PENYEKAPAN

5.3K 186 0
                                        

Sekarang al dan yang lainnya sedang berkumpul di depan restaurant bersiap akan pulang kerumah masing-masing. Asgar menyuruh irfan untuk memimpin anggotanya karena ia akan mengantar pulang calista sedangkan edgar akan mengantar jesica dan tentunya al dengan alisya.

Kemudian mereka langsung menjalankan motornya masing-masing. Irfan dan anggotanya pergi kekiri sedangkan al, asgar, dan edgar pergi kekanan untuk mengantar gadis mereka.

Awalnya al, asgar, dan edgar bersama namun karena memang berbeda jalur akhirnya membuat mereka terpisah. Al menjalankan motornya dengan pelan karena takut alisya kedinginan. Saat mereka di jalan yang sepi karena memang sudah malam, tiba-tiba dari belakang ada dua mobil yang membuat al curiga. Pasalnya al sudah menepi untuk memberi jalan mobil itu tapi tak kunjung mendahului.

"Alisya pegangan kita diikuti."ucap al menyuruh alisya untuk mengeratkan pegangannya.

"Mereka siapa al?" Tanya alisya setelah menengok kebelakang dan benar saja ada dua mobil yang mengikuti mereka.

"Aku juga nggak tau pokoknya kamu pegangan yang kenceng." Ucap al diangguki oleh alisya.

Tanpa berlama-lama al langsung menarik gas motornya dalam-dalam lalu ia menengok kembali kearah dan benar saja dua mobil dibelakang mereka juka ikut menancap gasnya.

Al yang melihat itu langsung mempercepat laju motornya dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara al dan pengguna mobil, saat akan melewati persimpangan ada satu mobil yang keluar dari sana hendak menghadang mereka, al yang terkejut langsung mengerem motornya mendadak.

Seelah al berhenti pintu mobil itu terbuka dengan beberapa orang yang keluar sambil menodongkan pistol ke arah al. Tidak sampai disitu saja, mobil yang tadi mengejar mereka juga ikut berhenti dan melakukan hal serupa. Al yang tidak ingin ambil resiko langsung angkat tangan di ikuti alisya yang sudah ketakutan dan membuat al sedikit cemas. Al kemudian langsung membawa alisya kepelukannya.

"Siapa kalian?" Tanya al dengan tangan yang terangkat ke atas.

"Anda tidak perlu tau, dan sebaiknya anda ikut dengan kami." Ucap salah seorang pria dengan datar.

"Aku akan ikut kalian, tapi jangan sentuh gadisku." Ucap al menatap tajam pria itu.

Pria itu diam sejenak kemudian mengangguk, ia mendekati al dan langsung mengikat tangan mereka berdua. Setelah mereka diikat, dari arah belakang seorang pria maju lalu memegang rahang alisya kasar.

"Iisshhhhh." Ringis alisya karena merasa sakit akibat cengkraman orang itu yang terlalu kuat.

"Gadis yang manis, maukah kau bermain denganku." Ucap pria menggoda alisya.

Al yang melihat itu tentu marah, ia langsung menendang pria itu kemudian menginjak kepalamya lalu menekannya, namun tindakannya dihentikan oleh pria yang sepertinya ketua mereka.

"Lepaskan atau gadismu akan saya bunuh." Ucap pria tadi sambil menodong pistol le arah alisya.

Al dengan berat hati langsung melepas pria itu kemudian kembali berdiri didekat alisya.

"Kamu gak papa alisya." Tanya al pada alisya khawatir.

"Gak papa kok al." Ucap alisya namun berbeda dengan raut wajahnya yang menunjukkan ketakutan.

"Kamu yang tenang ya aku bakal jagain kamu." Ucap al menenangkan dan di angguki oleh alisya.

Bos mereka mendekat kemudian menambah ikatannya agar al tidak bisa bergerak. Setelah itu ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

"Tuan, target sudah tertangkap." Ucap pria tersebut kepada orang disebrang.

"Bagus saya akan segera kesana." Ucap orang disebrang lalu mematikan telepon sepihak.

transmigrasi badboy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang