Secret Relationship

767 62 10
                                        


Tempat tinggal Saint Suppapong terpisah dari bangunan utama istana. Meskipun begitu, bangunan dua lantai dengan banyak jendela serta balkon yang dirambati tanaman hijau tetap berada dalam tembok istana.

Dalam sejarah, pendamping sah raja mayoritas memilih untuk tinggal di kamar dekat kamar raja. Mereka dan para selir berlomba untuk dekat dengan raja, sehingga hak istimewa untuk menempati salah satu kamar di samping kamar raja membuat para selir iri.

Saint adalah yang kedua setelah pendamping raja generasi kedua pernah tinggal dalam bangunan terpisah. Namun mereka punya alasan yang sama sekali berbeda.

Pada generasi kedua, pendamping sah raja memilih untuk tinggal dalam bangunan terpisah dari kamar raja karena ia tidak suka dan tidak ikut campur urusan pemerintahan. Ia bercita-cita menjadi sastrawan yang hidup bebas, namun malang ia ditakdirkan menjadi jodoh bagi penguasa negerinya.

Tapi alasan Saint...

"Yang mulia Raja datang berkunjung yang mulia."

Segera Saint merapikan diri seadanya. Rambutnya yang masih basah dan kusut masai akibat gesekan dengan handuk ia sisir dengan jari. Bathrobe yang membungkus tubuh tegapnya, takkan sempat ia ganti jadi ia hanya berusaha untuk tidak terlalu acak-acakan dengan pakaian seadanya. Ia berdiri di ambang pintu kamarnya.

"Tinggalkan kami. Lantai dua harus steril dari siapapun kecuali kami dalam satu menit." Ucap dingin sang raja membuat para pelayan dan penjaga Terbirit-birit turun.

Raja sering datang dalam keadaan marah seperti itu, tapi para pelayan masih saja takut hanya dengan jatah waktu satu menit untuk turun ke lantai bawah.

"Ijinkan saya berpakaian dulu, yang mulia. Anda datang sangat mendadak sampai saya tidak sempat untuk bersiap," Ucap Saint. Ia tahu sebab kedatangan suaminya kali itu.

Mew melirik kaki mulus Saint yang tak terbungkus.

"Kenapa? Apa kekasihmu melarangmu memperlihatkan kakimu pada suamimu sendiri?"

"Saya tidak mengerti. Saya hanya ingin kita bicara dengan nyaman. Tapi kalau anda mau, saya bisa melepaskan pakaian saya untuk anda, yang mulia. Anda suami saya, anda berhak atas apapun dalam diri saya." Saint membuka tali bathrobenya.

Mew melengos sementara Saint tersenyum.

"Saya akan segera kembali."

Saint meninggalkan Mew, ia memasuki salah satu pintu dimana pakaiannya berada lalu kembali beberapa menit kemudian dengan pakaian yang lebih rapi.

"Aku menyerahkan persoalan pernikahan putra mahkota padamu, aku ingin kamu menolak lamaran dari Zeus." Titah Mew.

"Saya butuh alasan yang masuk akal kenapa kita harus menolak. Putra mahkota bahkan antusias dengan lamaran itu."

Senyum di wajah saint mengembang begitu cantik, dengan pipi bulat dan kemerahan, yang sayangnya di mata Mew menyerupai ejekan.

"Aku tidak setuju. Bagaimana bisa putra mahkota menikahi sepupunya sendiri? Bahkan kita tidak tahu pasti dari mana Zeus memungut anak itu."

Lagi-lagi bibir saint melengkung bahagia.

"Yang mulia, sebelum Zeus mengumumkan Joss Wayar sebagai seorang Jongcheveevat, saya mendengar dia sudah melakukan tes DNA. Dia juga memiliki bukti pernikahan sah dengan ibu Joss Wayar meskipun dia menggunakan identitas lain. Jangan khawatirkan soal itu yang mulia, saya juga sangat menyayangi putra mahkota dan menginginkan yang terbaik untuknya."

"Tes DNA dan dokumen pernikahan bisa dimanipulasi."

"Itu tuduhan yang sangat serius yang mulia. Tapi kalau yang mulia sangat ragu, yang mulia bisa meminta tes ulang di bawah pengawasan istana. Saya akan membicarakannya dengan Zeus."

Fall For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang