PERUBAHAN

3.5K 134 0
                                        

Pagi harinya mereka melangsungkan acara pemakaman al dengan dihadiri oleh alisya dan juga teman-temanya beserta kerabat-kerabatnya. Pemakaman berjalan dengan lancar tanpa halangan. Setelah selesai, kerabat-kerabat mereka pulang lebih dahulu menyisakan keluarga xavier, alisya dan teman-teman al.

Mereka semua bersedih atas musibah ini kecuali lingga dan antek-anteknya yang hanya berpura-lura sedih.

Saat sedang bersedih mommy rani tak sengaja melihat gadis yang sangat cantik didekatnya. Gadis itu sama persis dengan gadis yang pernah al tunjukan padanya.

"Kamu alisya ya nak?" Tanya mommy ranti mendekat ke arah alisya yang sedari tadi menangis tanpa henti.

"Iya tante hiks, tante siapa ya?" Tanya alisya dengan tangisan dengan tangisan yang sudah mereda.

"Saya mommynya al kamu pacarnya kan." Jawab mommy al kemudian bertanya lada alisya.

"Iya tante, maaf alisya ga bisa jagain al." Ucap alisya kemudian kembali menynduk sedih.

"Bukan salah kamu sayang, tante tau gimana sedihnya kamu begitu juga tante." Ucap mommy ranti sambil mengusap puncak kepala alisya sayang.

"Iya tante." Ucap alisya sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

"Panggil mommy aja ya." Ucap mommy ranti dengan suara parau karena itu mengingatkannya pada al.

"Iy-iya m-mom." Ucap alisya dengan terbata-bata namun bukan karena gugup melainkan karena teringat al lagi.

"Kamu masih muda nak, jangan dipikir terlalu jauh. Iklaskan al agar dia tenang kamu ga boleh terlaru larut karena hal ini ya." Ucap mommy ranti sambil memegang kedeua pipi alisya namun bukannya menjawab alisya malah semakin menangis.

Lama mereka disana karena alisya dan mommy ranti yang belum mau pergi. Setelah mereka tenang barulah mereka pergi namun sebelum itu mereka berpamitan satu sama lain.

Tibalah saatnya alisya berpamitan dengan mommy ranti namun ia tak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal dan benci. Ia melihat reva yang bersama dengan keluarga xavier dan seorang wanita yang dapat ia pastikan adalah ibu dari reva.

Ia berhenti menatap mereka ketika mommy ranti menepuk tangannya karena ia malah melamun. Alisya segera sadar dan langsung berpamitan dengan mommy ranti.

"Mom alisya pamit pulang dulu ya." Pamit alisya sambil tersenyum pada mommy ranti.

"Iya kamu hati-hati ya, jangan lupa sama ucapan mommy tadi." Ucap mama ranti sambil menatap alisya.

"Iya mom doain aja." Ucap alisya sambil memaksakan senyum pada mommy ranti.

Setelah itu mereka pulang kekediaman masing-masing. Alisya bersama dengan teman-temannya dan mommy ranti yang bersama keluarganya.

Beberapa bulan semenjak kematian al, seluruh orang yang dekat dengannya menjadi orang yang berbeda. Alisya menjadi pribadi yang dingin tak tersentuh. Ia hanya bicara ketika diperlukan bahkan dia nyaris tidak pernah bicara, dia hanya akan mengangguk untuk mengiyakan kan menggeleng untuk tidak. Ia juga jarang tertawa apalagi tersenyum karena baginya sesuatu yang membuatnya bahagia sudah pergi dan itu juga membuat senyumannya juga pergi.

Asgar juga semakin dingin ia juga semakin brutal dalam membunuh. Saat ini juga asgar dipercayai ricard untuk membantunya memegang SOD yang membuatnya terus mengingat kebersamaannya bersama al. Walaupun dia tetap dingin meski bersama al namun tak ayal ia juga merasa tenang jika bersama temannya itu.

Edgar juga sama dengan asgar, dia yang biasanya selalu paling heboh ketika saat berkumpul sekarang juga sama. Tidak ada edgar sang penghibur melainkan edgar berdarah dingin. Bahkan ia hampir terjerat kasus pembunuhan karena hampir membunuh anak sekolah lain saat tawuran.

transmigrasi badboy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang