30 | Perjanjian Dua Tahun Lalu

4.2K 174 44
                                        

Malika tak akan mengira jika akan seperti ini jadinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malika tak akan mengira jika akan seperti ini jadinya. Dua bulan belakangan, hubungannya dengan Gama putus begitu saja. Bukan, tidak ada yang menyatakan kata 'putus' diantara keduanya. Hanya saja, mereka benar-benar tidak lagi berkomunikasi setelah dua bulan terakhir.

Yang lebih aneh lagi, Malika justru mendapati Saka yang semakin dekat dengannya. Pergi ke sekolah bersama, memakan bekal di kelas bersama, pergi ke perpustakaan, menyelesaikan tugas, pulang sekolah bersama, bahkan kadang Saka sering bermain ke rumah Malika di hari libur. Mengajak cewek itu jalan-jalan meskipun hanya sekedar memutari komplek perumahannya. Kadang pula, Saka tiba-tiba datang di malam hari hanya untuk menemani Malika saat Aldian belum pulang dari kantornya.

Dunia Malika seakan berubah 360° dalam waktu yang singkat. Dan Malika baru menyadari saat ini, kala Saka memberitahu bahwa besok malam akan ada pesta sederhana untuk merayakan hari pernikahan Angga dan Hera.

Tidak ada yang Malika pikirkan selain Gama. Otaknya hanya terpaku pada satu nama itu. Tidak terpikir oleh Malika jika dia akan berada di situasi ini; merasa canggung dengan orang yang dulu selalu bersamanya.

Perasaan yang sangat aneh. Malika bahkan tidak lagi mendengarkan cerita heboh Saka yang menceritakan kegaduhan di rumahnya.

Malika tiba-tiba berpikir, apa yang selama dua bulan ini Gama lakukan tanpanya?

Namun saat gadis itu mengingat nama seseorang, hatinya mencelos. Benar, Malika lupa terakhir kali Gama seakan mengenalkan pacar barunya kepada Malika, yang berstatus sebagai pacarnya juga.

Suara kekehan tanpa bisa Malika cegah keluar. Dia merasa sangat bodoh saat ini sampai hanya bisa menertawakan apa yang sudah terjadi padanya.

Saka yang sedang minum pun langsung memusatkan perhatian.

"Lo ngetawain apa?" tanya cowok itu bingung.

Seakan ditarik kesadarannya, Malika dibuat terdiam. Netra gadis itu kini berhadapan langsung dengan mata Saka yang duduk di samping. Malika memiringkan kepala sedikit, bingung harus menjawab apa.

"Lho malah diem. Lo kenapa, Ka?"

"Gapapa. Tadi cuma kepikiran kelakuan Kak Al yang lucu terus jadi ngga sengaja ketawa." Malika menampilkan cengirannya.

"Dasar! Jadi dari tadi gue cerita lo nggak dengerin? Padahal gue udah cerita panjang kali lebar kali tinggi, kurang heboh apa lagi gue."

Saka kembali menyenderkan tubuh di sofa empuk. Lalu pendar matanya beralih menatap benda persegi panjang yang berukuran cukup besar sedang memperlihatkan film seorang perempuan yang bisa mengendalikan es.

Mata Saka otomatis kembali mengarah pada Malika. Lalu senyum manis tanpa diduga itu keluar dengan sendirinya.

"Jadi lo bakal pergi atau engga besok malam?"

"Oh gue diundang?" Malika balik bertanya. Sekarang mereka menjadi atensi satu sama lain.

"Kalo lo nggak di undang, trus buat apa gue cerita tentang pesta itu? Lagian di sana bakal ada banyak makanan. Gimana kalo kita habisin terus langsung kabur?"

Really BadboyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang