya mengangguk karena kalo al sudah mengatakan itu berarti sudah tidak ingin dibantah. Ia hanya bisa pasrah menuruti perlakuan istimewa suaminya itu meskipun malunya setengah mati.

Tak sanpai disitu saja bahkan al mengambilkan lakaian alisya baik luar maupun dalam tak lupa memakaikannya. Alisya yang diperlakukan itu sudah seperti kepiting rebus yang sudah siap santap, bagaimana tidak wajah alisya sudah memerah semerah tomat karena al memakaikan seluruh pakaiannya baik luar maupun dalam.

"Dah selesai, sekarang tidur lagi ya." Ucap al dan diangguki oleh alisya karena memang mereka masih mengantuk apalagi tadi dikamar mandi sempat melakukan beberapa kali yang membuat mereka tambah mengantuk.

Mereka merebahkan dirinya kembali dengan alisya yang berada dipelukan al. Tak berselang lama terdengar dengkuran halus dari sepasang suami istri itu menandakan jika mereka sudah tertidur.

transmigrasi badboy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang