Because I Love You

701 50 12
                                        

Omega yang terlentang dengan sebelah tangan terikat tidak menyadari dua orang alpha memasuki kamarnya, melihat sekilas lantas masuk ke kamar mandi. Itu pun dengan salah satu yang dibekap mulutnya, dan diseret paksa.

Joss punya tenaga dua kali lipat dari Gawin. Ia tidak segan menyerang alpha hanya dengan bathrobe sepaha itu lewat pheromonnya guna meminimalisir keributan.

"Lepas!" Gusar Gawin setelah pintu kamar mandi tertutup. Joss memang mengendurkan tenaganya.

"Jangan buat keributan, atau kita akan ketahuan."

"Kau! Jangan bilang kau tidak mengikutiku. Tempat ini jauh dari ibu kota dan harusnya kau tidak disini." Desis Gawin.

"Tidak seharusnya di sini? Coba bercermin dan katakan itu pada dirimu sendiri."

Gawin mendengus. Ia tidak punya sanggahan yang tepat.

"Sekarang giliranku. Kau pikir kau sedang apa? Datang ke tempat seperti ini tanpa pengawalan, kau bodoh atau apa? Mereka menyekap Krist di sini, otomatis keamanan tempat ini terjaga rapat."

"Lalu? Kau datang untuk jadi pengawalku??" Ejek Gawin.

"Benar."

Yang benar saja!

"Mari buat semuanya jelas. Kita berada di kubu yang berbeda. Bahkan kalian yang menempatkan Krist di sini lalu kau datang sebagai penyelamat? Kau tidak malu?" Cecar Gawin.

Sejujurnya Joss berada di titik lelah dengan ketegangan diantara mereka. Akhirnya yang ia dapat jauh dari harapannya. Jauh sebelum ia datang ke tempat itu, Joss menimbang mana yang lebih penting :dendamnya, atau Gawinnya.

"Bagaimana kalau aku bilang aku berada di pihakmu. Aku menghianati siapapun yang selama ini menginginkanmu celaka. Aku akan mendukungmu apapun yang kau inginkan. Bahkan jika kau akhirnya akan menikahi omega itu, aku yang akan menikahkan kalian. Apa kau bisa percaya?" Ucap Joss.

Alih-alih terharu, Gawin menarik kerah kemeja Joss Wayar hingga sedikit terangkat. "Berhenti bermain-main dengan kepercayaanku, sialan! Kau harusnya tahu batas untuk berpura-pura."

Joss meraba punggung Gawin lalu mengambil benda memanjang di balik bathrobe merah jambu. Ia menyerahkan benda itu pada pemiliknya yang terkeisap dengan kecepatan tangan Joss.

"Ini. Aku yakin pelurunya terisi penuh. Kau bisa menempatkan salah satunya di kepalaku, atau tepat di jantungku. Kita sedekat ini, kau tidak akan meleset." Joss berucap serius.

Joss tahu benar Gawin tidak akan menarik pelatuknya. Kalau Gawin bisa melakukannya, ia sudah mati tempo hari ketika mereka bertemu pertama kali di istana.

Gawin menelan ludah. Apa-apaan ini?

"Tujuanku adalah Mew Suppasit. Kuakui dendamku pada manusia itu sangat besar. Dia memanipulasi kematian ibuku sebagai kecelakaan, lalu mengambil tanahnya agar bangunan megah yang papamu impikan bisa terwujud. Menurutmu, anak mana yang tidak marah melihat perlakuan sekejam itu hanya untuk hubungan terlarang?"

"Papa tidak pernah meminta apapun pada raja!" Cengkraman di kerah Joss makin keras.

"Setidaknya itulah yang aku dengar. Kedua orang tuamu seperti memproklamirkan bahwa meskipun tidak bisa bersama di hadapan rakyat, cinta mereka tidak terhalang sama sekali. Ibuku, dia wanita yang bekerja keras untuk mendapatkan rumah yang lapang, dan ia dibunuh agar taman di dapat kantor papamu bisa berdiri indah. Kau pikir bagaimana aku bisa menerima itu?"

"Setidaknya cari tahu kebenarannya! Papa ditempatkan di gedung itu tanpa permintaan apapun. Dia hanya menuruti semua kehendak raja agar bisa melindungiku. Bahkan papa tidak pernah berhubungan langsung dengan raja sejak ia keluar dari istana!"

Fall For YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang