KELUARGA

3.6K 121 3
                                        

Setelah pulang dari sekolah, mereka memutuskan untuk berkumpul di mansion al dan berbincang-bincang dengannya. Bagaimanapun juga mereka masih terkejut jika MR.DOMINIC adalah a kecuali mommy ranti.

"Kau ponakan paling gila al." Celetuk carlos sambil menatap al.

"Kau cucuku yang paling gila al." Celetuk brigit ikut-ikutam dengan carlos.

"Kau juga anak yang paling gila al." Celetuk vicente juga tak ingin kalah.

Mereka semua tertawa karena telah menistakan al. Al sat ini sedsng memasang wajah dengan expresi seperti seorang korban karena dinistakan oleh keluarganya sendiri.

"Bang gue juga minta dong buat shoping." Ujar patricia sepupu al tiba-tiba.

Al yang paham maksud sepupunya itu langsung merogoh kantung kelananya, namun sebenarnya ia sedang ingin mengambil sesuatu dari ruang dimensi. Ia seperti merogoh sakunya agar tidak membuat mereka terkejut.

"Nih." Ucap al sambil memberikan kartu akses khusus LISYA MALL.

"Apaan nih, gue pengennya black-card." Ucap patricia mengembalikannya pada al.

"Bodoh itu kartu khusus LISYA MALL, kalo mau beli apa-apa tinggal keluarin tuh kartu nanti ga bakalan disuruh bayar, tagihannya bakal masuk ke al." Bukan al yang menjawab tapi lareina ibu patricia dan istri carlos.

"WHAT, LISYA MALL YANG ITU MOM?" Tariak patricia bertanya mencoba memastikan sesuatu lada ibunya dan diangguki oleh dirinya.

Memang lagi-lagi karena kerja dari anggota mafianya, LISYA MALL menjadi mall terbesar dan termewah dengan cabang yang sudah tersebar diseluruh dunia.

"Berarti mall itu punya lo bang?" Tanya patricia sambil menatap penasaran pada al.

"Bukan, udah abang kasihin ke alisya." Jawab al enteng tanpa beban sambil bersenderan di pundak calon istrinya itu.

"Okelah kalo gitu makasih bang." Ucap patricia dengan semangat dan diangguki oleh al.

Al masih fokus bermesraan dengan alisya sampe ia lupa kenapa sepupu polosnya diam. Ia mencari varo dan setelah ketemu ternyata juga sedang menatapnya sambil memainkan jarinya. Ia paham kenapa varo seperti itu, ia malu untuk berbicara pada al.

"Cil lo mau minta apaan dari abang?" Tanya al yang peka pada varo.

"Pilihannya apa aja bang?" Tanya varo dengan malu-malu.

"Apa aja buat lo cil." Ucap al sambil tersenyum padanya.

"Benelan bang." Tanya varo memastikan dan diangguki oleh al.

"Valo mau helicoptel bang." Ucap varo dengan cedal yang membuat seluruh ruangan tersedak salivanya kecuali al yang malah tertawa terbahak-bahak.

"Yang beneran apa yang mainan cil." Tanya al memberi pilihan pada sepupunya itu.

"Yang benelan dong bang." Ucap valo dengan semangat.

"Bentar ya cil." Ucap al kemudian mengambil handphonenya.

Al kemudian menghubungi sistem lewat telepon agar mereka tidak curiga. Kan bahaya kalo helicopternya tiba-tiba datang padahal al hanya diam ditempat.

"Halo." Sapa al dengan santai.

"Iya tuan." Sapa sistem terdengar disebarang telepon namun suaranya diubah seperti suara manusia.

"Belikan aku helicopeter untuk sepupuku." Ucap al dengan santai membuat seluruh keluarga alexander melongo tak percaya.

"Type apa tuan?" Tanya sistem di sebrang.

"Terserah yang penting pantas untuk sepupu kecilku." Ucap al sambil menatap varo yang juga sedang menatapnya tanpa berkedip.

transmigrasi badboy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang