"Jodohku?"
Gue ikut memandang kaget ke mas mas tersebut. Kurang ajar si Ghea, ini sih jodoh gue. Jeffrey Irfan Pradigta yang ganteng itu, dari semua tempat, sekarang dia ada dihadapan gue. Apa lagi ini namanya kalo bukan jodoh?
Kak Irfan si kulkas berjalan itu memandang bingung ke kami, mungkin kaget kenapa junior juniornya yang ajaib itu ada di hutan kera yang jauh dari domisili kami. Mana nggak satu dua doang, tapi sekelas. Diliat liat Kak Irfan kayaknya masih trauma sama tragedi kesurupan ala ala itu.
"Loh, sekolah ngadain study tour?" respon Kak Irfan.
"Bukan, sayang, eh Kak Irfan maksudnya," jawab Ghea sok malu malu tapi tetap terlihat gatel. Dia gak bisa liat ya kalo Kak Irfan milik gue seorang? "Ini kelas kita emang ngadain jalan jalan gitu."
"Ohh," Kak Irfan mengangguk paham.
Joyi yang tadi udah hampir mau naik lagi keatas langsung menghampiri kami, lebih tepatnya lagi Kak Irfan dengan tergopoh gopoh.
"Kak Irfan kok ada disini? Dari semua tempat loh kak. Ini sih nggak mungkin kebetulan, pasti Kak Irfan jodoh Joyi, kak."
Tau tau, Kak Irfan udah kayak artis aja. Dia dikerubungin cewek cewek IPA 4 yang kesemsem sama kegantengannya. Walaupun Rendi juga ganteng, tapi kalo kakak kelas tuh beda aja auranya, jadi keliatan berkali kali lebih ganteng. Kak Irfan sendiri tetap dengan pembawaannya yang tenang meskipun dikepung cewek cewek beringas ini.
"Eh buset dah, keranya disitu woi, kalo yang ini kembaran gue," Adit berusaha membantu Kak Irfan yang terkepung.
"Elah, udah sana lo bergaul aja sama temen temen sebangsa lo. Jodoh gue biar urusan gue," jawab Ghea.
"Lo sama keluarga, bang?" tanya James.
Kak Irfan menggeleng. "Sama Leo."
"Lah, buset," sahut Bimo kaget. "Ngapain berduaan sama Bang Leo di hutan kera?"
Kami memandang Kak Irfan shock, sementara Kak Irfan mengernyit jijik. "Nggak berdua doang, sama yang laen juga."
Sultan mengangguk. "Oh, kaget gue, bang, kirain udah pindah haluan."
Gue rasa Kak Irfan tampak mau nonjok, tapi karna dia cowok cool pasti ditahan. Lagian sembarangan banget.
"Terus pada kemana? Kok sendirian doang?"
Eh buset, ini si Bimo diliat liat kepo juga kayak Dora. Dia kalo tertarik sama si ganteng yang ini mending mundur deh. Selagi bukan spek Irene Red Velvet atau Dasha Taran gue berani berani aja ngerebutin Kak Irfan. Walaupun banyak saingannya dengan kekuatan sepertiga malam bakal gue pinang si ganteng ini.
"Eh, tunggu," sela Sena. "Kalo lo disini sama Bang Leo berarti lo juga sama—"
"Acen?"
Kami kompak menoleh ke suara lembut itu. Kak Nayra dengan kecantikan paripurnanya itu memandang Sena, yang tadi dipanggilnya Acen dengan kaget. Lama lama liburan ini lebih mirip sinetron deh. Yang ketemu Ayu Ting Ting lah, sekarang dua saudara yang kebetulan ketemu.
"Lo ngapain disini?" tanya Sena, lebih mirip mengusir.
"Emang lo doang yang boleh kesini?" sewot Kak Nayra. Wajah perinya tadi sekarang berubah jadi garang.
"Lo ngikutin gue?"
"Eh, iya dah ampun. Paham banget gue ini kerajaan lo jadi cuma lo doang yang paling anak sini," Kak Nayra makin salty. "Mohon maaf Raja Kera, hamba nggak seharusnya masuk di kerajaan ini."
