Menjadi pacar dari cowok dengan tempramen buruk tentu akan menjadi malapetaka. Apalagi jika mereka suka melakukan kekerasan fisik maupun verbal.
Sayang, Malika harus menelan telak jika dirinya telah terjerat lingkar hubungan beracun bersama Gama, sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Five Years Passed|
Suara alunan biola dengan piano malam ini begitu memanjakan telinga. Suara tawa renyah berbahagia beramai-ramai memenuhi telinga. Di sini, kebahagiaan terlihat begitu nyata.
Lampu-lampu gantung kecil berkelap-kelip lembut seperti kunang-kunang yang menari di angkasa, mengalir dari dahan-dahan pohon hingga membentuk tirai cahaya. Bunga-bunga bermekaran. Harum mawar putih menyatu dengan embusan angin malam yang lembut, menyebarkan keharuman yang menenangkan.
Di kejauhan, sebuah lantai dansa kecil dari kayu diletakkan di bawah sinar bulan, di mana pasangan-pasangan menari mengikuti alunan musik lembut dari gesekan biola dan denting piano.
Aldian berdiri begitu gagah dengan balutan tuxedo putih. Rambutnya ditata dengan apik dan rapih. Senyum laki-laki itu mengembang tak bisa berhenti.
Di hamparan taman hijau yang cukup luas itu, Aldian berdiri berdampingan dengan sesosok gadis anggun nan menarik. Dia mengenakan gaun baby peach yang sempurna, terlihat begitu menawan.
"Kamu selalu cantik, Nasya. Tapi malam ini, kamu...."
Nasya—pengantin perempuan yang dipuji seperti itu oleh sang mempelai laki-laki tak dapat menyembunyikan seburat kemerahan di pipi. Meskipun pujian itu belum selesai, Nasya tau apa yang dimaksud oleh Aldian dari bagaimana cara laki-laki itu memandangnya. Malu-malu perempuan itu tersenyum. "Kamu juga tampan, Al," balas Nasya pelan.
Kedua sejoli itu lantas merekahkan senyum paling bahagia. Tak ada yang mendengar percakapan mereka berdua, sebab para tamu sedang asik berdansa. Ah jikalau ada, orang itu adalah Malika yang sedang asik memakan kue cokelat sambil bermain peran menjadi orang tuli.
Anggap saja Malika tidak ada. Karena memang selalu seperti itu bukan? Orang-orang yang sedang kasmaran akan menguasai seluruh bumi ini. Orang yang jomblo bisa apa?
"Makan cokelat mulu!" seru seorang cowok sambil mengambil kue yang sedang Malika nikmati. Dia terlihat begitu tampan dengan balutan jas yang warnanya senada dengan gaun yang Malika kenakan.
"Ah jangan di abisin!" protes Malika. Gadis itu segera merebut kembali kue cokelat yang ternyata langsung dihabiskan oleh cowok itu. Membuat Malika menggeram kesal.
"Kebiasaan banget sih! Itu kan potongan kue yang terakhir, Kak Nio!"
Malika buru-buru mencubit lengan Ethanio, guna menyalurkan perasaan kesalnya. Kemudian langsung direspon dengan rintihan yang cukup kencang oleh cowok itu. Membuat Aldian dan Nasya langsung menoleh.
"Hush! Jangan berantem mulu. Setidaknya untuk hari ini aja," kata Aldian.
Malika langsung merengut tak suka. "Kak Nio nya duluan yang jahil!" adu gadis itu, berharap Aldian akan membela.
"Kamu juga jangan makan cokelat terus, Malika. Nanti gigi kamu bisa sakit," pesan Aldian. Yang tentu saja, mengundang tatapan tak suka dari Malika.
"Tuh dengerin anak kecil. Jangan makan cokelat terus ya," kata Ethanio. Cowok itu berkata sambil menunjukkan wajah paling menyebalkan dan memberikan tepukan singkat di kepala Malika.