Pertengkaran kakak adik itu mengalihkan fokus kami dari kegantengan Kak Irfan. Gue memandang Lisa, memberi isyarat untuk bantu lerai, tapi Lisa sendiri juga tampaknya nggak mampu melerai hukum alam pertengkaran dua saudara itu. Zaki, yang datang tergopoh gopoh entah dari mana menunjukkan eksistensinya dengan berusaha melerai.
"Stop, stop," lerainya. "Ini kenapa pada ribut?"
"Eh, lo jangan cari cari kesempatan ya," Sena melepaskan tangan Zaki yang memegang bahu Kak Nayra. Zaki sendiri cuma nyengir. Bisa bisanya, nggak takut digibeng Kak Dirga kali ya.
"Bang Dirga mana dah?" tanya Adit. Gue tau ada niat busuk dibalik pertanyaannya. Zaki pun memandang Adit seolah mau mukulin.
"Nggak ikut," jawab Kak Nayra, bikin wajah merengut Zaki tadi berubah sumringah.
"Loh, kenapa?" tanyanya dramatis. "Terus kalian cuma berduaan disini jangan jangan..."
"Iya, kak, kenapa Kak Nayra berduaan sama Kak Irfan?" Ghea ikut mendramatisir keadaan. Kami memandang Kak Nayra dengan pandangan terluka sampe Kak Nayra jengah sendiri.
"Tadi gue abis ngambil hape ketinggalan di mobil, Irfan juga dompetnya ketinggalan," jelas Kak Nayra. "Nggak liat emang dia jalan duluan? Gue ditinggalin jauh dibelakang cowok gentle ini. Apa yang mau disalah pahamin coba?"
Zaki langsung mengecek keadaan Kak Nayra dengan dramatis. "Kak Nayra nggak kenapa kenapa kan? Nggak ada yang jahatin Kak Nayra kan? Jawab kak, Zaki khawatir."
Gue bisa ngeliat Sera hampir melemparkan powerbank ditangannya ke Zaki tapi akhirnya menahan diri. Deva tampak merapal mantra, kayaknya sibuk istighfar. Jangan tanya Sena, ekspresi wajahnya jelas nunjukin dia siap nelan Zaki hidup hidup sekarang juga.
"Harusnya Bang Dirga ikut sih biar bisa liat ada pahlawan," bisik Gilang.
"Rekam, ceu, masukin hengpon jadul," bisik Sera.
"Anjir, bonyok nanti si Zaki," sahut Citra. "Anak mami gitu, makan juga masih disuapin kadang kadang."
"Gue nggak papa kok, Zak," sahut Kak Nayra dengan halus, lalu mendelik ke Sena. "Thanks ya udah sempetin buat khawatir."
James langsung pura pura mengecek keadaan Kak Nayra, biasa deh, cari muka.
"Aduh, kakakku yang cantik ini sehat wal afiat kan? Nggak ada yang kurang kan dari badannya?"
For your information, James itu deket banget sama Kak Nayra, sebagai kakak adik tentunya.
"Lo nggak usah sok care ya," Kak Nayra tampaknya tau maksud terselubung James.
James menggerutu. "Serba salah anjirrr."
"Ah udah deh gue mau balik lagi ke atas, si Lana pasti bikin konten nggak ngajak gue," kata Kak Nayra.
"Tunggu, Kak, biar Zaki anterin."
"Sama Adit aja kak, Adit bisa gendong Kak Nayra biar nggak pegel."
Sena langsung melotot. "Lo berdua tetep disini ya, kutu."
"Aman, ada gue," sahut Kak Irfan. "Ayo, Nay."
"Kak, jaga jarak ya sama imam gue," pesan Ghea.
"Nggak mau," jawab Kak Nayra yang kemudian menarik tangan Kak Irfan. "Bye~"
"KAK!"
🍃🍃🍃
Maaf ya guys makin ngalor ngidul😔 doain w cepet dapet kerja pelissss
KAMU SEDANG MEMBACA
REALITEEN
Fanfiction11IPA 4 punya cerita serunya sendiri. Mulai dari F4 gadungan yang terdiri dari James, Juno, Bimo dan Zaki. Hengpon jadul yang diketuain sama Putra dengan anggota nyaris seluruh cewek dikelas. Rendi si ketua kelas paling sempurna. Adit yang selalu be...
